Konten dari Pengguna

15 Contoh Kalimat Panyeluk dan Artinya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh Kalimat Penyeluk/ Foto hanya ilustrasi. Sumber: https://unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Contoh Kalimat Penyeluk/ Foto hanya ilustrasi. Sumber: https://unsplash.com

Indonesia memiliki keragaman bahasa yang unik seperti bahasa Sunda dan memiliki berbagai macam bentuk kalimat. Misalnya, kalimat panyeluk yang merupakan sebuah kalimat seru. Ada beberapa contoh kalimat panyeluk yang bisa dipelajari dalam percakapan.

Menurut buku Linguistik Indonesia, Agustus 2007, Tahun ke 25, Nomor 2 oleh Masyarakat Linguistik Indonesia (2007: 50), kalimat panyeluk adalah kalimat yang berfungsi untuk mengungkapkan perasaan dari penuturnya. Misalnya, kata ah, aduh, lakadalah, iy, èy, dan ih.

15 Contoh Kalimat Panyeluk dan Artinya

Mengetahui Contoh Kalimat Penyeluk/ Foto hanya ilustrasi. Sumber: https://unsplash.com

Kalimat ini sering disebut sebagai kalimat seru atau interjeksi yang dapat menjadi sebuah kalimat pengungkap perasaan negatif. Bentuk kalimat ini merupakan wujud penyandian perasaan, suara, penglihatan, ingatan, dan perilaku.

Ada beberapa contoh kalimat panyeluk yang bisa digunakan sebagai gambaran agar bisa membedakan dari bentuk kalimat lainnya. Tak hanya itu, beberapa contoh berikut ini juga memiliki artinya.

  1. Hore, mamah mangmeserkeun sapatu anyar. (Hore, mamah membelikan sepatu baru.)

  2. Ambuing, itu aleutan panganten meni ngabrul. (Wah, itu rombongan pengantin berduyun-duyun sekali).

  3. Ey, alim teuing kudu daek ka jalmi kitu. (Ey, ogah banget harus mau ke orang seperti itu).

  4. Ih, na kedul teh kabina-bina. (Ih, kenapa malas keterlaluan).

  5. Alahieung, ieu huntu meni jejedudan. (Aduh, ini gigi terasa senut-senut).

  6. Huh, hanas ditungguan titatadi, ari pék teu datang! (Huh, boro ditungguin dari tadi, ternyata gak datang!)

  7. Euleuh-euleuh, ari manéh Hp keur dicharge ngadon dicabut! (Kamu gimana sih, Hp lagi dicharge kok malah dicabut!)

  8. Èy, geuleuh pisan urang mah ka lalaki nu teu daék ngamodal. (Benci banget aku sama laki-laki yang gak mau memberi modal).

  9. Adeuh, angger ari geus datang telat téh. (Hadeh, kebiasaan kalau sudah datang telat).

  10. Aduh, poho konci motor tinggaleun di warung. (Aduh, lupa kunci motor ketinggalan di warung).

  11. Ah, modus waé manéh mah. Tong sok ngabohong ah! (Ah, kamu modus saja. Jangan suka berbohong ah!)

  12. Ambuing, Néng Lina beuki geulis waé. (Wah, Neng Lina makin cantik aja).

  13. Hag siah, sapedah na ruksak. (Sukurin lu, sepedanya rusak).

  14. Isuk tas lohor urang nguseup di walungan, yu! (Besok sesudah dzuhur kita mancing di sungai, yuk!)

  15. Yeuh, ari diomongan ku kolot téh kudu nurut! (Kalau dinasehati oleh orang tua itu harus nurut!)

Baca Juga: 2 Contoh Cerita Pengalaman Pribadi Bahasa Sunda tentang Liburan

Demikian beberapa contoh kalimat panyeluk. Pastinya, setiap kalimat memiliki bentuk kalimat dari beberapa kata yang menghasilkan arti tertentu. (AYA)