Polisi Tangkap Pembunuh Petugas Kebersihan di Lutim, Motifnya Hasrat Seksual

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepolisian berhasil mengungkap kasus pembunuhan terhadap Abi Limbong (22), seorang perempuan yang ditemukan tewas di area persawahan Desa Kalaena Kiri, Kecamatan Kalaena, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan pada Kamis (11/6/2026). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kepolisian berhasil mengungkap kasus pembunuhan terhadap Abi Limbong (22), seorang perempuan yang ditemukan tewas di area persawahan Desa Kalaena Kiri, Kecamatan Kalaena, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan pada Kamis (11/6/2026). Foto: Dok. Istimewa

Polisi menangkap terduga pelaku pembunuhan terhadap seorang wanita bernama Abi Limbong (22) yang merupakan petugas kebersihan atau cleaning service di Puskesmas Kalaena.

Pelaku berinisial AD (17), seorang pelajar kelas X di salah satu Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) di Kecamatan Kalaena, Kabupaten Luwu Timur.

Pelaku berhasil ditangkap hanya sembilan jam setelah jasad korban ditemukan. Penangkapan dilakukan setelah jajaran Polsek Mangkutana melakukan penyelidikan intensif dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolsek Mangkutana, Iptu Muh. Junus, mengatakan pelaku diserahkan kepada penyidik Polres Luwu Timur karena masih berstatus anak yang berhadapan dengan hukum (ABH).

"Benar, pelaku sudah diamankan sembilan jam setelah jasad korban ditemukan," kata Junus saat dikonfirmasi kumparan, Kamis (11/6).

Motif Pembunuhan

Olah TKP yang dilakukan oleh Personel Polsek Mangkutana terkait seorang cleaning service puskesmas yang tewas dibunuh di Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Foto: Dok. Istimewa

Junus mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan awal, polisi menduga motif kejahatan berawal dari hasrat seksual pelaku terhadap korban. Polisi mengungkapkan bahwa pelaku diduga kerap mengintai korban, termasuk saat korban mandi dan ketika berangkat bekerja menuju Puskesmas Kalaena.

"Dugaan sementara [motif] terkait kekerasan seksual. Pelaku sering mengintip korban mandi sehingga muncul niat untuk membuntuti korban," ujarnya.

Menurut polisi, pelaku sempat mencegat korban di jalan dan diduga berupaya melakukan pemakasaan. Namun korban melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri ke area persawahan.

"Pelaku sempat memaksa korban saat dicegat di jalan, tetapi korban melawan lalu melarikan diri ke tengah sawah," tutur Junus.

Suasana rumah duka seorang cleaning service puskesmas yang tewas dibunuh di Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Foto: Dok. Istimewa

Polisi menduga pelaku kemudian mengejar korban hingga puluhan meter ke area pematang sawah. Dalam pengejaran tersebut, pelaku diduga membawa sebongkah batu beton yang kemudian digunakan untuk menyerang korban.

"Setelah berhasil menyusul korban, pelaku diduga menghantam kepala korban menggunakan batu hingga korban meninggal dunia di lokasi kejadian," ucapnya.

Kasus ini kini ditangani lebih lanjut oleh Polres Luwu Timur untuk mendalami seluruh rangkaian peristiwa, termasuk dugaan tindak pidana kekerasan seksual yang mendahului pembunuhan tersebut. Polisi juga masih melengkapi alat bukti serta menunggu hasil pemeriksaan forensik guna memastikan konstruksi hukum perkara secara utuh.