13 Contoh Majas Eufimisme dalam Kalimat Bahasa Indonesia

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Majas eufimisme dalam bahasa Indonesia merupakan majas yang digunakan untuk memperhalus kalimat yang dirasa kasar ataupun kurang sopan. Untuk lebih mengenal majas tersebut, maka perlu mengetahui contoh majas eufimisme dalam kalimat bahasa Indonesia.
Penggunaan majas ini sering dipakai untuk berbicara dengan orang yang lebih tua dan yang harus dihormati. Dengan demikian majas eufimisme berkaitan dengan bentuk konotasi positif dalam kalimat tertentu.
Kumpulan Contoh Majas Eufimisme
Mengutip dari buku Analisis Bentuk, Fungsi, dan Makna Majas dalam Bahasa Tetun, Rofinus Take (2023:120), majas eufimisme adalah gaya bahasa berupa pengungkapan yang sifatnya menghaluskan agar tidak menyinggung perasaan orang lain yang bahasa tidak terasa tajam.
Dengsn demikian majas eufimisme digunakan sebagai pengganti ungkapan yang dirasa kasar dan dianggap merugikan atau tidak menyenangkan. Agar lebih memahami terkait majas ini. Berikut contoh majas eufimisme dalam kalimat bahasa Indonesia.
Jenazah beliau akan dikebumikan di TPU Sekar Gambir. (dikebumikan = dikubur)
Ibuku saat ini sebagai guru di kelas tunarungu. (tunarungu = tidak dapat mendengar)
Kakek telah pergi ke alam abadi. (ke alam abadi = meninggal)
Saudara mempunyai kemampuan khusus. (kemampuan khusus = gangguan perkembangan)
Adikku mengalami sedikit ketinggalan dalam belajar. (ketinggalan=bodoh)
Terdapat seorang tunanetra yang menyeberang jalan sendirian. (tunanetra = buta)
Pramusaji di rumah makan Padang sangat ramah. (pramusaji = pelayan)
Terdapat banyak pasien di rumah sakit yang membutuhkan pertolongan segara pasca bencana gempa bumi. (pasien = orang sakit)
Puluhan mahasiswa diamankan ke kantor polisi secara paksa tanpa bukti yang jelas. (diamankan = ditangkap)
Aku tidak menemukan kamar kecil di bagian utara rumah ini. (kamar kecil = toilet)
Lapisan masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah sulit untuk membiayai pendidikan anaknya. (ekonomi menengah ke bawah = miskin)
Pramuniaga sedang menawarkan rokok terbaru dengan harga terjangkau. (pramuniaga = sales)
Karyawan toko itu diistirahatkan sementara dari tugasnya. (diistirahatkan sementara = skorsing)
Itulah contoh majas eufimisme dalam kalimat bahasa Indonesia yang dipakai untuk menggantikan kata-kata kasar ataupun kurang sopan. Dari contoh ini dapat digunakan dalam berbicara dengan orang lain agar tidak menyinggung atau menyakiti perasaan lawan bicara. (PAM)
Baca Juga: 20 Contoh Majas Paradoks dalam Kalimat
