Konten dari Pengguna

14 Contoh Kata Sisipan dan Kalimatnya dalam Bahasa Indonesia

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh kata sisipan. Sumber: Pexels/Leah Newhouse
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh kata sisipan. Sumber: Pexels/Leah Newhouse

Terdapat banyak contoh kata sisipan dalam bahasa Indonesia yang dapat diterapkan di berbagai kalimat. Fungsi kata tersebut adalah menciptakan kata baru dan mengubah makna kata. Pada umumnya terletak pada tengah sebuah kata.

Mempelajari penempatan sisipan dan bagaimana menggunakannya dalam sebuah kalimat, menjadi dasar pengetahuan bahasa Indonesia. Tujuannya agar sebuah kalimat dapat mudah dimengerti.

Contoh Kata Sisipan

Ilustrasi contoh kata sisipan. Sumber: Pexels/Pixabay

Menurut buku Cara Mudah Menghadapi Ujian Nasional, Tim Matrix Media Literata (2006:8), sisipan atau infiks adalah imbuhan yang dibubuhkan di tengah-tengah kata. Sisipan meliputi -el, -em, -er, dan meliputi berbagai makna.

Berikut beberapa contoh kata sisipan dan kalimatnya sebagai bahan ajar bahasa Indonesia.

  1. Anggota keluargaku gemetar mendengar peringatan bencana gunung meletus. (kata getar + -em= gemetar)

  2. Suara gemuruh itu setiap malam terdengar dari kampung sebelah. (kata guruh+ -em= gemuruh)

  3. Gemerincing suara kunci terdengar ketika ia masuk ke depan rumah. ( kata gerincing + -em= gemerincing)

  4. Mempelajari materi tali-temali terdapat pada pendidikan dasar pramuka. (kata tali + -em= temali)

  5. Bambang selalu mengumpulkan serabut kelapa untuk dijual di pasar. (kata sabut + -er= serabut)

  6. Seluruh keluarga terperanjat mendengar kabar duka dari kampung halaman. (ter + kata panjat+ -er )

  7. Para arkeolog menemukan reruntuhan candi Sambisari yang berusia ratusan tahun. (kata runtuh + -er)

  8. Jari telunjuk ayah terluka akibat membersihkan rumput di taman. (kata tunjuk + -el)

  9. Telapak tangannya gatal terkena ulat bulu. (kata tapak + -el)

  10. Detektif melakukan penyelidikan dengan hati-hati. (kata penyidik + -el + an)

  11. Kita harus menghormati leluhur yang telah mendahului kita. (kata luhur + -el)

  12. Mobilku melaju kencang melewati hutan yang gelap. ( kata maju + -el)

  13. Kemilau dari perhiasan itu membuatnya tampak mewah dan berkelas. (kata kilau + -em)

  14. Anak-anak bermain gelembung sabun dengan ceria. (kata gembung + -el)

Baca Juga: 10 Contoh Kalimat Tanya dan Jawabannya dalam Bahasa Indonesia

Berbagai contoh kata sisipan yang digunakan dalam kalimat dapat memberi makna yang sedikit berbeda dengan kata aslinya. Pengetahuan ini menjadi dasar dalam pembelajaran bahasa Indonesia. (DVA)