Konten dari Pengguna

15 Contoh Event Memory, Isi Ingatan Jangka Panjang dalam Psikologi

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh event memory. Sumber: unsplash.com/LauraFuhrman.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh event memory. Sumber: unsplash.com/LauraFuhrman.

Contoh event memory menggambarkan bagaimana manusia dapat menyimpan ingatan jangka panjang. Manusia memiliki sistem yang dapat mengingat suatu kejadian atau fakta yang pernah ditangkap oleh indranya.

Setiap hari manusia mengalami berbagai kejadian dan terus akan bertumpuk selama bertahun-tahun hidupnya. Sistem dalam tubuh manusia dapat mengemas informasi tersebut agar suatu saat dapat dimunculkan jika diperlukan.

Contoh Event Memory dalam Memori Jangka Panjang

Ilustrasi contoh event memory. Sumber: unsplash.com/AnitaJankovic.

Dikutip dari Otak dan Perilaku, Kris H. Timotius (2018:196), event memory adalah memori terhadap suatu peristiwa yang dibentuk oleh memori jangka panjang. Event memory (memori kejadian) adalah kemampuan untuk mengingat kembali kejadian-kejadian spesifik.

Dalam ilmu psikologi, memori jangka panjang ada 2 macam yang dikemas dan dapat digali lagi, yaitu memori deklaratif yang menyangkut fakta pribadi, dan prosedural yang berisi cara melakukan sesuatu.

Berikut adalah contoh event memory yang mungkin dimiliki seseorang.

  1. Memori tentang tempat-tempat di mana pernah tinggal lama, misalnya tinggal di Jogja 2 tahun, lalu pindah ke Semarang 4 tahun.

  2. Memori tentang kemampuan atau cara menjalankan kendaraan, misalnya kemampuan gowes dan menyetir mobil.

  3. Memori tentang kemampuan melakukan kegiatan kesenian, misalnya kemampuan melukis dan memainkan musik.

  4. Memori tentang menjalankan suatu kompetensi, misalnya kemampuan menulis dan membuat website.

  5. Memori tentang perilaku seseorang, antara lain sopan, galak, baik, pendiam bahkan sering berhutang.

  6. Memori tentang letak benda, misalnya mengingat di mana letak penyimpangan barang-barang.

  7. Memori tentang dekripsi suatu benda, yaitu mampu memberikan gambaran benda-benda yang pernah dilihat, baik besar maupun kecil.

  8. Memori tentang alamat atau peta, yaitu kemampuan menjelaskan cara atau rute menuju ke suatu alamat.

  9. Memori tentang prinsip-prinsip yang menjadi pegangan hidup, terkait agama, budaya dan hukum.

  10. Memori tentang nilai-nilai sosial yang dianut dalam hidup, terkait benar atau salah, sopan atau tidak sopan, baik atau buruk dan sebagainya.

  11. Memori tentang kemampuan berhitung, baik untuk keperluan pribadi, berdagang maupun pendidikan.

  12. Memori tentang kemampuan bahasa, misalnya mampu berbicara dalam bahasa Spanyol atau menulis huruf hiragana.

  13. Memori tentang orang-orang yang pernah mengajar, misalnya guru atau dosen.

  14. Memori tentang nama-nama anggota keluarga besar atau saudara jauh.

  15. Memori tentang kemampuan memasak dengan mengingat banyak resep.

Baca juga: 3 Mata Kuliah Psikologi yang Umum Diajarkan

Contoh event memory banyak berkaitan dengan hal-hal khusus yang dialami secara pribadi. Memori perlu dirawat karena informasi yang baik dapat meningkatkan kompetensi, sedangkan informasi yang buruk dapat dijadikan pelajaran. (lus)