15 Contoh Majas Sindiran beserta Maknanya

Ragam Info
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam bahasa Indonesia, terdapat banyak sekali jenis majas. Salah satunya majas sindiran. Majas sindiran sendiri masih terbagi menjadi beberapa bagian. Untuk bisa memahami jenis majas ini, diperlukan contoh majas sindiran beserta maknanya.
Dikutip dari buku Ultralengkap Peribahasa Indonesia, Majas, Plus Pantun, Puisi, dan Kata Baku Bahasa Indonesia, Nur Indah Sholikhati (2019:113), majas sindiran merupakan gaya bahasa yang mengungkapkan sebuah sindiran pada seseorang atau sesuatu.
Contoh Majas Sindiran
Majas sindiran terbagi menjadi lima jenis, yaitu majas ironi, majas sinisme, majas sarkasme, majas satire, serta majas innuendo. Tiap-tiap jenis majas sindiran tersebut memiliki ciri khas yang berbeda-beda.
Semua jenis majas sindiran tersebut harus dikenali dengan baik, agar tidak salah dalam memahaminya. Untuk itu, berikut dibawah ini contoh majas sindiran dalam tiap jenisnya lengkap dengan maknanya.
1. Majas Ironi
Majas ironi merupakan majas yang paling halus dari seluruh jenis majas sindiran yang ada. Majas ironi adalah majas sindiran yang mengungkapkan kata sindiran halus dan bertentangan dengan makna sesungguhnya. Berikut contohnya.
Pintar sekali Rina, sampai raportnya banyak warna merahnya. (Rina kurang pintar)
Tulisan Ridho sangat bagus, sampai aku kesulitan membacanya. (Tulisan Ridho kurang bagus)
Pendengaran Vera sangat baik, aku sudah mengulangi perkataanku 5 kali untuknya. (Pendengaran Vera buruk)
2. Majas Sinisme
Majas sinisme adalah salah satu majas sindiran yang diucapkan secara kasar dan umumnya dipakai untuk mengkritik suatu ide, rencana, atau maksudmu. Majas sinisme cenderung lebih terang-terangan daripada majas ironi. Berikut beberapa contohnya.
Masakanmu sangat enak, aku jadi ingin muntah. (Masakanmu tidak enak)
Tingkah lakumu begitu terpuji, sepertinya kamu sangat ingin kutendang dari ruangan ini. (Tingkah lakumu buruk)
Bau Evan harum sekali, seperti orang yang sudah bertahun-tahun mendekam di tempat sampah. (Bau Evan tidak sedap)
3. Majas Sarkasme
Majas sarkasme adalah salah satu majas sindiran yang penyampaiannya dilakukan dengan konotasi kasar serta blak-blakan.
Majas ini adalah kelas tertinggi dari majas sindiran karena diungkapkan secara langsung dengan kasar. Biasanya majas ini diucapkan ketika seseorang marah. Berikut contoh penggunaan majas sarkaasme.
Monyet saja lebih pintar dari dirimu! (Kamu bodoh)
Lebih baik tidur di luar, dari pada ada di dekatmu. (Aku tidak mau dekat denganmu)
Lebih baik aku bertemu binatang buas, daripada bertemu denganmu. (Sifatmu lebih rendah dari binatang buas)
4. Majas Satire
Majas satire adalah jenis majas yang memakai ungkapan sama seperti majas sarkasme dan ironi untuk menguatkan makna. Terkadang, majas ini dipakai untuk menertawakan atau mengejek sesuatu. Berikut contohnya.
Kenapa kamu sulit sekali diajari? Sepertinya aku akan lebih bahagia apabila mengajari burung gagak saja. (Burung gagak lebih mudah diajari daripada kamu).
Aromamu sangat menyengat. Rasanya lebih baik aku duduk di kandang kambing daripada duduk di sampingmu. (Aroma kamu lebih buruk dari kambing).
Jika ada sel rajin dalam dirimu, mungkin sekarang dia sedang terasingkan, kesepian, atau bahkan sudah mati. (Kamu sangat malas).
5. Majas Innuendo
Majas Innuendo adalah majas yang gunanya untuk menyindir seseorang dengan cara mengecilkan suatu fakta. Fakta yang dimaksud ialah sebuah fakta yang telah ditakuti oleh orang yang hendak disindir.
Fakta yang ditakuti oleh seseorang tersebut dikecilkan atau diremehkan, sehingga orang itu menjadi tidak terlalu khawatir dengan fakta tersebut. Adapun berikut beberapa contohnya.
Kamu tidak perlu takut tampil di panggung. Pada dasarnya, orang-orang itu sebenarnya tidak terlalu memperhatikanmu. (Tampil di panggung bukan hal yang perlu terlalu ditakuti).
Lebih baik jangan terlalu putus asa. Harimu memang buruk, tapi setidaknya bukan hidupmu yang buruk. (Mengalami hari yang buruk, bukan berarti seluruh hidupmu buruk)
Tidak apa-apa berbuat kesalahan, karena semua manusia di muka bumi ini juga pernah melakukan kesalahan. (Wajar manusia berbuat kesalahan).
Demikian beberapa contoh majas sindiran dari tiap jenisnya. Memahami majas kadang memang sulit. Namun, jika banyak mempelajari contoh majas seperti di atas, maka mengartikan maknanya akan jadi mudah. (SLM)
Baca Juga: Macam-Macam Majas Sindiran dan Contohnya dalam Bahasa Indonesia
