15 Contoh Majas Tautologi beserta Penjelasannya

Ragam Info
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh majas tautologi dapat ditemukan dalam sebuah karya sastra seperti puisi, cerpen, novel, dan lainnya. Namun contoh tersebut, tidak menutup kemungkinan juga bisa ditemukan dalam percakapan sehari-hari dengan teman, saudara, maupaun orang tua.
Majas tautologi merupakan salah satu jenis majas dalam bahasa Indonesia. Majas ini identik dengan pengulangan kata yang dilakukan dalam sebuah kalimat dengan menggunakan sinonimnya. Pengulangan ini bertujuan untuk mempertegas suatu kalimat.
Contoh Majas Tautologi beserta Penjelasannya
Dikutip dalam buku Seni Mengenal Puisi oleh Agnes Pitaloka dan Amelia Sundari (2020:75) pengertian majas tautologi yaitu majas yang menggunakan kata yang bemakna sama secara berulang dalam satu kalimat dengan tujuan untuk mempertegas suatu pernyataan.
Kata yang digunakan dalam pengulangan biasanya adalah sinonim dari kata sebelumnya. Adapun contoh majas tautologi dalam sebuah kalimat sebagai berikut.
Contoh 1
“Aku akan menemanimu sampai akhir hayat, dalam suka dan duka, dalam tawa dan tangis, dalam bahagia dan nestapa”.
Penjelasan:
Makna yang ingin disampaikan adalah janji akan selalu bersama baik dalam keadaan suka maupun duka. Namun klausa selanjutnya memiliki makna yang sama dan menjelaskan maksud yang ingin disampaikan.
Contoh 2
"Jangan mengadu domba, jangan memecah belah, itu perbuatan dosa, mari jalin tali ukhuwah."
Penjelasan:
Pada contoh tersebut klausa jangan mengadu domba dan klausa jangan memecah belah memiliki makna yang sama.
Contoh 3
“Apa kamu masih belum puas? Sudah berapa kali istrimu kamu sakiti, sudah berapa kali istrimu kamu bohongi, dan sudah berapa kali istrimu kamu khianati?”
Penjelasan:
Kalimat ini merupakan kalimat retoris yang memiliki makna sang suami telah berkali-kali menyakiti hati istrinya. Kalimat retoris tersebut diulang menggunakan klausa dengan makna serupa.
Contoh 4
"Aku tanya sekali lagi, kenapa dan mengapa bisa seperti itu?"
Penjelasan:
Pada kalimat tersebut terdapat pengulangan makna yaitu dalam kata kenapa dan mengapa.
Contoh 5
“Sunggu tega sekali kamu. Padahal selama ini aku mencoba memahami, mencoba mengerti.”
Penjelasan:
Pada kalimat kedua, kata memahami dan mengerti termasuk sebagai sinonim atau persamaan kata.
Contoh 6
"Rasanya sungguh jenuh, jemu dan bosan menunggu sesuatu yang tidak tahu pasti kapan datangnya."
Penjelasan:
Pada kalimat tersebut terdapat kata jenuh, jemu, dan bosan yang ketiganya memiliki makna yang sama. Sebenarnya menggunakan salah satu dari ketiga kata tersebut sudah cukup tetapi karena untuk mempertegas maka bisa menggunakan majas tautologi.
Contoh 7
"Betapa sakitnya dan betapa pedihnya hatiku jika kamu pergi meninggalkan rumah ini ."
Penjelasan:
Dalam kalimat tersebut terdapat pengulangan frasa yang memiliki makna yang sama yaitu betapa sakitnya dan betapa pedihnya.
Contoh 8
"Makanan yang kamu buat ini rasanya amat sangat sungguh enak sekali."
Penjelasan:
Dalam kalimat tersebut terdapat pengulangan kata yang memiliki makna yang sama yaitu kata amat, sangat, sungguh, dan sekali.
Contoh 9
“Berapa lama lagi kamu meminta diriku ini untuk menunggu, menanti, setia mengharap engkau kembali.”
Penjelasan:
Pada kalimat tersebut terdapat kata menunggu dan menanti yang merupakan sinonim. Sedangkan “setia mengharap engkau kembali” itu memiliki makna yang sama dengan menunggu.
Contoh 10
"Aku punya teman, dan aku juga punya kawan."
Penjelasan:
Kata teman dan kata kawan memiliki arti yang serupa. Untuk itu sebenarnya tidak perlu menambahkan klausa aku punya kawan setelah klausa aku punya teman. Karena terjadi pengulangan yang tidak perlu maka kalimat tersebut termasuk majas tautologi.
Contoh 11
"Saya sedang sakit kepala, rasanya pusing tujuh keliling."
Penjelasan:
Kalimat tersebut terdapat kata sakit kepala dan pusing yang memiliki makna yang sama.
Contoh 12
“Oleh karena itu, ingatlah kepada Tuhan. Maka kita bisa menjauhkan diri dari sifat buruk, menghindari pikiran negatif, dan menjaukan hal kotor dari dalam diri kita.”
Penjelasan:
Pada kalimat kedua, setiap klausa yang memiliki makna sama. Makna yang ingin disampaikan adalah dengan mengingat Tuhan akan menghindarkan dari perbuatan buruk. Untuk menegaskan maksud, digunakan kalimat yang memiliki persamaan makna.
Contoh 13
"Saya bukan orang jahat dan bukan pula seorang penjahat, tetapi saya hanya seorang tukang jahit, ya saya seorang penjahit."
Penjelasan:
Kalimat tersebut terdapat pengulangan makna yang sama yaitu pada klausa bukan orang jahat dan bukan pula seorang penjahat; serta pada klausa "saya hanya seorang tukang jahit" dan klausa "saya seorang penjahit".
Contoh 14
"Kebetulan saya bertemu dia, dan kebetulan pula dia bertemu dengan saya di depan kantin Sekolah."
Penjelasan:
Dalam kalimat majemuk setara di atas, masing-masing klausa memiliki makna yang sama.
Contoh 15
"Kamu mau apa lagi, kamu mau yang gimana lagi?"
Penjelasan:
Kalimat tersebut memiliki dua klausa yang bermakna sama. Klausa kedua digunakan untuk menegaskan klausa pertama.
Baca juga: 20 Contoh Majas Paradoks dalam Kalimat
Dari penjelasan contoh majas tautologi di atas, diketahui bahwa bahasa Indonesia memiliki beragam jenis kata yang dapat disusun dalam sebuah kalimat, dengan menggunakan kata yang sama namun bisa memiliki makna berbeda. (MRZ)
