10 Contoh Organisme Multiseluler dan Penjelasannya

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Organisme dalam ilmu biologi dapat dibagi menjadi dua jenis, uniseluler dan multiseluler. Pada organisme multiseluler, terdiri dari banyak sel yang bekerja sama untuk menjalankan fungsi tubuh. Pada dasarnya, contoh organisme multiseluler ini mudah ditemui pada kehidupan sehari-hari.
Dikutip dari buku Praktis Belajar Biologi, Fiktor Ferdinand P. dan Moekti Ariwibowo (Grafindo:16), individu multiseluler terbentuk dari sistem organ yang bekerja sama dalam suatu kesatuan. Banyaknya sel yang dimiliki juga dapat menjalankan fungsi tubuh yang beragam.
Pengertian dan Contoh Organisme Multiseluler
Organisme dengan sel banyak disebut sebagai organisme multiseluler. Organisme ini terbentuk dari gamet yang awalnya uniseluler. Lantas, sel tersebut membelah dan membentuk organise multiseluler. Sehingga contoh organisme multiseluler dapat menjalankan berbagai fungsi tubuh secara baik.
Fungsi khusus pada berbagai jenis sel akan membentuk sebuah jaringan yang saling bekerja sama dan membentuk organ. Kemudian organ inilah yang akan menjalankan pernapasan, pencernaan, reproduksi, dan lainnya. Beberapa contoh organisme multiseluler adalah sebagai berikut:
Lumut
Tumbuhan hijau
Gajah
Pohon
Kelinci
Jamur
Kadal
Serangga
Bunga karang
Lumut
Perbedaan Multiseluler dan Uniseluler
Contoh organisme multiseluler dan uniseluler tentu memiliki perbedaan yang mudah dikenali. Tak hanya jumlah sel yang dimiliki, tetapi juga ada beberapa hal yang berbeda. Lantas, apa saja perbedaannya?
Susunan organisme uniseluler tidak rumit dibanding multiseluler.
Organisme uniseluler adalah organisme yang bersifat mikroskopis. Sedangkan multiseluler dapat dilihat dengan mata secara langsung.
Organisme uniseluler terdiri dari mikroorganisme prokariotik, seperti bakteri. Namun, organisme multiseluler memiliki tipe sel eukariotik.
Uniseluler memiliki beban kerja yang tinggi. Sehingga rentang hidupnya lebih pendek dibanding organisme multiseluler.
Organisme uniseluler tidak memiliki diferensiasi sel. Berbeda dengan multiseluler yang akan membelah sel secara spesifik dan membentuk sel berbeda untuk menjalankan proses tertentu.
Organisme multiseluler dapat kehilangan kemampuan regenerasi saat periode pertumbuhan. Selain itu, akan terjadi diferensiasi sel dan penuaan sel. Sedangkan organisme uniseluler bersifat abadi, karena dapat meregenerasi diri sendiri.
Demikianlah penjelasan mengenai beberapa contoh organisme multiseluler. Selain itu, terdapat juga perbedaan multiseluler dengan uniseluler yang penting diketahui. Semoga bermanfaat! (NUM)
Baca Juga: 4 Kelebihan dan Kekurangan Organisme Satu Sel dalam Melakukan Fungsi Tubuhnya
