Konten dari Pengguna

14 Contoh Limbah Anorganik Cair dalam Kehidupan Sehari-Hari

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh limbah anorganik cair. Sumber: www.unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh limbah anorganik cair. Sumber: www.unsplash.com

Limbah adalah zat yang dihasilkan dari suatu proses produksi, baik industri maupun domestik atau rumah tangga. Ada empat wujud limbah, salah satunya berupa limbah cair. Adapun contoh limbah anorganik cair dalam kehidupan sehari-hari antara lain adalah bekas air sabun cucian.

Mengutip buku Teknik Analisis Limbah Cair, Nur Farida, ‎Dyah Ayu Sri Hartanti, M.Si. (2021:15), limbah cair mengandung berbagai macam zat padat dari material yang kasar sampai dengan material yang bersifat koloida, yaitu salah satu sifat dari tiga jenis campuran yang ada dalam kimia.

Contoh Limbah Anorganik Cair dari 3 Klasifikasi

Ilustrasi Contoh limbah anorganik cair. Sumber: www.unsplash.com

Proses yang terjadi pada limbah berasal dari sisa suatu hasil usaha dan atau kegiatan yang berwujud cair. Jadi, limbah cair merupakan sisa hasil buangan proses produksi atau aktivitas domestik yang berupa cairan dan termasuk pada limbah lunak anorganik.

Lantas, apa saja contoh limbah anorganik cair dari tiga klasifikasi yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari? Berikut penjelasannya.

1. Limbah Cair Domestik atau Limbah Cair Rumah Tangga

Limbah cair ini merupakan hasil buangan dari lingkungan perumahan atau rumah tangga, bangunan, lingkungan perdagangan seperti pasar, dan perkantoran. Contoh limbah cair domestik antara lain:

  1. Air sabun detergen sisa cucian atau sabun mandi

  2. Minyak jelantah

  3. Air tinja

  4. Sisa pupuk pertanian

2. Limbah Cair Industri

Ini adalah jenis limbah cair yang berasal dari hasil buangan industri. Contoh limbah cair industri, yaitu:

  1. Limbah tempe atau limbah tahu

  2. Residu pewarna makanan dan pakaian

  3. Residu larutan pengawet

  4. Air pencuci dari bahan produksi

  5. Besi dalam air

  6. Limbah laundry

  7. Air raksa

3. Rembesan dan Luapan

Limbah cair ini berasal dari berbagai sumber yang memasuki saluran melalui rembesan ke dalam tanah atau melalui luapan dari permukaan. Contohnya antara lain:

  1. Air buangan dari talang atap

  2. Buangan dari pendingin ruangan (AC)

  3. Limbah air hujan

Baca juga: 3 Contoh Produk Bioteknologi yang Memanfaatkan Limbah sebagai Bahan Bakar

Pengelolaan Limbah Anorganik Cair

Ilustrasi Contoh limbah anorganik cair. Sumber: www.unsplash.com

Seperti limbah lainnya, limbah cair juga memberikan dampak buruk, yaitu dapat mencemari air dan tanah. Namun, ada cara dan upaya agar pencemaran limbah cair tidak semakin parah, yaitu dengan mengolah limbah cair dengan tepat. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan.

1. Penyaringan

Cara penyaringan atau filtrasi dapat memisahkan partikel tersuspensi dan air.

2. Florasi

Proses ini merupakan penanganan limbah yang dilakukan dengan membuang dan memisahkan limbah. Cara ini dilakukan dengan memisahkan partikel yang mengapung di air.

3. Penyerapan

Karbon diperlukan dalam proses penyerapan ini, agar ketika proses penyerapan ini terjadi, partikel yang tidak diperlukan dapat diserap serta dipisahkan dari air.

4. Pengendapan

Proses pengendapan ini dilakukan agar bahan yang tidak mudah terlarut bisa dengan mudah dipisahkan dari air. Dalam proses ini, akan dilakukan dengan menambahkan elektrolit.

5. Penyisihan

Penyisihan ini dilakukan dengan mengoksidasi limbah agar zat beracun dapat dipisahkan dari air.

6. Menghilangkan Material Organik

Agar material organik yang berada di dalam air hilang dan hancur, maka pada proses ini dilakukan pemberian mikroorganisme.

7. Menghilangkan Organisme

Proses ini bertujuan menghilangkan organisme yang menyebabkan penyakit dan dilakukan dengan menggunakan sinar ultraviolet dan menambahkan khlorin.

8.Mengurangi Limbah Cair

Ini adalah cara yang paling mudah, yaitu dengan mengefisienkan produksi. Dengan begitu, limbah yang dihasilkan dapat diminimalisir.

Itu dia contoh limbah anorganik cair yang bisa diketahui. Dengan cara pengelolaan yang tepat, maka risiko dan dampak buruk pada lingkungan bisa diminimalisir. (VAN)