Konten dari Pengguna

10 Contoh Majas Pleonasme dalam Kalimat Bahasa Indonesia

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh majas pleonasme - Sumber: pixabay.com/pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh majas pleonasme - Sumber: pixabay.com/pexels

Disadari atau tidak, ada banyak contoh majas pleonasme yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Dalam bahasa Indonesia, majas pleonasme merupakan contoh gaya bahasa yang menggunakan kata-kata yang sebenarnya redundan atau berlebihan.

Majas pleonasme seringkali muncul di berbagai teks, mulai dari sastra hingga percakapan sehari-hari. Ditandai dengan penggunaan kata-kata atau frasa yang secara teknis redundan, tetapi bertujuan untuk memberikan penekanan yang lebih kuat pada sebuah pesan.

Penggunaan Contoh Majas Pleonasme dalam Kalimat

Ilustrasi contoh majas pleonasme - Sumber: pixabay.com/6689062

Meskipun berlebihan, dalam bahasa Indonesia pleonasme dapat berfungsi untuk menambah kekayaan bahasa pada suatu teks atau dialog. Dapat juga memberikan variasi dalam ekspresi yang mungkin diperlukan untuk memperjelas situasi atau kondisi tertentu.

Berdasarkan keterangan yang ada di buku Majas, Idiom, dan Peribahasa Indonesia Superlengkap, Ainia Prihantini, (2015), berikut adalah beberapa contoh majas pleonasme dalam kalimat bahasa Indonesia yang sering ditemui.

1. Tolong naik ke atas untuk mengambil buku di kamar.

Penjelasan: Kata "naik" sudah secara implisit menyatakan arah ke atas, sehingga penggunaan kata "atas" sebenarnya redundan.

2. Dia turun ke bawah untuk memeriksa mesin yang bermasalah.

Penjelasan: Sama seperti contoh sebelumnya, kata "turun" sudah menyiratkan arah ke bawah.

3. Setelah berlibur, kami akan pulang kembali ke Jakarta.

Penjelasan: Kata "pulang" sudah mengandung makna kembali ke tempat asal, sehingga kata "kembali" menjadi tidak perlu.

4. Guru meminta siswa untuk mengulang lagi penjelasannya.

Penjelasan: "Mengulang" sudah berarti melakukan sesuatu untuk kedua kalinya atau lebih, jadi kata "lagi" redundan.

5. Hasil akhir dari pertandingan itu adalah kemenangan untuk tim tamu.

Penjelasan: Kata "akhir" dalam konteks ini tidak perlu karena "hasil" sudah menyiratkan sesuatu yang final.

6. Dari sini, puncak gunung tampak terlihat sangat jelas.

Penjelasan: "Tampak" dan "terlihat" memiliki arti yang sama, yaitu bisa dilihat atau terlihat.

7. Semua anggota diharapkan hadir datang dalam rapat besok.

Penjelasan: "Hadir" dan "datang" pada dasarnya adalah sinonim dalam konteks kehadiran.

8. Kami telah menyiapkan plan rencana untuk proyek berikutnya.

Penjelasan: "Plan" (dari bahasa Inggris) dan "rencana" memiliki arti yang sama.

9. Anak-anak diminta untuk duduk bersila saat cerita dimulai.

Penjelasan: Kata "duduk" dalam konteks ini sudah cukup untuk menggambarkan posisi bersila tanpa perlu kata tambahan.

10. Saya benar-benar pasti akan datang besok.

Penjelasan: "Benar-benar" dan "pasti" keduanya mengindikasikan kepastian, sehingga penggunaan keduanya bersamaan berlebihan.

Baca Juga: 20 Contoh Majas Paradoks dalam Kalimat

Majas pleonasme sering digunakan untuk menambah penekanan dalam kalimat. Dalam komunikasi sehari-hari, contoh majas pleonasme ini bisa memberikan efek dramatis atau memperkuat pesan yang ingin disampaikan. (DNR)