16 Contoh Imaji Auditif pada Puisi Bahasa Indonesia

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada pembelajaran bahasa Indonesia, berbagai contoh imaji auditif dapat menjadi bacaan sebelum mendalami suatu karya puisi. Materi ini menarik untuk dipelajari untuk memilih susunan kata-kata yang tepat untuk menggambarkan sesuatu.
Imaji auditif berhubungan dengan indera manusia, yaitu pendengaran. Suatu kalimat dapat membuat seseorang yang membacanya merasakan apa yang dituliskan oleh penulis tersebut sehingga seakan-akan itu terjadi.
Contoh Imaji Auditif
Imaji merupakan penggunaan perumpamaan untuk menyampaikan sesuatu, dan dibayangkan dalam pikiran. Sehingga susunan kata dapat dirasakan secara mendalam.
Menurut buku Get Success UN+SPMB Bahasa Indonesiaml. Nona Darmayanti (2008), pengimajian merupakan kata atau susunan kata-kata yang dapat mengungkapkan pengalaman sensoris seperti imaji visual (penglihatan), auditif (pendengaran), taktil (perasaan).
Berikut ini adalah beberapa contoh imaji auditif yang ada pada kumpulan puisi dari penyair terkenal Chairil Anwar dan Joko Pinurbo.
Dihantam suara bertalu-talu
Orang ngomong, anjing menggonggong
Atau sungai sunyi
Pekik di angkasa perwira muda
Ia memekik ngeri
Ia berkata. Suaranya nyaring tinggi
Segala erang dan jeritan
Ibu waktu berbisik mesra
Tuhan yang merdu, terimalah kicau burung dalam kepalaku
Badai menggemuruh di ruang tidurmu
Tapi ranjang mendengarkan suaramu sebagai nyanyian.
Tidak bisa teriak "Merdeka" dan angkat senjata lagi
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami
dan jam dinding yang berdetak
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Sebelum kicau murai berderai
Jenis Imaji Lain dalam Bahasa Indonesia
Selain imaji auditif, masih ada beberapa jenis imaji lain yang penting untuk diketahui. Berikut penjelasannya.
1. Imaji Visual
Imaji ini adalah berupa susunan kata yang dapat menggambarkan objek yang dapat dilihat. Sesuatu hal yang tertulis seakan-akan dapat dilihat oleh mata manusia.
Imaji ini banyak terdapat di puisi agar pembaca dapat membayangkan sesuatu sesuai dengan maksud penulis.
Contohnya: Malam kelam-membelam, Bulan bersinar sedikit tak tampak.
2. Imaji Taktil
Penggambaran ini dapat seolah-olah dirasakan oleh kulit kita. Sebagai contoh di antaranya adalah Tangan meraba ke bawah bantalku, Biar peluru menembus kulitku.
Baca Juga: Contoh Puisi Diafan 4 Bait dari Berbagai Tema
Banyak contoh imaji auditif yang dapat menjadi inspirasi dalam membuat sebuah puisi dengan susunan kata yang penuh makna. Imaji membuat pembaca dapat merasakan sesuatu yang lebih dalam melalui sebuah tulisan. (DVA)
