15 Fakta Hewan Kungkang yang Lambat dan Hobi Tidur hingga Berjam-jam

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Fakta hewan kungkang mulai menarik perhatian ketika ada unggahan-unggahan tentang sloth di media sosial. Makhluk yang asing bagi masyarakat Indonesia itu terlihat diam di tengah jalan meski diprovokasi untuk segera menepi.
Mungkin masih ada yang bingung atau keliru antara kungkang dengan kukang. Karena itu, informasi tentang kungkang perlu diketahui agar tidak salah.
Fakta Hewan Kungkang yang Menarik Diketahui
Kukang adalah primata endemik di Indonesia yang terancam punah. Sedangkan kungkang adalah hewan yang lebih dikenal dengan nama bahasa Inggris-nya, yaitu sloth. Kemiripan nama ini sering menimbulkan informasi yang salah.
Kungkang juga tinggal di pohon seperti kukang. Namun ciri-ciri fisik, siklus dan cara hidupnya memiliki banyak perbedaan. Berikut adalah beberapa fakta hewan kungkang, yang dikutip dari Atlas Binatang Mamalia 1, Genevieve de Becker dan Rosana Hariyanti (2007:8).
Kungkang disebut sebagai hewan pemalas karena bisa menghabiskan 18 jam sehari untuk tidur.
Ketika bangun, gerakan kungkang sangat lambat, sekitar 0,24 km/jam. Itu sebabnya, ketika menghalangi jalan, pengemudi akan berusaha menepikannya dibandingkan menunggu kungkang itu lewat.
Pencernaan kungkang juga lambat, bahkan perlu waktu seminggu untuk mencernanya sehingga tidur merupakan cara untuk menghemat energi.
Kungkang adalah hewan arboreal yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di pohon.
Kungkang dewasa memiliki berat rata-rata 4-8 kg dengan panjang 60-90 cm.
Kungkang selalu bergelantungan menggunakan cakarnya yang bengkok sehingga bulu kungkang tumbuh berlawanan arah, yaitu dari perut ke arah punggung.
Warna bulu kungkang kehijauan yang digunakan untuk kamuflase berkat adanya ganggang atau alga kecil yang hidup di bulunya.
Jenis dan habitat kungkang ada beberapa macam, antara lain bradypus (kungkang berjari 3) yang hidup di utara Brazil, Paraguay, dan utara Argentina. Ada pula choloepus (kungkang berjari 2) yang hidup di Venezuela, Guyana dan utara Brazil.
Kungkang dapat hidup selama 30-40 tahun.
Induk kungkang melahirkan satu bayi setiap tahunnya jika bisa bertemu kungkang jantan karena jumlah kungkang betina lebih banyak.
Bayi kungkang akan digendong terus-menerus selama 2 tahun.
Kungkang suka hidup menyendiri, kecuali akan bereproduksi.
Kungkang makan tanamanan, dari daun, bunga, buah, hingga ranting kecil, serta hewan-hewan kecil.
Kungkang menggunakan penciuman untuk mencari makanan karena penglihatan dan pendengarannya buruk.
Kungkang bisa berenang.
Fakta hewan kungkang di atas menunjukkan bahwa kungkang adalah hewan yang sangat lambat dan banyak tidur. Meski terkenal sebagai hewan pemalas, namun hal itu memiliki alasan biologis, bukan karena sifatnya. (lus)
Baca juga: Hewan Nasional Skotlandia dan Ciri-cirinya
