10 Contoh Perilaku Al Malik dalam Kehidupan Sehari-hari

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Al Malik termasuk salah satu sifat Allah SWT yang terdapat dalam Asmaul Husna. Adapun contoh perilaku Al Malik yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari antara lain senantiasa bersikap baik dan tidak semena-mena terhadap orang lain.
Sebagai orang muslim hendaknya dapat meneladani sifat-sifat Allah SWT, termasuk sifat Al Malik. Hal ini bertujuan untuk mendorong pribadi agar mampu bertindak menjadi lebih baik.
Contoh Perilaku Al Malik
Berdasarkan buku 99 Rahasia Keajaiban Asmaul Husna Rahasia Kekuatan Asmaul Husna untuk Mengatasi Persoalan Hidup, Syafi'ie El Bantanie, (2009:6), Al Malik secara bahasa berarti raja atau penguasa. Al-Malik mengandung pengertian penguasaan terhadap sesuatu karena kekuatan pengendalian.
Meneladani Al Malik dapat dilakukan dengan beberapa cara. Agar lebih memahami bentuk penerapannya, di bawah ini ialah contoh perilaku Al Malik yang dapat disimak lebih lanjut.
Dapat menundukkan diri untuk menjalankan segala perintah Allah dengan sebaik-baiknya.
Mampu menguasai hawa nafsu dan yang sifatnya dunia agar tidak terbawa ke dalam keburukan. Lantaran dunia ini penuh dengan tipu daya. Sehingga hindari perilaku tercela yang mempengaruhi kedudukan seorang muslim di akhirat kelak.
Memimpin dan menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan untuk memperoleh rahmat Allah SWT.
Berusaha untuk bersikap baik agar dapat bermanfaat bagi orang-orang di sekitarnya.
Tidak berperilaku semena-mena terhadap orang lain, baik karyawan, keluarga, maupun tetangga.
Menjadi seorang penguasa yang mampu bijaksana dalam menentukan setiap keputusan.
Berlatih untuk menjadi manusia yang senantiasa merasa syukur terhadap pemberian rezeki dan nikmat dari Allah SWT.
Mampu menahan diri dari amarah. Terlebih amarah termasuk sifat yang tidak disukai oleh Allah SWT. Sehingga sebisa mungkin untuk melatih kemampuan mengontrol emosi saat berada dalam berbagai situasi.
Apabila dipercaya untuk menjadi pemimpin, maka jadilah penguasa yang tidak sombong dan sewenang-wenang. Dengan menjadi pemimpin yang baik, perilaku tersebut dapat mendatangkan rahmat Allah SWT.
Menyadari bahwa manusia memiliki kekuasaan yang terbatas. Pasalnya, kekuasaan maupun jabatan seseorang dapat dengan mudah beralih ke pihak lain. Berbeda halnya, dengan kekuasaan Allah yang sifatnya kekal.
Baca Juga: 5 Contoh Perilaku Zuhud di Sekolah
Mempelajari contoh perilaku Al Malik dapat berguna untuk memperluas wawasan tentang ilmu agama. Selain itu, sikap ini perlu diaktualisasikan dalam keseharian agar terbentuk perilaku akhlakul karimah dalam diri. Semoga bisa memberikan manfaat bagi pembaca. (Riyana)
