Pramono Sebut SDN Srengseng Sawah Kembali Normal Usai Dapat Ancaman Teror Bom

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung usai menghadiri perayaan Hari Lanjut Usia Nasional ke-30 tahun 2026 di kawasan Ancol, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung usai menghadiri perayaan Hari Lanjut Usia Nasional ke-30 tahun 2026 di kawasan Ancol, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan kegiatan belajar mengajar di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jakarta Selatan, telah kembali berjalan normal usai adanya ancaman bom. Hasil pengecekan di lokasi juga memastikan tidak ditemukan benda mencurigakan.

“Yang berkaitan dengan ancaman bom di SD Negeri Srengseng Sawah 15 Pagi. Setelah didalami dan dilakukan pengecekan di lapangan, ternyata memang tidak ada,” kata Pramono usai menghadiri Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 Tahun 2026 di Ancol, Jakarta Utara, Selasa (14/7).

“Ada orang yang melakukan pengancaman, dan untuk itu aparat penegak hukum akan menindaklanjuti,” lanjutnya.

Pramono mengatakan proses belajar mengajar kini telah berlangsung seperti biasa. Meski demikian, ia meminta seluruh pihak tetap meningkatkan kewaspadaan.

Personel Gegana Brimob Polda Metro Jaya berjaga saat proses penyisiran setelah adanya ancaman dugaan teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta, Senin (13/7/2026), Foto: ANTARA FOTO/Fauzan

“Sekarang ini sekolahnya berjalan seperti biasa, tetapi tetap saya minta untuk dilakukan kewaspadaannya,” ujarnya.

Terkait kondisi psikologis siswa, Pramono mengaku telah menerima laporan dari Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana yang turun langsung ke sekolah. Berdasarkan laporan tersebut, para siswa tidak mengalami trauma akibat adanya ancaman bom.

“Kalau murid-muridnya sih enggak ada. Bahkan murid-muridnya merasa biasa-biasa saja. Hanya orang tuanya yang ada kekhawatiran,” ucapnya.

Karena itu, Pemprov DKI Jakarta masih mengizinkan para orang tua mengantar dan menjemput anak mereka ke sekolah hingga Rabu (15/7). Kebijakan itu diambil untuk memberikan rasa aman kepada para orang tua.

“Jadi kenapa kemudian sampai hari ini, sampai dengan Rabu, kami izinkan kalau kemudian orang tuanya nganter ke sekolah dan sebagainya, supaya orang tuanya sendiri juga merasa nyaman,” tuturnya.

Sebelumnya, kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hari pertama di SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, sempat dihentikan setelah pihak sekolah menerima ancaman bom melalui pesan WhatsApp pada Senin (13/7).

Polisi langsung mengerahkan Tim Gegana dan Densus 88 untuk melakukan sterilisasi dan penyisiran di lokasi.

Personel Gegana Brimob Polda Metro Jaya melakukan penyisiran setelah adanya ancaman dugaan teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta, Senin (13/7/2026). Foto: ANTARA FOTO/Fauzan

Tak lama setelah proses sterilisasi berlangsung, polisi bergerak mengusut sumber ancaman tersebut.

Polda Metro Jaya kemudian menangkap seorang pria berinisial MY yang diduga sebagai pengirim pesan ancaman bom. Pelaku diketahui tinggal di sekitar lingkungan sekolah.

"Pelaku satu orang inisial MY beralamat di sekitar lokasi kejadian sekolah itu sudah diamankan. Saat ini berada di Polres Jakarta Selatan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto.

Sementara Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengatakan MY mengaku hanya iseng saat menjalani pemeriksaan. Namun, penyidik belum mengambil kesimpulan dari pengakuan tersebut.

"Sementara hasil permintaan keterangan, yang bersangkutan mengaku hanya iseng. Namun kami tidak percaya begitu saja. Kami masih melakukan pendalaman, termasuk background pelaku," ujar Iman.

Menurut dia, penyidik juga berkoordinasi dengan Densus 88 Antiteror untuk memastikan tidak ada motif lain maupun keterkaitan dengan jaringan tertentu.

Polisi menegaskan penyelidikan masih terus berlangsung meski ancaman bom dipastikan tidak disertai temuan bahan peledak.