12 Alat Musik Khas Aceh dan Penjelasannya

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Alat musik khas Aceh sering tampil dalam misi kebudayaan Aceh. Saat ini banyak orang lebih mengenal tari dri Aceh seperti saman dan seudati ketimbang alat musik dari kota yang dijuluki Serambi Mekkah itu.
Sebenarnya alat musik tradisional sering ikut dalam misi kesenian Aceh bersama tari saman dan seudati, namun jarang diperkenalkan secara khusus. Alat musik Aceh juga menarik untuk diketahui.
Alat Musik Khas Aceh
Nanggroe Aceh Darussalam yang terletak di ujung barat Indonesia memiliki kekayaan seni dan budaya yang membanggakan termasuk alat musiknya. Karena itu, Aceh sering mewakili Indonesia dalam misi kebudayaan ke berbagai negara.
Berikut adalah beberapa alat musik khas Aceh, yang dikutip dari Ensiklopedia Seni dan Budaya: Alat Musik Tradisional, R. Toto Sugiharto dan Kawan-kawan (2016:7):
Arbab, yaitu alat musik gesek yang terbuat dari tempurung kelapa, kulit kambing, kayu, dan dawai. Sekarang arbab sulit ditemui.
Bangsi alas, yaitu alat musik tiup dari bambu. Bangsi dihanyutkan dulu di sungai jika ada orang meninggal. Bangsi seperti ini merdu suaranya.
Canang, yaitu alat musik pukul dari kuningan, yang digunakan sebagai pengiring tarian tradisional.
Geundrang, yaitu alat musik tabuh atau perkusi yang terbuat dari kulit kambing dan kayu nangka. Penabuhnya berupa stik berbentuk L.
Serune kalee, yaitu alat musik tiup yang terbuat dari bambu dan memiliki 7 lubang. Serune dimainkan bersama geundrang dan rapai yang berfungsi sebagai pengiring kesenian tradisional.
Taktok treng, yaitu alat musik pukul dari bambu. Jenisnya ada 2, yaitu yang digunakan di meunasah (langgar) dan digunakan di sawah.
Rapai, yaitu instrumen yang menyerupai rebana dengan berbagai ukuran yang terbuat dari kayu nangka. Rapai dibawa dari Baghdad oleh Syeh Rapi untuk syiar agama.
Tambo, yaitu alat musik pukul yang terbuat dari batang iboh, kulit sapi, dan rotan. Dahulu tambo berfungi seperti mikrofon untuk memanggil masyarakat rapat atau sholat.
Beureugu atau bereguh, yaitu alat musik tiup dari tanduk kerbau yang berfungsi sebagai alat komunikasi.
Celempong, yaitu instrumen dari potongan kayu yang dipangku oleh para wanita dengan posisi selonjor. Celempong digunakan untuk mengiringi tari inai di Tamiang.
Teganing, yaitu alat musik dari bambu dengan diameter besar dan tua yang dimainkan dengan cara memukul, bukan menggesek, dawai menggunakan stik.
Bebelan, yaitu alat musik tiup dari bambu yang memiliki lima lubang dengan nada yang berbeda.
Baca juga: Fungsi Saluang, Alat Musik dari Sumatra Barat, dan Jenis-jenisnya
Itulah alat musik khas Aceh dan penjelasannya. Alat musik Aceh beraneka ragam sehingga memperkaya seni dan budaya bangsa. (lus)
