Konten dari Pengguna

11 Prinsip Kode Etik Guru yang Perlu Patut Dipahami oleh Tenaga Pendidik

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

11 Prinsip Kode Etik Guru (Foto hanya ilustrasi) Sumber: unsplash/Taylor Flowe
zoom-in-whitePerbesar
11 Prinsip Kode Etik Guru (Foto hanya ilustrasi) Sumber: unsplash/Taylor Flowe

Sebagai seorang tenaga pendidik, ada kode etik profesi yang perlu ditaati. Secara keseluruhan terdapat 11 prinsip kode etik guru yang menjelaskan bagaimana guru harus bersikap profesional selama menjalankan tugasnya.

Kode etik tersebut perlu dipegang dan dilakukan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Misalnya etika untuk menyadari bahwa profesinya memiliki pengaruh bagi para siswanya.

11 Prinsip Kode Etik Guru dan Penjelasannya

11 Prinsip Kode Etik Guru (Foto hanya ilustrasi) Sumber: unsplash/ Tra Nguyen

Dikutip dari Buku Ajar Kode Etik Profesionalisme Guru oleh Maria Titik Windarti (2023:10), kode etik profesi adalah sistem nilai yang menyatakan apa yang benar dan apa yang salah, apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Kode etik adalah kumpulan norma-norma yang merupakan pedoman perilaku profesional dalam melaksanakan profesinya.

Adapun 11 prinsip kode etik guru yang perlu dipegang teguh adalah sebagai berikut.

1. Integritas Intelektual

Integritas intelektual yaitu etika untuk menghargai ilmu, bagaimana ilmu itu dipelajari, disampaikan dan tujuan baik di baliknya. Seorang guru wajib mengajarkan ilmu yang baik dan bermanfaat terhadap para muridnya.

2. Integritas Kejujuran

Maksud etika integritas kejujuran yaitu menyampaikan ilmu dengan sebenar-benarnya kepada murid. Guru tidak boleh membuat ilmu yang disampaikannya melenceng dari tujuan aslinya. Misalnya mengajarkan murid untuk benci terhadap golongan tertentu dan sebagainya.

3. Integritas Moral

Etika integritas moral yaitu guru wajib mengajarkan ilmu dengan tujuan membentuk moral yang baik bagi muridnya. Guru juga harus mengajarkan ilmu sesuai dengan metode yang semestinya sekalipun guru tidak menyukai materi yang diajarkan.

4. Tidak Berpihak

Etika tidak berpihak menekankan bahwa seorang guru harus netral kepada seluruh muridnya. Tidak ada perlakuan membedakan murid satu dengan lainnya.

5. Memiliki Wawasan Kemanusiaan

Guru wajib memiliki wawasan kemanusiaan. Dengan demikian, selama menjalankan profesinya, guru bisa saling menghormati satu sama lain, apa pun status seseorang yang diajar olehnya.

6. Menghormati Keluarga dan Keadaan Sosial Orang yang Diajar

Guru wajib memahami bahwa keragaman suku, ras dan budaya serta keadaan sosial bukan menjadi alasan untuknya memperlakukan orang lain denan tidak hormat.

7. Memiliki Tanggung Jawab Pengaruh

Kesadaran memiliki tanggung jawab pengaruh adalah kesadaran diri bahwa di balik profesi sebagai guru ada tanggung jawab untuk memberikan pengaruh yang baik. Guru selalu dicontoh oleh muridnya karena memiliki pengaruh sebagai role model.

8. Kerendahan Hati

Guru perlu memiliki kerendahan hati dan tidak merasa tinggi dengan profesi yang disandangnya. Hal ini akan membuat murid merasa tenang dan damai ketika dekat dengannya.

9. Kolegialitas

Guru perlu menghormati dan mampu bekerja sama dengan rekan kerja profesional yang ada di dalam lingkungan pekerjaannya.

10. Kemitraan

Guru perlu mengakui dan menerima kontribusi murid sebagai pihak yang diajar dan rekan dalam mengajar. Jadi, peran guru tidak bisa berdiri sendiri tanpa pihak yang diajar.

11. Mendahulukan Kepentingan Orang Lain

Guru juga perlu memahami untuk mendahulukan kepentingan orang lain. Dalam hal ini, orang lain adalah orang-orang yang membutuhkan pengajaran dan ilmu.

11 prinsip kode etik guru di atas perlu dipahami oleh tenaga pendidik. Kode etik tersebut bukan hanya sebagai aturan tertulis namun digunakan sebagai pedoman dalam menyandang profesi guru. (IMA)

Baca juga: Apa Hal Menarik yang Guru Temukan Saat Mengerjakan Tugas Aksi Nyata Modul 3?