Resmikan JWFF 2026, Pram Dorong Jakarta Jadi Kota Global Lewat Diplomasi Budaya

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka Jakarta World Folkfest 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (2/7/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka Jakarta World Folkfest 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (2/7/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung resmi membuka Jakarta World Folklore Festival (JWFF) 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (2/7).

Pantauan kumparan di lokasi, sejumlah delegasi dari 6 negara turut hadir dalam acara tersebut, di antaranya dari Rumania, Yunani, Polandia, Filipina, Rusia, dan Korea Selatan.

Pramono mengatakan penyelenggaraan JWFF 2026 menjadi momentum penting bagi Jakarta yang tengah menyambut usia ke-499 tahun. Menurutnya, budaya menjadi sarana untuk mempererat hubungan antarbangsa sekaligus memperkenalkan wajah Jakarta kepada dunia.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan keterangan pers usai membuka Jakarta World Folkfest 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (2/7/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

“Merupakan kehormatan besar bagi Jakarta untuk menjadi tuan rumah pertemuan ini. Melalui festival ini, kita tidak hanya merayakan kekayaan tradisi artistik dari berbagai negara, tetapi juga memperkuat saling pengertian dan persahabatan melalui budaya,” kata Pramono dalam sambutannya.

Ia menyebut, menjelang lima abad usia Jakarta, ibu kota terus membuka diri terhadap pertukaran budaya, kreativitas, dan kolaborasi internasional. Menurutnya, semangat diplomasi budaya telah menjadi bagian penting dalam perjalanan Jakarta menuju kota global.

“Semangat diplomasi budaya telah menjadi bagian penting dalam perjalanan Jakarta. Semua upaya ini merupakan bagian dari aspirasi Jakarta untuk menjadi kota global yang tetap berakar kuat pada warisan budayanya,” ujarnya.

Pramono menilai budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan jembatan yang mampu menghubungkan masyarakat lintas negara, memperkuat komunitas, dan membangun masa depan bersama.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka Jakarta World Folkfest 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (2/7/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Ia berharap JWFF 2026 dapat menjadi ruang pertukaran budaya yang memperkaya perspektif masyarakat sekaligus memperdalam pemahaman terhadap identitas budaya yang beragam.

“Saya berharap Jakarta World Folkfest 2026 akan menjadi wadah yang bermakna bagi pertukaran budaya, memperkaya perspektif kita, memperdalam pemahaman kita tentang identitas budaya yang berbeda, dan mengingatkan kita akan pentingnya menjaga dan merayakan keberagaman di dunia yang kian saling terhubung ini,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Pramono juga mengajak seluruh peserta menjadikan festival tersebut sebagai jembatan persahabatan antarbangsa sekaligus cerminan visi Jakarta sebagai kota global yang inklusif.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka Jakarta World Folkfest 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (2/7/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Pramono berharap pengalaman tersebut dapat memberikan kesan positif terhadap Jakarta sekaligus menjadi momentum untuk memperbanyak penyelenggaraan event internasional di ibu kota.

“Saya berharap momentum ini, sekaligus menyambut 499 tahun Jakarta, akan semakin banyak event-event internasional yang akan diadakan di Jakarta dari berbagai kegiatan. Mulai dari seni, budaya, tari, musik, olahraga, dan sebagainya,” tuturnya.

Jakarta World Folklore Festival 2026 berlangsung pada 1-7 Juli 2026 dan dijadwalkan tampil di sejumlah ruang publik, seperti kawasan Dukuh Atas, Anjungan Sarinah, Bundaran HI, serta mengunjungi Monumen Nasional (Monas) dan Kota Tua Jakarta.

Dalam acara pembukaan tersebut, turut hadir Duta Besar Rumania untuk Indonesia Dan Adrian Bălănescu, Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Yoon Soon-gu, serta Presiden Council of Organizations of Folklore Festivals and Folk Arts (CIOFF) Indonesia Said Rahmat, dan sejumlah pejabat serta ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.