Pramono: Revitalisasi TK 01 Tambora yang 5 Tahun Rusak Dimulai Pada 2027

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dan Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya dalam acara The 5th World Conference on Creative Economy, di Grand Ballroom Kempinski, Jumat (23/10). Foto: Pradya Tirta/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dan Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya dalam acara The 5th World Conference on Creative Economy, di Grand Ballroom Kempinski, Jumat (23/10). Foto: Pradya Tirta/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut taman kanak-kanak negeri (TKN) 01 Tambora di Jakarta Barat yang mengalami kerusakan bangunan telah masuk rencana revitalisasi. Pengerjaan perbaikan sekolah tersebut ditargetkan dapat dimulai pada 2027.

Diketahui TK tersebut telah rusak dan ambruk selama 5 tahun. Sejak sekolah tersebut ambruk, proses belajar mengajar siswa dialihkan ke tempat lain yaitu ke area SMP Negeri 32 Jakarta Barat. Pemindahan dilakukan karena kondisi bangunan sekolah dinilai tidak layak.

“TK itu sementara ini menempati area di SMP 32. Dan di tahun ini TK tersebut sudah masuk dalam rencana untuk dilakukan revitalisasi,” kata Pramono dalam acara The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Grand Ballroom Hotel Kempinski, Jakarta, Jumat (23/10).

Dokumen perencanaan teknis atau Detail Engineering Design (DED) untuk revitalisasi sekolah tersebut telah masuk dalam perencanaan. Pramono berharap pembangunan dapat mulai dikerjakan pada tahun depan.

“DED-nya sudah masuk, mudah-mudahan bisa diawali tahun depan untuk melakukan perbaikan pembangunan yang ada,” ujarnya.

Pramono mengakui kondisi bangunan TK tersebut sebelumnya tidak layak sehingga kegiatan belajar mengajar harus dipindahkan ke lokasi lain.

“Memang betul selama beberapa waktu karena kondisi TK-nya tidak proper, sehingga dipindahkan. Dan ketika dipindahkan di SMP 32, sekarang ini sebenarnya udah berjalan dengan baik,” kata Pramono.

Meski kegiatan belajar mengajar sementara telah berjalan di SMP Negeri 32, Pramono meminta jajaran terkait memprioritaskan penanganan sekolah tersebut agar revitalisasi dapat segera direalisasikan.

“Saya sudah meminta kepada Ibu Kepala Dinas untuk memprioritaskan TK ini diprioritaskan DED untuk tahun 2027 dikerjakan,” kata Pramono.