Konten dari Pengguna

10 Contoh Data Rasio dalam Statistik

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Data Rasio. Sumber: unsplash.com/ Justin Morgan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Data Rasio. Sumber: unsplash.com/ Justin Morgan

Dalam statistik, jenis data dibedakan menjadi beberapa macam, salah satunya adalah data rasio. Cirinya yaitu sumber datanya diperoleh dari pengukuran langsung, untuk contoh data rasio seperti tinggi badan, tinggi tanaman dan lain sebagainya.

Data rasio digunakan untuk pendataan di berbagai bidang kehidupan. Misalnya di bidang kesehatan untuk mengukur berat badan pasien, bidang analisis kimia untuk mengetahui kadar zat dalam obat dan lain-lain.

Contoh Data Rasio yang Kerap Ditemukan dalam Kehidupan Sehari-hari

Ilustrasi Contoh Data Rasio. Sumber: unsplash.com/ Алекс Арцибашев

Menurut buku Fundamen Riset Kuantitatif oleh H. Sastrawan, S.K.M., dkk. (2023:48), data rasio adalah data yang diperoleh dari pengukuran kelompok sampel tertentu, kemudian data tersebut akan dianalisis lebih lanjut untuk kepentingan statistik.

Adapun contoh data rasio adalah sebagai berikut.

  1. Tinggi badan (cm)

  2. Luas tanah (m²)

  3. Berat badan (kg)

  4. Lingkar pinggang (cm)

  5. Lingkar lengan (cm)

  6. Tinggi gedung (m)

  7. Jarak benda (m)

  8. Berat telur (gr)

  9. Panjang batang (cm)

  10. Diameter botol (cm)

Dari contoh-contoh tersebut bisa ditarik persamaan sifat dari datanya, yaitu memiliki nilai 0 mutlak sebagai ciri utama data rasio. Maksud dari nilai 0 mutlak yakni naik turunnya angka bersifat mutlak di semua jenis pengukuran.

Misalnya telur di supermarket memiliki berat 1.000 gr, itu berarti telur tersebut memiliki berat dua kali 500 gr. Berbeda halnya dengan ukuran baju yang dilambangkan dengan notasi huruf seperti L, XL, M dan S yang pengukurannya tidak tetap sehingga tidak termasuk data rasio.

Itulah mengapa ukuran baju seseorang bisa berubah-ubah ketika membeli baju dengan merek yang berbeda. Sebab, tidak ada aturan baku dan nilai nol mutlak dalam pengukuran baju. Sehingga ukuran XL belum tentu berukuran dua kali ukuran L.

Sebaliknya, data rasio selalu memiliki nilai nol mutlak. Di mana pun, ukurannya akan sama. Misalnya tinggi gedung setinggi 25 m di Indonesia, maka di negara mana pun, ukuran tinggi 25 m selalu sama karena standar pengukurannya menggunakan satuan meter (m) yang diukur dari angka 0.

Hal inilah yang menjadi kelebihan dari data rasio, karena datanya akurat dan merupakan data terbaik untuk uji statistik.

Baca juga: 4 Perbedaan Statistik dan Statistika yang Perlu Diketahui

Beberapa contoh data rasio yang sudah dicantumkan tersebut memiliki ciri yang sama yaitu memiliki nilai nol mutlak seperti yang sudah dijelaskan di atas. (IMA)