Wamenkes: Pemeriksaan Genomik Bisa Bantu Pasien Deteksi Diabetes Usia Muda hingga Penyakit Langkah

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono menyebut pemeriksaan genomik di Balai Besar Biomedis dan Genomika Kesehatan (BB Binomika) dapat membantu pasien mendeteksi sejumlah penyakit, mulai dari diabetes pada usia muda hingga penyakit langka dan thalassemia.
“Misalnya diabetes usia muda, itu kita bisa identifikasi di BB Genomika. Kemudian apa kasus-kasus yang rare disease (penyakit langkah), itu bisa juga dideteksi di BB Genomika,” kata Dante saat ditemui dalam BB Binomika Customer Forum 2026 di Manhattan Hotel Jakarta Selatan, Selasa (3/11).
Selain diabetes dan penyakit langka, Dante menyebut pemeriksaan genomik juga dapat dimanfaatkan untuk mendeteksi thalasemia.
Dari pemeriksaan itu, dia berharap dapat mendukung upaya menekan kasus penyakit thalasemia di Indonesia.
“Kemudian lagi thalasemia, thalasemia juga bisa. Kita berharap kita bisa bebas dari thalasemia. Kira-kira bisa radikalnya thalasemia dengan melakukan pemeriksaan rutin thalasemia,” terang Dante.
Dante pun mengakui pemeriksaan thalassemia membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Karena itu, ia berharap pemeriksaan melalui BB Binomika dapat membuat layanan tersebut lebih terjangkau.
“Cuma kan ini biayanya mahal. Jadi dengan pemeriksaan di BB Genomika, ini akan menjadi murah,” katanya.
Dante juga menyebut BB Binomika memiliki kapasitas pemeriksaan hingga 12.500 per tahun. Menurut dia, hal itu menjadi salah satu keunggulan BB Binomika dibandingkan laboratorium komersial di Indonesia.
“Kan kapasitas pemeriksaan BB Genomika ini adalah salah satu yang paling canggih di Indonesia, 12.500 per tahun. Itu lebih bagus daripada laboratorium-laboratorium komersial seperti Prodia,” ungkapnya.
Untuk mendukung pengembangan layanan tersebut, Dante menuturkan BB Binomika telah bekerja sama dengan sembilan rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan dan 86 laboratorium satelit.
Sementara itu, Kepala BB Binomika Indri Rooslamiati menerangkan, BB Binomika menjalankan berbagai pemeriksaan laboratorium kesehatan sekaligus mengemban dua program prioritas Kementerian Kesehatan, yakni Genomik Nasional dan Clinical Research Center.
“Kami melakukan berbagai macam pemeriksaan laboratorium kesehatan yang menjadi core business kami, kemudian kami mendapatkan dua program prioritas Kementerian Kesehatan, yaitu program Genomik Nasional dan juga Clinical Research Center,” ujar Indri.
Menurut Indri, BB Binomika Customer Forum 2026 digelar sebagai forum komunikasi dua arah dengan pelanggan dan mitra. Melalui kegiatan tersebut, BB Binomika ingin memperkuat hubungan, memperkenalkan layanan baru, serta mendengarkan kebutuhan pelanggan.
“Tujuan dari forum ini untuk memperkuat hubungan antara pelanggan dan kami, kemudian juga memperkenalkan layanan baru karena kita harus selalu berinovasi dan juga kita mendengarkan apa permintaan pelanggan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, BB Binomika turut menandatangani perjanjian kerja sama dengan empat mitra, yakni Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Indonesian Association for the Study of Medicinals (IASMED), Naleya Genomik Indonesia (NGI), dan Pandu Biosains.
