Konten dari Pengguna

12 Contoh Kalimat Tembung Saroja beserta Artinya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Kalimat Tembung Saroja, foto:pixaby
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Kalimat Tembung Saroja, foto:pixaby

Dalam bahasa Jawa, terdapat banyak jenis tembung, salah satunya adalah tembung saroja. Contoh kalimat tembung saroja biasa dipakai oleh masyarakat Jawa pada percakapan sehari-hari.

Tembung tersebut digunakan dalam percakapan baik secara sengaja ataupun tidak sengaja. Beberapa contoh dari tembung saroja, seperti abang mbranang, adhem ayem, babak bundhas, edi peni, dan sepi mamring.

Kumpulan Contoh Kalimat Tembung Saroja

Ilustrasi Contoh Kalimat Tembung Saroja, foto:pixaby

Dikutip dari buku Bateng Terakhir Kesultanan Yogyakarta, Christopher dan Galang (2022:133), contoh kalimat tembung saroja memuat dua kata yang mempunyai arti sama dan digunakan secara bersamaan.

Di mana tembung tersebut mempunyai fungsi untuk memperkuat atau menegaskan dari arti kata pertama yang telah diucapkan. Untuk memahami mengenai tembung saroja, berikut adalah beberapa contoh dari kalimat tembung tersebut beserta artinya.

  1. Amir unda undi laire karo Ikbal. (Amir hampir bersamaan lahirnya dengan Ikbal).

  2. Dadi bocah kudu andhap asor marang wong tuwo. (Menjadi anak harus rendah hati kepada orang tua).

  3. Tangi-tangi isuk wis padhang jingglang. (Bangun tidur pagi sudah terang sekali).

  4. Woh lombok sing ditandur Pak Romy katon abang mbranang. (Buah cabe yang ditanam Pak Romy terlihat berwarna merah sekali).

  5. Awake wong iku gagah prakosa kok mung dadi wong ngemis. (Badan orang itu gagah perkasa kenapa kok jadi pengemis).

  6. Dadi murid iku kudu ndue tindak tanduk sing apik. (Menjadi murid itu harus mempunyai tingkah laku yang baik).

  7. Isuk-isuk Pak Imran mangan duren kongas ngamber. (Isuk-isuk Pak Imran makan durian semerbak baunya).

  8. Sampean kukuh bakuh men ngangkat watu kui, opo ora abot? (Kamu kuat sakali mengangkat batu itu, apa tidak berat?).

  9. Pak Ridwan yen ngajar sabar banget nganggo welas asih. (Pak Ridwan saat mengajar sabar sekali penuh belas kasih).

  10. Bu Rosidah kui wonge teguh santosa ngadepi kabeh masalah sing teka. (Bu Rosidah itu orangnya sangat kuat menghadapi semua masalah yang datang).

  11. Wis rasah dieling-eling maneh kabeh lalu lungse. (Sudah tidak perlu untuk diingat-ingat lagi semua sudah berlalu).

  12. Saiki jam 4 sore cuacane wis katon peteng ndedet. (Sekarang jam 5 sore cuacanya sudah terlihat gelap gulita).

Baca Juga: 21 Contoh Tembung Camboran Wutuh beserta Artinya

Demikian penjelasan beberapa contoh kalimat tembung saroja beserta dengan artinya. Semoga penjelasan tersebut dapat menjadi bahan belajar dan menambah wawasan pembaca dalam mengenal salah satu jenis tembung yang terdapat dalam bahasa Jawa. (PAM)