Pramono Resmikan Masjid Apung di Ancol: Akan Jadi Landmark Baru Wisata Keagamaan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat memberikan sambutan dalam agenda peresmian Masjid Apung An-Nur di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Jumat (16/10/2026). Foto: Zahira Hilman/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat memberikan sambutan dalam agenda peresmian Masjid Apung An-Nur di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Jumat (16/10/2026). Foto: Zahira Hilman/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Masjid Apung An-Nur di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Jumat (16/10). Ia optimistis masjid itu dapat menjadi ikon baru wisata religi Ibu Kota.

Masjid Apung An-Nur memiliki luas 2.241 meter persegi dan mampu menampung 600 jemaah. Ke depannya, kapasitas masjid direncanakan bertambah sekitar 300 jemaah melalui perluasan bangunan.

“Terdiri dari 460 jemaah pria dan kemudian 140 jemaah wanita, dan nantinya direncanakan untuk extension akan ditambah kurang lebih 300 jemaah,” kata Pramono saat peresmian.

Masjid Apung An-Nur di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Jumat (16/10/2026). Foto: Zahira Hilman/kumparan

Pramono yakin masjid apung ini dapat menjadi ikon baru wisata religi di Jakarta. Karena menurut dia, wisatawan yang berkunjung ke Ancol dapat sekaligus memanfaatkan masjid tersebut.

“Ini saya yakin akan menjadi landmark baru wisata keagamaan, selain bisa berkunjung ke Ancol, juga bisa melihat dan juga memanfaatkan masjid ini,” tutur Pram usai meresmikan masjid.

Pada kesempatan itu, ia menjelaskan pembangunan Masjid Apung An-Nur Jakarta telah digagas pada masa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan ditandai dengan peletakan batu pertama pada November 2019.

Namun, pembangunan masjid tersebut sempat terkendala pandemi COVID-19 dan baru dilanjutkan kembali pada 2024 hingga akhirnya diresmikan hari ini.

Masjid Apung An-Nur di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Jumat (16/10/2026). Foto: Zahira Hilman/kumparan

“Sehingga dengan demikian pembangunan ini mengalami kendala dan permasalahan, dan baru di tahun 2024 dimulai pembangunannya,” ujarnya.

Masjid Apung An-Nur dirancang oleh arsitek Andra Matin dengan filosofi utama “Bahtera Iman”. Dengan adanya keberadaan masjid tersebut, Pramono berharap dapat membawa manfaat bagi masyarakat Jakarta.

Ia juga bercerita, nama masjid tersebut dipilih karena desain bangunannya yang dinilai dipenuhi cahaya.

“Dan ketika saya disodorkan beberapa nama untuk memilih, memutuskan nama masjid ini, saya akhirnya memutuskan Masjid Ancol, karena saya begitu melihat rencana dan sebagainya, tempatnya itu penuh cahaya, dan kemudian mudah-mudahan ini akan membawa berkah bagi masyarakat Jakarta,” terang Pramono.

Masjid Apung An-Nur di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Jumat (16/10/2026). Foto: Zahira Hilman/kumparan

Pramono memastikan masjid tersebut terbuka bagi masyarakat umum dan tidak terbatas bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan Ancol.

“Yang jelas masjid ini digunakan untuk publik, terbuka. Siapa saja boleh melakukan kunjungan ke masjid ini,” katanya.

Meski terbuka untuk umum, pengelolaan masjid akan dilakukan oleh PT Pembangunan Jaya Ancol agar aktivitas di dalamnya berlangsung tertib.

Masjid Apung An-Nur di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Jumat (16/10/2026). Foto: Zahira Hilman/kumparan

Pramono meminta pihak pengelola merawat masjid tersebut dengan baik agar dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.

Ia turut berharap kehadiran masjid tersebut menjadi simbol kehidupan keberagaman yang berjalan baik di Jakarta.

“Mudah-mudahan kehadiran Masjid Apung An-Nur ini menjadi salah satu upaya dan juga menjadi simbol nyata bahwa kehidupan keberagaman di Jakarta ini berlangsung berjalan dengan baik,” kata dia.