Konten dari Pengguna

15 Contoh Homofon beserta Pengertian dan Cirinya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh homofon beserta pengertian dan cirinya. Sumber: Pixabay/ThoughtCatalog
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh homofon beserta pengertian dan cirinya. Sumber: Pixabay/ThoughtCatalog

Homofon merupakan kata yang sama dalam pengucapannya dengan kata lain, tetapi berbeda ejaan dan maknanya. Contoh homofon yaitu kata "bank" (tempat menyimpan uang) dengan kata "bang" (panggilan untuk kakak laki-laki).

Kata jenis ini kerap membuat bingung seseorang dalam memahaminya, karena mempunyai pengucapan yang sama, tetapi penulisannya berbeda. Umumnya kata homofon baru bisa dimengerti maknanya jika melihat konteks yang dipakai dalam kalimat tersebut.

Pengertian dan Ciri Homofon

Ilustrasi pengertian dan ciri homofon. Sumber: Pixabay/Pexels

Homofon berasal dari Kata Yunani, yaitu homos berarti sama dan phone berarti bunyi. Jadi, homofon adalah dua kata atau lebih yang memiliki lafal atau bunyi yang sama, tetapi ejaan dan maknanya berbeda.

Dikutip dalam buku Think Smart Bahasa Indonesia untuk Kleas XII SMA/MA Program Bahasa oleh Ismail Kusmayadi (2007:48) homofon adalah kata kata yang memiliki bunyi sama, tetapi ejaan dan artinya berbeda.

Dalam bahasa Indonesia bentuk homofon tidak banyak karena sistem ejaan bahasa Indonesia sudah cukup baik. Adapaun ciri dari kata homofon yaitu:

  • Pengucapan yang sama: Kata homofon diucapkan dengan cara yang sama, meskipun memiliki makna dan ejaan yang berbeda. Contoh kata "Bank" dan "Bang".

  • Ejaan yang berbeda: Meskipun kata homofon memiliki pengucapan yang sama, ejaannya berbeda. Contoh, kata "Pack" dan "Pak" memiliki pengucapan yang sama.

  • Makna yang berbeda: Kata homofon memiliki makna yang berbeda meskipun pengucapannya sama. Contoh, kata "Sangsi" dan "Sanksi" memiliki makna yang berbeda.

  • Konteks yang berbeda: Kata homofon dapat memiliki makna yang berbeda tergantung pada konteks penggunaannya.

Contoh Homofon

Ilustrasi contoh homofon. Sumber: Pixabay/cocoparisienne

Untuk lebih memahami penjelasan di atas, simak contoh homofon berikut ini.

  1. Rok (pakaian perempuan bagian bawah): "Lisa memakai rok yang dibelikan oleh ibunya."

    Rock (aliran musik): "Budi sangat menyukai aliran musik rock."

  2. Sanksi (hukuman): "Majelis Hakim memberikan sanksi 10 tahun penjara terhadap terdakwa."

    Sangsi (ragu): "Aku masih sangsi dengan kemampuanmu memainkan piano."

  3. Jarum (logam kecil yang runcing dan tajam): "Vaksinasi COVID-19 diberikan melalui jarum suntik."

    Djarum (merek rokok): "Ayah meminta tolong Adi untuk membelikan rokok Djarum di warung."

  4. Maia (nama orang): "Maia Estianty merupakan salah satu juri Indonesian Idol."

    Maya (tidak nyata): "Semua mimpi itu hanyalah maya."

  5. Masa (waktu): "Masa pelarian merupakan masa–masa sulit yang dialami oleh Siti Bandriah."

    Massa (ukuran berat): "Massa suatu benda di berbagai tempat adalah sama, sedangkan yang berbeda adalah gaya beratnya karena dipengaruhi oleh gaya grafitasi."

  6. Tang (alat untuk menjepit atau mencabut): "Aku mencabut paku yang tertancap di dinding menggunakan paku."

    Tank (kendaraan perang berlapis baja): "Prabowo Subianto sedang meninjau tank baru milik TNI Angkatan Darat."

  7. Tujuh (angka): "PBB telah merilis tujuh keajaiban dunia yang baru, satu di antaranya adalah Candi Borobudur."

    Tuju (pergi ke arah): "Karena jaringan internet putus halaman website yang di tuju tidak bisa dibuka."

  8. Bang (panggilan untuk kakak): "Bang Sani menyuruhku pergi ke warung membeli kopi."

    Bank (tempat menyimpan uang): "Aku lebih suka menabung di bank daripada menabung dalam celengan."

  9. Babat (menebas): "Pria itu babat habis pohon di hutan."

    Babad (riwayat): "Rani sedang membaca babad tanah Jawa."

  10. Syarat (sesuatu yang harus dipenuhi): "Untuk bisa masuk ke sekolah impiannya, ada beberapa syarat yang harus dilengkapi."

    Sarat (sesuatu yang disembunyikan): "Tatapan matanya sarat akan kesedihan yang tak terkatakan."

  11. Beli (menukar uang dengan barang): "Apa yang kamu beli tadi di pasar?"

    Bli (sebutan abang untuk bahasa Bali): "Bli Made sangat baik hati orangnya."

  12. Jeans (jenis bahan untuk pakaian): "Susi sedang membeli jeans baru di Tanah Abang."

    Jin (makhluk halus): "Jin merupakan makhluk ciptaan Allah dari api."

  13. Sah (resmi): "Mulai hari ini kalian telah sah menjadi suami istri."

    Syah (raja): "Syah Hasanudin ialah eksklusif yang rendah hati kepada siapa pun."

  14. Selip (keadaan suatu barang yang hilang): "Nota pembayaran kuliahku tidak tahu selip di mana?"

    Slip (kertas tagihan): "Slip tagihan listrik bulan ini meningkat tajam."

  15. Mint (varian rasa permen): "Permen mint itu sangat yummy dimakan."

    Min (minimal): "Min orang yang mengikuti lomba ialah 10 orang."

Baca juga: 18 Contoh Kalimat Bermajas dalam Bahasa Indonesia

Itulah contoh homofon beserta pengertian dan cirinya. Sebelum membuat kalimat, penting untuk memperhatikan konteks dan ejaan kata saat berbicara atau menulis agar tidak terjadi kesalahpahaman atau kebingungan karena kata-kata homofon. (MRZ)