Konten dari Pengguna

18 Contoh Kalimat Bermajas dalam Bahasa Indonesia

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh kalimat bermajas. Sumber foto: Pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh kalimat bermajas. Sumber foto: Pixabay.com

Kalimat bermajas merupakan jenis kalimat yang menggunakan gaya penulisan tertentu guna menghidupkan emosi pembaca. Contoh kalimat bermajas dapat disesuaikan dengan jenis dan tujuannya.

Jenis-jenis majas yaitu majas alegori, majas metafora, majas hiperbola, majas metonimia dan lain sebagainya. Majas biasa digunakan dalam penulisan karya sastra, baik secara lisan maupun tulisan.

Contoh Kalimat Bermajas

Ilustrasi contoh kalimat bermajas. Sumber foto: Pixabay.com

Dikutip dari Buku Pintar Majas, Pantun, dan Puisi, Ulin Nuha Masruchin (2017, 9), majas adalah gaya bahasa yang bisa berupa kiasan, ibarat, perumpamaan yang bertujuan untuk mempercantik makna dan pesan dari sebuah kalimat.

Majas merupakan salah satu bentuk pemanfaatan kekayaan dari unsur bahasa, dan pemakaian ragam bahasa tertentu guna memberi kesan dan rasa (taste) pada sebuah karya sastra.

Berikut ini adalah beberapa contoh kalimat bermajas yang dibedakan berdasarkan jenis-jenisnya dalam bahasa Indonesia.

1. Contoh Majas Perbandingan

  1. Majas personifikasi: Langit yang biru seakan memandangku dalam keheningan.

  2. Majas metafora: Perusahaan pak Rendi bangkrut karena beberapa ulah tikus berdasi.

  3. Majas hiperbola: Zuney tidak berkutik ketika mendengar amarah ibunya yang menggelegar.

  4. Simile: Bagaikan air di daun talas.

  5. Alegori: Alquran bagaikan rambu yang dapat memandu manusia ke hadirat Ilahi Rabbi.

  6. Majas eufemisme: Jika seseorang malas berusaha dan bekerja, orang tersebut bisa menjadi tuna wisma. (Tuna wisma = gelandangan)

  7. Asosiasi: Bunga mawar merah itu mengingatkan seseorang pada cinta yang dahulu.

  8. Majas antonomasia: Sebutan “Bapak Proklamator” mengacu pada presiden pertama yaitu Bung Karno sebagai proklamator kemerdekaan Indonesia.

2. Contoh Majas Pertentangan

  1. Litotes: Jika berkenan, sudi kiranya bapak mampir sebentar ke gubug kami.

  2. Majas anakronisme: Ternyata sangkuriang dan bandung bondowoso berteman di media sosial.

  3. Majas paradoks: Dini selalu saja merasa kesepian meskipun dirinya telah tinggal di tengah keramaian kota.

  4. Majas sinekdoke: Politisi itu berbicara gamblang tentang korupsi (tapi dirinya sendiri terlibat dalam skandal korupsi).

  5. Majas antitesis: Dalam suatu perlombaan bagi seseorang, menang kalah tak jadi masalah.

  6. Majas kontradiksi interminus: Lowongan kerja di tempat itu diperuntukkan bagi siapa saja, termasuk bagi mereka yang baru lulus kecuali yang sudah menikah.

  7. Majas oksimoron: Sebagai orang dewasa suatu saat nanti pasti akan merasakan pahit manisnya kehidupan.

3. Contoh Majas Penegasan

  1. Retorika: Siapa yang tidak ingin hidupnya beserta keluarga bergelimang harta?

  2. Pleonasme: Sebagai manusia yang tangguh, kita harus terus maju ke depan menyambut masa depan.

  3. Tautologi: Dalam kehidupan bermasyarakat, hendaknya hidup bersama tetangga harus dengan rukun, akur seperti saudara.

Baca juga: Mengenal Pengertian dan Jenis-jenis Majas dalam Bahasa Indonesia

Itulah beberapa contoh kalimat bermajas dalam bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat untuk menambah wawasan pembaca. (MAE)