10 Contoh Besaran Vektor dan Skalar dalam Ilmu Fisika

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh besaran vektor dalam ilmu fisika ada banyak dan semuanya berbeda dengan besaran skalar. Letak perbedaannya ada di sifat besarannya, yaitu besaran skalar memiliki harga mutlak, sedangkan besaran vektor tidak.
Untuk memahami maksud dari ungkapan tersebut, perlu ditelaah lebih lanjut mengenai pengertian besaran vektor dan skalar. Adapun contoh masing-masing besaran akan mempermudah pemahaman pembaca untuk memahaminya.
Contoh Besaran Vektor dan Skalar
Mengutip dari buku Kumpulan Lengkap Rumus Fisika SMA, Esvandiari (hal. 4), besaran vektor adalah besaran-besaran fisika atau disiplin ilmu teknik yang memiliki harga absolut dan arah tertentu. Contoh besaran vektor adalah sebagai berikut.
1. Besaran Vektor
Gaya (F)
Kecepatan (v)
Percepatan (a)
Intensitas medan listrik (E)
Intensitas medan magnetik (H)
Rapat fluks listrik (D)
Rapat fluks magnetik (B)
Energi torsi (T)
Vektor jarak (r, s)
Vektor luas bidang datar (S. A) dan lain-lain.
Simbol yang umum dipakai besaran vektor adalah huruf yang dicetak tebal atau huruf yang dilengkapi dengan tanda anak panah di atasnya. Sebagai contoh, vektor F ditulis F.
Fungsi besaran vektor adalah sebagai bentuk besaran yang melambangkan bahwa dalam suatu nilai terdapat arah di dalamnya. Misalnya, saat sebuah kursi diduduki maka akan ada tekanan ke arah bawah, tali tambang yang ditarik dalam perlombaan akan mengarah ke salah satu kubu peserta yang menang.
Itulah mengapa, besaran vektor selalu memiliki bentuk garis panah pada simbolnya. Arah pada gaya yang ditimbulkan menentukan ke mana garis panah tersebut menghadap.
Baca juga: 4 Manfaat Belajar Fisika dalam Kehidupan Sehari-Hari
2. Besaran Skalar
Sedangkan besaran skalar adalah besaran dalam fisika atau kimia yang hanya memiliki harga mutlak (harga absolut) dan tidak memiliki arah tertentu. Berikut ini contoh besaran skalar.
Massa (m)
Volume (V)
Resistansi (R)
Kapasitansi (C)
Frekuensi (f)
Entropi (s)
Enthalpi (H)
Daya (P)
Energi (E)
Kalori/ Panas (Q)
Contoh besaran vektor dan skalar yang telah disebutkan di atas dapat dengan mudah dibedakan melalui cara penulisannya. Besaran skalar ditulis biasa sedangkan besaran bektor ditulis dengan huruf tebal dengan tambahan tanda panah di atasnya. (IMA)
