Trotoar Casablanca Tebet Rusak, Sempit, Minim Penerangan: Pejalan Kaki Harus Berbagi Ruang

Trotoar di Jalan Raya Casablanca, Tebet, Jakarta Selatan, masih jauh dari kata nyaman bagi pejalan kaki.
Di ruas jalan yang mengarah ke Kota Kasablanka, tepatnya di dekat gerbang apartemen Casablanca, permukaan trotoar tidak rata, berlubang di beberapa titik, minim pencahayaan dan menyempit akibat galian serta mobil dan motor yang terparkir di pinggir trotoar.
Pantauan kumparan di lokasi pada Jumat (30/10) menunjukkan sejumlah bagian trotoar bergelombang dan memiliki lubang yang cukup mengganggu langkah pejalan kaki.
Di satu titik, galian, pohon serta tiang membuat ruang jalan bagi pejalan kaki semakin sempit, sehingga mereka harus berjalan berhimpitan atau turun ke tepi jalan yang dilalui kendaraan. Penerangan jalan juga masih dirasa minim, terutama saat malam hari.
Kondisi tersebut berbeda jauh dari kawasan Kuningan dan Jalan HR Rasuna Said yang letaknya tak jauh dari sana. Di dua kawasan itu, fasilitas pejalan kaki sudah tertata lebih baik, dengan trotoar yang lebih lebar, permukaan yang lebih rata, dan akses yang lebih layak untuk berjalan kaki.
Kontras ini menunjukkan fasilitas trotoar di Jakarta Selatan belum merata, bahkan di wilayah yang jaraknya berdekatan.
Pernah Tersandung Lubang
Warga yang setiap hari melintas merasakan langsung dampaknya. Ilyas (11), seorang pelajar yang rutin melewati trotoar ini saat berangkat dan pulang sekolah, mengaku pernah tersandung akibat lubang.
"Menurut saya jalanan ini lumayan enak, tapi banyak yang berlubang. Saya pernah kesandung di sini," kata Ilyas.
Ia mengatakan, kejadian itu terjadi pada siang hari sepulang sekolah, di area trotoar yang berlubang. Menurutnya, kondisi trotoar pada malam hari pun kurang bersahabat.
"Gelap, lumayan. Saya pernah lewat sini pulang," ujarnya.
Meski begitu, Ilyas menyebut sudah ada lampu yang dipasang di kawasan tersebut. "Sekarang udah pasang lampu," katanya sambil menunjuk tiang-tiang berwarna putih di sisi trotoar.
Namun, ia menilai penerangan di malam hari masih belum konsisten. "Kadang terang kadang gelap," tuturnya.
Dipakai Buat Jualan
Keluhan lain datang dari Reva (19), warga yang kerap melintasi trotoar ini saat pulang kerja pada siang hari. Selain kondisi fisik jalan, ia menyoroti ruang trotoar yang banyak terpakai untuk aktivitas lain.
"Jalanannya tuh lumayan dipenuhi sama orang-orang yang jualan gerobak, ada Kopi Jago, terus ada juga motor yang diparkirin di sini, ada banyak orang yang nongkrong di sini, jadi agak kehalang," kata Reva.
Menurut Reva, perbaikan yang berlangsung di sejumlah titik dinilai memakan waktu terlalu lama.
"Kadang-kadang ada perbaikan kayak gitu dan itu juga lama banget buat diperbaikinya," ujar Reva.
Karena itu, Reva mengaku kurang nyaman saat melintas. "Iya, kurang nyaman buat aku," katanya.
Keluhan warga ini menegaskan bahwa pembangunan fasilitas pejalan kaki di Jakarta Selatan belum merata. Trotoar semestinya menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi siapa saja, termasuk anak sekolah dan pekerja yang setiap hari berjalan kaki.
Namun, di kawasan Casablanca, Tebet, pejalan kaki masih harus berhadapan dengan lubang, galian, penerangan yang belum konsisten, hingga trotoar yang terpakai untuk berjualan dan parkir.
Reporter: Nabilah Siti Nurhikmah
