news-card-video
30 Ramadhan 1446 HMinggu, 30 Maret 2025
Jakarta
chevron-down
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45
Konten dari Pengguna

15 Contoh Imaji Taktil dalam Puisi Beserta Pengertiannya

Ragam Info
Akun yang membahas berbagai informasi bermanfaat untuk pembaca.
7 Maret 2024 17:41 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi contoh imaji taktil. Foto: Pixabay.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh imaji taktil. Foto: Pixabay.
ADVERTISEMENT
Dalam puisi ada tiga jenis imaji, salah satunya adalah imaji taktil. Pengertian dari imaji taktil adalah pengimajian menggunakan kata-kata yang dapat memengaruhi perasaan pembaca. Contoh imaji taktil dalam puisi pun beragam.
ADVERTISEMENT
Imaji memiliki arti sesuatu yang ada dan dapat dipikirkan di dalam pikiran manusia. Salah satu penerapan imaji taktil adalah dingin menusuk hatiku yang malang.

Contoh Imaji Taktil dan Pengertiannya

Ilustrasi contoh imaji taktil. Foto: Pixabay.
Mengutip buku yang berjudul Menyemai Benih Cinta Sastra, Sony Sukmawan (2015:196), seorang penyair menggunakan cara untuk bisa mengambil hati para penikmat karyanya.
Salah satu cara yang bisa dilakukan yaitu menggambarkan perasaan penyair melalui imaji. Secara umum, imaji terbagi menjadi tiga bagian yakni imaji visual, imaji auditif, dan imaji taktil.
Imaji taktil adalah sebuah karya seni yang mampu menciptakan suatu daya saran bahwa seolah-olah pembaca bisa bersentuhan dengan karya yang dihasilkannya.
Ada banyak diksi puisi yang termasuk ke dalam imaji taktil, seperti dingin, panas, halus, kasar, dan lain sebagainya.
ADVERTISEMENT
Setelah mengetahui pengertiannya, berikut adalah beberapa contoh imaji taktil yang bisa dijadikan sebagai bahan pembelajaran dalam membuat puisi.
ADVERTISEMENT
Itu dia beberapa contoh imaji taktil dalam puisi yang bisa dijadikan sebagai bahan pembelajaran. Semoga informasi ini bermanfaat, dan bisa membantu menambah wawasan mengenai imaji yang ada di dalam sebuah puisi.
(LFP)