15 Penyebab Tremor beserta Jenis dan Cara Mengatasinya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tremor merupakan salah satu kondisi medis yang ditandai dengan gerakan berupa getaran atau gemetaran yang terjadi secara ritmis. Ada beberapa penyebab tremor yang perlu diketahui agar dapat mengatisipasi kondisi.
Menurut buku Crash Course Neurologi - Edisi Indonesia Ke-4 , Mahinda Yogarajah, Diatri Lastri, Fitri Octaviana (2017:190) tremor bisa timbul saat sedang beristirahat, memberat dengan mempertahankan posisi atau sikap tertentu, dan nyata pada saat sedang melakukan gerakan.
Penyebab Tremor yang Penting Diketahui
Tremor terjadi akibat gangguan di bagian otak yang bertugas mengatur pergerakan otot. Gangguan tersebut menyebabkan kontraksi otot yang tidak terkendali sehingga menimbulkan tremor atau gemetar. Sebetulnya, apa saja penyebab tremor?
Berikut beberapa penyakit yang bisa menyebabkan munculnya tremor.
Cedera kepala.
Multiple sclerosis.
Hipertiroidisme.
Penyakit Parkinson.
Stroke.
Penuaan.
Riwayat tremor pada keluarga.
Kadar gula darah rendah (hipoglikemia).
Lelah otot.
Gangguan kecemasan atau panik.
Konsumsi minuman berkafein, seperti kopi, teh, atau soda.
Keracunan merkuri.
Gagal hati atau gagal ginjal.
Efek samping penggunaan obat, seperti obat asma, amfetamin, kortikosteroid, lithium, dan beberapa obat antidepresan.
Kecanduan alkohol.
Baca juga: Penyakit Selulitis: Gejala dan Cara Menanggulanginya
Jenis-Jenis Tremor
Tremor dapat disebabkan oleh penyakit tertentu, atau dipicu oleh kondisi tertentu. Berikut adalah pembagian tremor berdasarkan penyebabnya.
1. Tremor Esensial
Tremor esensial adalah jenis tremor yang paling sering terjadi. Belum diketahui secara pasti penyebab dari tremor ini, tetapi umumnya berkaitan dengan faktor keturunan.
Seseorang yang orang tuanya menderita tremor esensial lebih berisiko mengalami kondisi yang sama.
2. Tremor Psikogenik
Tremor psikogenik umumnya disebabkan oleh gangguan mental, seperti depresi dan gangguan stress pascatrauma (PTSD).
Tremor ini dapat muncul di bagian tubuh mana pun secara tiba-tiba, serta biasanya akan terlihat lebih parah ketika penderita sedang tertekan dan membaik setelah stres mereda.
3. Tremor Serebelum
Tremor jenis ini disebabkan oleh kerusakan pada otak kecil (serebelum). Kondisi ini bisa terjadi akibat penyakit stroke, tumor, atau multiple sclerosis.
Umumnya, gerakan gemetar pada tremor ini terjadi secara lambat, dan paling sering muncul sesaat setelah tubuh menekan sesuatu, seperti jari yang menekan tombol.
4. Tremor Parkinson
Tremor ini muncul sebagai bagian dari gejala penyakit Parkinson. Kondisi ini umumnya dialami orang yang berusia di atas 60 tahun. Tremor pada penyakit Parkinson umumnya muncul saat istirahat.
5. Tremor Distonik
Tremor distonik terjadi pada orang-orang yang mengalami dystonia. Tremor ini dapat terjadi di bagian tubuh mana pun dan ditandai dengan bagian tubuh yang bergerak secara memutar dan berulang. Kondisi ini biasanya akan berkurang setelah istirahat.
6. Tremor Ortostatik
Belum diketahui penyebab pasti dari tremor ortostatik. Tremor ini ditandai dengan kontraksi pada otot kaki yang terjadi sesaat setelah berdiri dan akan mereda ketika seseorang mulai mengangkat kaki, berjalan, atau duduk.
7. Tremor Fisiologis
Tremor fisiologis umumnya disebabkan oleh penyakit di luar sistem saraf, seperti tirotoksikosis atau hipoglikemia. Tremor jenis ini akan mereda dengan sendirinya setelah penyebabnya diatasi.
Belum ada langkah pencegahan tremor yang benar-benar efektif. Tapi ada hal-hal yang dapat dilakukan untuk menghindari kondisi yang dapat memicu terjadinya tremor, yaitu:
Batasi atau hindari kafein jika hal tersebut menyebabkan tremor.
Hentikan kebiasaan merokok.
Hindari situasi yang dapat menyebabkan stres.
Hentikan konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.
Harus diingat bahwa pengobatan harus disesuaikan dengan penyebab tremor dan jenisnya. Tetap berkonsultasi dengan dokter untuk diagnosis yang tepat dan perawatan yang sesuai.(VAN)
