Konten dari Pengguna

10 Sifat Cat Minyak dalam Karya Seni Rupa

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sifat cat minyak. Sumber: pexels.com/LeelooTheFirst.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sifat cat minyak. Sumber: pexels.com/LeelooTheFirst.

Sifat cat minyak bagi sebagian orang sulit diaplikasikan ke media lukisan. Saat ini pewarna untuk melukis itu bermacam-macam, ada cat air, krayon, pensil, dan sebagainya. Banyak pewarna yang bisa digunakan tanpa mencampur dengan bahan lain.

Cat minyak merupakan pilihan utama sebagian besar pelukis terkenal. Cat minyak tetap menjadi favorit dalam seni lukis karena beberapa alasan. Jika ingin menggunakan cat minyak dengan baik maka harus sering berlatih.

Sifat Cat Minyak

Ilustrasi sifat cat minyak. Sumber: pexels.com/ValeriiaMiller.

Banyak orang yang enggan menggunakan cat minyak lantaran sulit dihapus jika terkena tangan atau baju. Pengaplikasian cat ini juga membutuhkan kesabaran karena tidak langsung kering setelah kegiatan melukis selesai.

Namun para seniman justru banyak yang memilih cat minyak karena alasan tertentu. Jadi, menarik untuk mengetahui apa saja sifat cat ini. Berikut adalah sifat cat minyak dalam karya seni rupa, yang dikutip dari Pendidikan Seni: Seni Rupa untuk SMP Kelas 1, Dedi Nurhadiat (2004:9).

  1. Cat minyak membutuhkan waktu pengeringan yang lama karena disuspensi dengan minyak cat atau minyak linsa, bukan air. Minyak linsa terbuat dari biji bunga matahari. Karena itu, jika melihat lukisan cat minyak yang baru saja selasai, jangan dicolek.

  2. Cat minyak berbau menyengat yang juga disebabkan karena suspensi dengan media minyak tersebut. Namun karena sudah terbiasa, para pelukis tidak pernah menggunakan masker.

  3. Cat minyak juga bisa dibuat dari titanium oksida, minyak linsa dan pewarna. Titanium oksida sering digunakan dalam produk perawatan kulit manusia untuk memberi efek cerah.

  4. Umumnya cat minyak memiliki warna yang solid. Untuk mendapatkan warna yang lebih muda, bisa dicampur dengan cat minyak yang berwarna putih.

  5. Cat minyak memiliki cakupan gradasi yang lebih luas daripada cati lainnya.

  6. Cat minyak memberikan tekstur yang sangat bagus sehingga dapat membuat para pecinta seni terpesona dengan mudah.

  7. Cat minyak dijual dalam bentuk tube. Jangan lupa untuk menutupnya jika sudah selesai melukis agar tidak kering.

  8. Lukisan dengan cat minyak menggunakan kanvas yang direntangkan dengan spanram kayu karena cat minyak memerlukan ketebalan kanvas agar cat dapat menempel dengan baik.

  9. Cat minyak mendukung gaya melukis yang lebih bebas karena cat tersebut bisa saling menutupi sehingga seluruh bidang dapat tertutup gambar.

  10. Lukisan dengan cat minyak telah terbukti awet hingga ratusan tahun. Contohnya, lukisan Monalisa karya Leonado da Vinci.

Baca juga: 3 Contoh Lukisan yang Mudah Dibuat dan Tips untuk Pemula

Itulah sifat cat minyak sehingga menjadi favorit para pelukis terkenal dunia. Pemilihan bahan sangat penting untuk karya seni yang bernilai tinggi. (lus)