Wamenkes: Cek Kesehatan Gratis Sudah Jangkau 99,1 Juta Orang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono bersama Kepala Bakom RI Muhammad Qodari menyampaikan paparan pada konferensi pers perkembangan PHTC dan transformasi layanan kesehatan nasional di Auditorium Kantor Bakom RI, Jakarta, Rabu (30/9/2026). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono bersama Kepala Bakom RI Muhammad Qodari menyampaikan paparan pada konferensi pers perkembangan PHTC dan transformasi layanan kesehatan nasional di Auditorium Kantor Bakom RI, Jakarta, Rabu (30/9/2026). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah menjangkau 99,1 juta orang hingga tahun 2026.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengatakan capaian CKG tersebut telah melampaui target yang ditetapkan pemerintah pada 2025.

"Di 2026 sudah mencapai 99,1 juta jiwa. Targetnya 130 juta di tahun 2026. Tahun 2025 tadi 70 juta, sekarang kita naikkan targetnya," kata Dante saat jumpa pers terkait Update PHTC/Program Prioritas Serta Capaian dan Transformasi Layanan Kesehatan Nasional di Gedung Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, Jakarta Pusat, Rabu (30/9).

Dante mengatakan, dari total capaian tersebut, sebanyak 78,5 juta orang telah mengikuti CKG melalui komunitas. Sementara itu, 20,6 juta lainnya mengikuti CKG di sekolah.

"78,5 jutanya di komunitas dan 20,6 jutanya di sekolah-sekolah," kata dia.

Petugas kesehatan mengambil sampel darah warga dalam cek kesehatan gratis dan skrining TB (Tuberkulosis) di Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (24/4/2026). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO

Kata dia, pemerintah terus memperluas cakupan pemeriksaan kesehatan gratis sebagai upaya mendeteksi kondisi kesehatan masyarakat sejak dini. Salah satu yang menjadi perhatian dalam pemeriksaan tersebut adalah hipertensi.

Dante mengatakan deteksi dan penanganan hipertensi melalui CKG berpotensi mencegah kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada masa mendatang.

"CKG hipertensi mencegah 1 dari 4 kasus stroke dan kardiovaskular di tahun 2035," ujar Dante.

Dengan capaian 99,1 juta orang pada 2026, pemerintah masih menargetkan cakupan CKG dapat terus diperluas hingga mencapai 130 juta orang.

Program tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya deteksi dini, terutama terhadap faktor risiko penyakit yang dapat memicu stroke dan penyakit kardiovaskular.