Konten dari Pengguna

10 Contoh Zat Pengental Alami dan Buatan untuk Makanan

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh zat pengental. Sumber: unsplash.com/DiliaraGarifullina.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh zat pengental. Sumber: unsplash.com/DiliaraGarifullina.

Contoh zat pengental yang sering digunakan para ibu di dapur umumnya aman untuk makanan karena dari bahan alami. Sedangkan sebagian penjual makanan atau industri makanan sering menggunakan pengental buatan.

Zat pengental alami maupun buatan dapat sama-sama aman untuk makanan asal memperhatikan takaran dan tanda food grade. Karena itu, wawasan tentang zat pengental makanan harus terus diperbaharui.

10 Contoh Zat Pengental Makanan

Ilustrasi contoh zat pengental. Sumber: unsplash.com/SamaHosseini.

Zat pengental dibutuhkan tidak hanya untuk meningkatkan kekentalan atau viskositas makanan, tapi juga untuk menjaga stabilitas tekstur makanan agar lebih awet dan untuk memperbaiki rasa agar lebih mantap.

Dikutip dari Panduan Mengolah 20 Jenis Buah, Suyanti (2010:40), berikut adalah contoh zat pengental yang biasa digunakan, baik menggunakan bahan alami maupun buatan:

  1. Carboxyl Methyl Cellulose (CMC) CMC bermanfaat untuk mengentalkan sekaligus menstabilkan adonan makanan sehingga lebih awet. Contoh: es krim, selai, minuman, saus, sirup dan sebagainya.

  2. Gelatin Banyak yang masih ragu apakah gelatin haram atau halal. Sekarang sudah banyak merek gelatin halal. Gelatin digunakan untuk pembuatan puding, es krim dan jeli.

  3. Pektin Pektin merupakan bahan hidrokoloid karbohidrat yang berasal dari tanaman. Biasanya pektin digunakan pada jeli atau selai.

  4. Karagenan Karagenan terbuat dari rumput laut merah. Contoh makanan yang menggunakan zat pengental karagenan adalah susu coklat, krim kocok, santan, puding, olahan daging dan lain-lain.

  5. Tepung Terigu Tepung terigu dapat digunakan untuk mengentalkan sup krim atau pasta. Caranya cukup dengan mencampur bahan sup, air dan terigu di atas api kecil.

  6. Tepung Maizena Tepung maizena dikenal luas sebagai pengental masakan, terutama pada chinese food. Contohnya sup asparagus kepiting asam manis, capcay dan sebagainya.

  7. Kuning Telur Kuning telur umumnya digunakan untuk mengentalkan vla sebagai pelengkap agar-agar, kue sus, eclair dan sebagainya.

  8. Tepung Tapioka Tepung tapioka populer untuk pembuatan bakso, cilok, siomay dan sejenisnya.

  9. Tepung Beras Penggunaannya seperti tepung maizena tapi lebih disukai dalam pembuatan jajan pasar, seperti bubur candil atau sumsum. Meski butuh dua kali lebih banyak dari maizena tapi hasil penggunaan tepung beras lebih pekat. Sedangkan maizena lebih bening.

  10. Tepung Roti Tepung roti dapat digunakan untuk mengentalkan saus yang berwarna putih. Meski teksturnya akan terlalu pekat bagi yang tidak suka, tapi berguna untuk memanfaatkan sisa roti tawar.

Baca juga: Pengertian, Fungsi dan Contoh Embalase

Itulah contoh zat pengental alami dan buatan untuk makanan yang perlu diketahui. Sebagian besar zat pengental di atas mudah ditemukan di sekitar. (lus)