Pramono Buka Poprov DKI 2026: Ajang Menyeleksi Atlet Terbaik untuk PON 2028

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sambutan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam Pembukaan Pekan Olahraga Pelajar Provinsi DKI Jakarta di Hall A Basket Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan, Senin (31/8/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sambutan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam Pembukaan Pekan Olahraga Pelajar Provinsi DKI Jakarta di Hall A Basket Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan, Senin (31/8/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung resmi membuka Pekan Olahraga Pelajar Provinsi (Poprov) DKI Jakarta 2026 di Hall A (Basket) Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan, Senin (31/8). Ajang tersebut menjadi wadah pembinaan sekaligus pemantauan atlet pelajar DKI Jakarta untuk dipersiapkan menuju kompetisi yang lebih tinggi.

Poprov DKI Jakarta 2026 diikuti sekitar 1.200 atlet pelajar dari enam kota dan kabupaten administrasi di Jakarta. Lima cabang olahraga yang dipertandingkan, yakni sepak bola, sepak takraw, bulu tangkis, bola voli, dan bola basket.

Pramono bilang Poprov tidak hanya ditujukan sebagai ajang pertandingan bagi para atlet pelajar. Tetapi juga menjadi kesempatan untuk melihat dan menyeleksi atlet-atlet terbaik yang nantinya dapat dipersiapkan untuk mengikuti PON 2028.

"Ajang ini bukan hanya sekadar pertandingan, tapi ini adalah ajang untuk memantau, melihat, menyeleksi atlet-atlet terbaik dari pelajar yang ada di Jakarta yang kita persiapkan untuk maju di PON tahun 2028 di NTT dan NTB, dan sebagian penyelenggaraannya ada di Jakarta," kata Pramono dalam sambutannya.

Pramono menargetkan pembinaan atlet melalui Poprov dapat menjadi bagian dari persiapan DKI Jakarta untuk meraih prestasi terbaik pada PON 2028. Dia meminta pada Dinas Pemuda dan Olahraga serta KONI DKI Jakarta mempersiapkan kontingen Jakarta secara serius.

"Saya sudah meminta kepada Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga dan juga KONI Jakarta, Pemerintah DKI Jakarta mempersiapkan betul untuk Jakarta bisa menjadi juara umum PON tahun 2028," ucap Pramono.

Dia berharap para atlet yang mengikuti Poprov tidak hanya berhenti sebagai atlet pelajar. Tetapi terus berkembang menjadi atlet yang mampu mengharumkan nama Jakarta hingga ke tingkat nasional dan internasional.

"Saya menaruh harapan kepada saudara-saudara sekalian untuk menjadi atlet tidak hanya pada tingkat pelajar. Suatu hari menjadi atlet kebanggaan Jakarta, baik di PON, nantinya di Sea Games, Asian Games, bahkan di Olimpiade," tutur Pramono.

Untuk mendukung pembinaan tersebut, Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan renovasi dan perbaikan sejumlah fasilitas olahraga. Pramono memberikan izin kepada Dinas Pemuda dan Olahraga untuk memperbaiki sejumlah fasilitas agar dapat menunjang kegiatan olahraga di Jakarta.

"Dan kami sedang melakukan beberapa renovasi, perbaikan, dan saya juga sudah memberikan izin kepada Bapak Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga untuk beberapa fasilitas olahraga kita dilakukan perbaikan karena saya ingin Jakarta menjadi kota yang ramah bagi olahraga," tutur Pramono.

Perbaikan fasilitas tersebut diarahkan untuk mendukung sejumlah cabang olahraga populer, seperti sepak bola, bulu tangkis, bola voli, sepak takraw, lari, hingga maraton.

"Terutama olahraga-olahraga populer yang dimiliki oleh bangsa ini seperti sepak bola, bulu tangkis, voli ball, sepak takraw, lari, maraton, dan sebagainya fasilitas itu saya minta untuk dilakukan perbaikan," ungkap Pramono.

Pramono berpesan kepada seluruh atlet untuk bertanding secara fair, jujur, adil, dan menjunjung tinggi sikap ksatria.

"Bertandinglah secara fair, secara transparan, jujur, adil, dan ksatria. Karena saya yakin inilah cerminan para olahragawan dari Pemerintah DKI Jakarta," tegasnya.

Dia juga berpesan kepada para atlet untuk tetap menghargai lawan dan menunjukkan karakter sebagai atlet Jakarta yang disiplin serta tangguh. Dan meminta para wasit menjaga pertandingan berlangsung secara adil dan transparan.

"Menjadi atlet yang disiplin, yang tangguh, yang menghargai lawan, itulah sifat dari karakter atlet Jakarta," ucap Pramono.

"Secara khusus saya minta kepada wasit juga untuk menjalankan agar pelaksanaan Poprov ini betul-betul adil, transparan, dan menjunjung fair play," tambahnya.