Konten dari Pengguna

14 Contoh Cangkriman Wancahan dalam Bahasa Jawa beserta Artinya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Cangkriman Wancahan, foto:pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Cangkriman Wancahan, foto:pexels

Cangkriman wancahan merupakan teka-teki dalam bahasa Jawa yang berisi kalimat pendek berupa singkatan. Di mana singkatan tersebut terkesan lucu dan aneh. Agar memahami cangkriman tersebut, maka perlu mengetahui contoh cangkriman wancahan dan artinya.

Pada umumnya akronim yang dipakai pada cangkriman tersebut diambil dari suku kata pada bagian depan dan belakang. Sehingga cangkrimn tersebut juga dapat dikatan sebagai permainan kata yang harus ditebak.

Kumpulan Contoh Cangkriman Wancahan

Ilustrasi Contoh Cangkriman Wancahan, foto:pexels

Mengutip dari buku Etnologi Jawa, Suwardi (2015:73), contoh cangkriman wancahan berisi dua kata atau lebih yang sengaja dipendekkan atau disingkat. Di mana singkatan tersebut diambil dari suku kata terakhir, kemudian digabung.

Secara umum cangkriman tersebut termasuk dalam teka-teki Jawa khas. Di mana berupa pertanyaan tradisional yang membutuhkan terkaan. Selain itu isinya cukup menggelitik, sehingga cocok dipakai sebagai sarana mengisi obrolan atau dialog santai bersama teman.

Agar lebih memahami terkait cangkriman wancahan, berikut adalah beberapa contoh cangkriman tersebut beserta artinya.

  1. Burnas kopen = bubur panas kokopen. (Makan bubur panas).

  2. Buta buri = Tebu ditata mlebu lori. (Pohon tebu ditata masuk lori).

  3. Gamoh thuwet = paga amoh, munthu awet. (Tempat perkakas dapur rusak, alat menyambal awet).

  4. Gerbing tulis = pager kobong watune mendehlis. (Pagar terbakar batunya terlihat menonjol).

  5. Kablak ketan = nangka tiba ning suketan. (Buah nangka jatuh di rerumputan).

  6. Lesmba dhonge karwe pete = tales ombo godhonge cikar dawa tipete. (Talas lebar daunnya, cikar panjang bekasnya).

  7. Pak bomba, pak lawa, pak piyu = tapak kebo amba, tapak ula dawa, tapak pitik ciyut. (Jejak kerbau lebar, jejak ular panjang, jejak ayam kecil).

  8. Segara beldhes = segane pera sambele pedhes. (Nasinya kering sambelnya pedas).

  9. Surles penen = susur teles pepenen. (Jemur piang yang masih basah).

  10. Yumaherong = yuyu omahe ngerong. (Kepiting rumahnya di dalam lubang).

  11. Rangsinyu, muksita = jurang isi banyu, gumuk isi watu. (Jurang berisi air, bukit kecil berisi batu).

  12. Tuwok rawan = untune krowok, rasane ora karuan. (Gigi berlubang, sakitnya luar biasa).

  13. Wit dhuyung = yen dijiwit aduh bhiyung. (Ketika dicubit sakit sekali).

  14. Kicak ketan = kaki macak iket-iketan. (Kakek berhias memakai daster).

Baca Juga: 3 Contoh Tembang Sinom dalam Karya Sastra Jawa

Dari contoh cangkriman wancahan dalam bahasa Jawa dapat digunakan referensi belajar siswa. Selain itu juga dapat diajarkan secara langsung oleh orang tua kepada anaknya sejak dini sebagai upaya untuk melestarikan warisan budaya Jawa. (PAM)