Konten dari Pengguna

15 Contoh Kalimat Majemuk Berdasarkan Jenis-jenisnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh kalimat majemuk. Sumber: pexels.com/AndreaPiacquadio.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh kalimat majemuk. Sumber: pexels.com/AndreaPiacquadio.

Contoh kalimat majemuk merupakan bahan belajar menggabungkan kalimat. Tujuannya agar kalimat yang dibuat tetap enak dibaca meski panjang.

Kalimat yang terlalu panjang bisa membuat pembaca kehilangan fokus, bahkan kelelahan. Apalagi jika tidak ada kata penghubung yang sesuai. Hal itu dipelajari melalui jenis-jenis kalimat majemuk yang ada dalam bahasa Indonesia.

Contoh Kalimat Majemuk

Ilustrasi contoh kalimat majemuk. Sumber: pexels.com/GeorgeMilton.

Dikutip dari Bahasa Indonesia 3 untuk SMA Kelas XII, Sri Sutarni dan Sukardi (2008:18), kalimat majemuk adalah yang mempunyai dua pola atau lebih sebagai hasil penggabungan atau perluasan. Kalimat-kalimat tersebut dihubungkan dengan konjungsi.

Untuk lebih memahaminya, berikut adalah contoh kalimat majemuk berdasarkan jenis-jenis kalimat majemuk dalam bahasa Indonesia.

1. Kalimat majemuk setara (koordinatif).

Kedudukan klausa-klausa dalam kalimat majemuk ini setara. Kata penghubung yang digunakan antara lain dan, atau, tetapi.

Contoh:

  1. Saya suka menulis dan menari tarian tradisional.

  2. Kamu bisa menyusul atau menunggu rumah.

  3. Dia suka bercanda tapi tidak suka dijadikan bahan bercanda.

  4. Hujan turun cukup deras tapi anak-anak tetap berangkat ke sekolah.

  5. Dia tidak sedang bekerja melainkan pura-pura bekerja.

2. Kalimat majemuk bertingkat (subordinatif).

Kedudukan klausa-klausa dalam kalimat majemuk ini bertingkat sebagai hasil perluasan salah satu, beberapa, atau semua unsurnya.

Contoh:

  1. Gadis yang sedang viral itu mengunggah konten yang lebih kontroversial.

  2. Kami hanya tertawa melihatnya salah tingkah.

  3. Bapak tua penjual cilok yang sering lewat itu masuk TV.

  4. Siswa SMA yang ketahuan mem-bully itu ditangkap polisi.

  5. Megawati yang bermain di tim voli Korea itu dijuluki Megatron.

3. Kalimat majemuk campuran.

Kedudukan klausa-klausanya sebagian setara dan sebagian bertingkat.

Contoh:

  1. Saya sedang menulis dan ayah sedang menonton televisi ketika hujan deras turun.

  2. Ani sedang tidur dan Adi sedang belajar ketika kucing mereka melarikan diri.

  3. Ketika gempa terjadi, ayah sedang di luar kota dan ibu sudah berangkat ke kantor.

  4. Ketika kapten tim Indonesia memasukkan bola ke gawang lawan, stadion gempar dan orang-orang turun ke jalan untuk merayakannya.

  5. Karena hari sudah malam, kami hanya mengantarnya sampai depan pintu dan langsung pamit pulang.

Baca juga: 2 Contoh Kalimat Kesimpulan yang Baik dan benar dalam Bahasa Indonesia

Itulah contoh kalimat majemuk berdasarkan jenis-jenisnya dalam bahasa Indonesia. Contoh-contoh di atas memperlihatkan bahwa penggabungan kalimat akan menghasilkan kalimat yang panjang, namun harus tetap efektif. (lus)