10 Contoh Parikan Bahasa Jawa beserta Artinya

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh parikan bahasa Jawa dapat digunakan untuk menambah wawasan sekaligus menambah keakraban dalam pergaulan. Parikan masih sering terdengar dan terlihat hingga kini termasuk di media sosial.
Parikan itu tidak sulit sehingga akrab di telinga masyarakat Jawa Tengah, Jawa Timur dan Yogyakarta. Hanya saja yang perlu diperhatikan adalah penggunaan kata-kata yang sopan karena kadang terlalu kelewat batas saat digunakan.
Contoh Parikan Bahasa Jawa
Dikutip dari Parikan - Pantun Jawa: Puisi Abadi, Koesalah Soebagyo Toer (2011:5), parikan adalah sejenis puisi yang merakyat sehingga mudah diucapkan oleh siapa pun.
Dilihat dari jumlah baris atau gatra parikan dapat dibagi menjadi 2 macam, yaitu parikan pantun tunggal yang terdiri dari dua baris dan parikan pantun ganda yang terdiri dari empat baris.
Berikut adalah contoh parikan bahasa Jawa yang sering ditemui beserta artinya.
Abang-abang ora legi,
klambi abang merak ati.
Merah-merah tidak manis,
baju merah menarik hati.
Kembang gedhang dipangan sapi,
tinimbang begadhang aluwung ngaji.
Bunga pisang dimakan sapi,
daripada begadang lebih baik mengaji.
Beras wutah pitike mlayu,
sapa sing betah nyawang wong ayu.
Beras tumpah ayamnya lari,
siapa yang betah memandang orang cantik.
Omah gendheng disaponi,
Abot entheng ayo dilakoni.
Rumah beratap genting disapu,
Berat ringan mari dijalani.
Mangan gethuk ora nganggo klapa,
yen wes gathuk ngenteni opo?
Makan getuk tidak pakai kelapa,
kalau sudah cocok menunggu apa lagi?
Gethuk saka Sukaraja,
bakal kepethuk ing Jakarta.
Getuk dari Sukaraja,
akan bertemu di Jakarta.
Menyang kali manggul watu,
aja lali karo limang wektu.
Pergi ke kali memanggul batu,
jangan lupa sholat lima waktu.
Gajah diblangkoni,
wani kojah ora wani nglakoni.
Gajah dipakaikan blangkon,
berani bicara tapi tidak berani menjalani.
Sepur kluthuk sirahe ireng,
yen kepethuk atine seneng.
Kereta uap berkepala hitam,
jika bertemu hatinya senang.
Gethuk dibuntel godhong suruh,
yen kepethuk aja sombong lan angkuh.
Getuk dibungkus daun sirih,
kalau bertemu jangan sombong dan angkuh.
Baca juga: 3 Contoh Geguritan Tradisional dan Modern Singkat dengan Berbagai Tema
Itulah contoh parikan bahasa Jawa yang sering berhasil ketika digunakan untuk menghangatkan suasana. Model parikan ini bisa diterapkan ke bahasa daerah lain. (lus)
