Konten dari Pengguna

19 Jenis Majas dalam Hikayat dan Penjelasannya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi jenis majas dalam hikayat. Sumber: Pixabay/Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jenis majas dalam hikayat. Sumber: Pixabay/Pexels

Jenis majas dalam hikayat yang dapat digunakan di antaranya yaitu majas perbandingan yang memunculkan perbandingan baik secara langsung ataupun secara tidak langsung. Yang termasuk contoh majas perbandingan yaitu majas metafora, hiperbola, alegori, dan lainnya.

Hikayat termasuk dalam karya sastra lama Melayu berbentuk prosa yang berisikan tentang kisah, cerita, dan dongeng. Bahasa yang digunakan dalam hikayat yaitu menggunakan ungkapan-ungkapan yang mengandung makna kias seperti majas.

Jenis Majas dalam Hikayat dan Penjelasannya

Ilustrasi jenis majas dalam hikayat. Sumber: Pixabay/Pexels

Dalam buku 99% Lulus UN SMA IPA 2015 oleh Supadi, S.Si., M.Si., dkk., (2014:50) hikayat adalah kisah mengenai kehidupan manusia dalam pengertian yang sebenarnya. Yang diceritakan dalam hikayat umumnya berupa kehidupan istana, kebesaran raja-raja, peperangan dan kepahlawanan.

Pada suatu hikayat, terdapat penggunaan kalimat dan pemilihan kata yang berbeda dari karya sastra lainnya yaitu majas. Penggunaan majas merupakan cara pegarang atau seseorang untuk mengekspresikan perasaan dengan gaya bahasa yang mangandung makna kias.

Adapun jenis majas dalam hikayat di bawah ini telah dikelompokkan menjadi 4 yaitu majas perbandingan, sindirian, penegasan, dan pertentangan. Berikut penjelasannya.

1. Majas Perbandingan

Majas perbandingan adalah majas yang membandingkan antara satu objek dengan objek lain. Jenis-jenis majas perbandingan antara lain:

  1. Majas alegori yaitu majas yang menyatakan ungkapan kiasan atau penggambaran. Contoh: "Hidup itu seperti roda berputar, kadang di atas, kadang pula di bawah."

  2. Majas metafora yaitu majas yang memakai analogi atau perumpamaan terhadap dua hal yang berbeda. Contoh: "Fahri dikenal sebagai kutu buku saat ia duduk di bangku kuliah."

  3. Majas metonomia yaitu majas untuk menyatakan suatu hal dengan memakai kata lain (biasanya label merek) yang mempunyai ciri, atribut, atau keterkaitan lainnya. Contoh: "Secangkir Kapal Api menemani pagiku yang cerah."

  4. Majas litotes yaitu majas yang dibuat dengan tujuan untuk merendahkan diri atau merendahan hati. Contoh: "Selamat datang di gubuk sederhanaku ini."

  5. Majas hiperbola yaitu majas yang menggunakan ungkapan yang berlebihan dan tidak masuk akal. Contoh: "Suara lantang itu menggelegar membelah langit."

  6. Majas pars pro toto yaitu majas yang menggunakan sebagian unsur atau objek untuk menunjukkan keseluruhan objek. Contoh: "Bawa orang itu ke hadapanku meski hanya sehelai rambutnya."

  7. Majas totem pro parte yaitu majas yang mengungkapkan keseluruhan objek padahal hanya sebagian objek saja. Contoh: "Spanyol angkat kaki dari turnamen ini setelah dikalahkan Maroko."

  8. Majas eufinisme yaitu majas yang mengungkapkan perkataan halus sebagai pengganti kata yang dirasa dianggap kasar. Contoh: "Banyak buruh yang dirumahkan karena efisiensi perusahaan."

  9. Majas personifikasi yaitu majas yang membandingkan antara manusia dengan benda mati, seolah-olah benda tersebut memiliki sifat layaknya manusia. Contoh: "Sepatu coklat ini selalu menemaniku saat belajar."

2. Majas Sindiran

Majas sindirian adalah majas yang menyatakan sesuatu dengan tujuan menyindir. Jenis-jenis majas sindiran antara lain:

  1. Majas ironi yaitu majas yang memberikan ungkapan dengan cara menyembunyikan fakta dan mengatakan hal yang sebaliknya. Contoh: "Suaramu indah sekali seperti kaset kusut."

  2. Majas sarkasme yaitu majas sindiran yang kasar. Contoh: "Dasar pemalas! Matahari sudah tinggi kau masih saja tidur."

  3. Majas sinisme yaitu sindiran yang berbentuk kesangsian yang mengandung ejekan atau mencemooh secara tidak langsung. Contoh: "Mereka manusia berhati iblis, tidak peduli siapa pun pasti akan mereka siksa."

3. Majas Penegasan

Majas penegasan adalah majas yang menyatakan suatu hal secara lebih tegas dan jelas. Jenis-jenis majas penegasan antara lain:

  1. Majas pleonasme yaitu majas yang menambahkan keterangan pada kalimat yang sudah jelas. Contoh: "Dia sudah turun ke bawah setengah jam yang lalu."

  2. Majas repetisi yaitu majas pengulangan kata, frasa, atau klausa untuk mempertegas maksudnya. Contoh: "Sudah cukup. Sudah. Aku muak denganmu!"

  3. Majas retorika yaitu majas yang berbentuk kalimat tanya, namun tidak memerlukan jawaban. Tujuan kalimat tanya tersebut sebagai penegasan akan suatu hal. Contoh: "Ke mana saja kamu selama ini sampai tugas ini belum selesai juga?"

  4. Majas aliterasi yaitu majas yang menggunakan pengulangan huruf konsonan pada awal kata. Contoh: "Sepucuk surat saat senja."

4. Majas Pertentangan

Majas pertentangan merupakan majas yang mengandung pertentangan, sehingga efek yang ditimbulkan lebih dahsyat. Jenis-jenis majas pertentangan antara lain:

  1. Majas oksimoron yaitu menempatkan dua hal berlawanan dalam sebuah kalimat yang sama. Contoh: "Pertemuan antara raja dan putrinya penuh dengan isak tangis kebahagiaan."

  2. Majas paradoks yaitu majas yang mengungkapkan dua hal berlawanan walaupun pada kenyataannya keduanya benar-benar terjadi dalam frasa yang berbeda. Contoh: "Sang putri yang malang merasa sepi di tengah-tengah pesta yang meriah."

  3. Majas antitesis yaitu majas yang menggunakan kata-kata bertolak belakang dengan yang lainnya. Contoh: "Siang malam sang pangeran berusaha meluluhkan hati pujaannya."

Baca juga: Contoh Hikayat, Pengertian, Ciri, dan Jenisnya

Itu tadi 19 jenis majas dalam hikayat yang dapat digunakan. Semoga ulasan di atas dapat menambah wawasan pembaca. (MRZ)