10 Cara Menggunakan Neraca Analitik di Laboratorium yang Benar

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebagai seorang peneliti, penting untuk mengetahui bagaimana cara menggunakan neraca analitik dan peralatan lain di laboratorium. Setiap alat-alat di laboratorium memiliki fungsi yang berbeda untuk memudahkan proses penelitian.
Biasanya di bangku sekolah, siswa sudah mulai diperkenalkan tentang neraca analitik. Neraca analitik adalah jenis timbangan yang digunakan untuk mengukur massa suatu benda di laboratorium.
Mengenal Neraca Analitik
Sama seperti alat-alat lainnya yang ada di laboratorium, neraca analitik juga memiliki bagian-bagian tertentu untuk membantu aktivitas penelitian.
Mengutip dari buku Analisis Kimia Kuantitatif, R.A. Day, Jr., (2002:601), neraca analitik yang sering digunakan di laboratorium adalah instrumen yang memiliki nilai akurat. Berfungsi untuk mendeteksi massa mulai dari 100 gram hingga kurang lebih 0.1 mg.
Nama lain neraca analitik adalah timbangan laboratorium, timbangan gram halus, timbangan analitik, dan analytical balance. Termasuk peralatan laboratorium yang umum seperti mikropipet, laminar air flow, dan moisture analyzer.
Tingkat akurasi neraca analitik yang beredar di pasaran adalah mencapai 0.0003 gram, tapi ada juga yang memiliki akurasi hingga 0.00001 gram. Peneliti bisa menggunakan neraca analitik apapun sesuai kebutuhan penelitian.
Cara Menggunakan Neraca Analitik
Setelah mengetahui apa yang dimaksud dengan neraca analitik, berikut ini cara menggunakan neraca analitik yang benar.
Atur posisi neraca dan setting wadah.
Letakkan neraca analitik dari tempat yang jauh dari hembusan angin dan panas.
Sebelum digunakan, perlu mengkalibrasi neraca.
Pakai sarung tangan pelindung agar terhindar dari debu dan zat yang dapat menempel di tangan.
Pastikan posisi neraca terhindar dari medan magnet.
Tutup pintu pelindung angin baik sebelum maupun sesudah menggunakan neraca analitik.
Agar menjamin kebersihan penelitian, peneliti bisa menggunakan ionizer sehingga tidak ada zat yang menempel pada piringan.
Setelah selesai, langsung bersihkan neraca analitik.
Matikan neraca apabila tidak digunakan dalam waktu dekat.
Simpan neraca di tempat dengan suhu 18 hingga 20 derajat celcius agar tetap terjaga.
Baca Juga: 4 Fungsi Enzim Arginase pada Tubuh Manusia
Memahami bagaimana cara menggunakan neraca analitik akan menjamin keamanan selama kegiatan penelitian berlangsung. Penggunaan alat-alat laboratorium memang perlu kehati-hatian karena berbahaya jika anggota tubuh terkena zat kimia. (GTA)
