2 Cerita Rakyat Maluku Singkat dan Penuh Makna

Ragam Info
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Maluku merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang kaya akan budaya. Selain menjadi daerah dengan kepulauan terbanyak, provinsi ini juga memiliki beragam cerita rakyat yang sarat akan makna. Adapun salah satu cerita rakyat Maluku, yaitu tentang Si Kancil dan Si Kulomang.
Cerita rakyat termasuk bentuk kekayaan bangsa yang harus dijaga. Adanya ragam cerita rakyat yang terbesar di penjuru Nusantara, mampu menghadirkan kontribusi positif untuk membantu kemajuan pendidikan karakter dan pelestarian nilai-nilai tradisi dari generasi ke generasi.
Cerita Rakyat Maluku Singkat dan Penuh Makna
Menurut buku Cermat Berbahasa Indonesia: Suplemen Materi Bahasa Indonesia, Sutarno, S.Pd, (2019; 50-51), cerita rakyat merupakan hasil dari proses kreatif masyarakat setempat yang telah ada sejak zaman dahulu. Seperti halnya cerita rakyat yang berasal dari Maluku.
Cerita rakyat umumnya tidak diketahui dibuat oleh siapa penulisnya. Tidak jarang beberapa versi berbeda karena mengalami banyak adopsi dari para penceritanya.
Oleh karenanya, perlulah cerita rakyat untuk diceritakan pada generasi penerus. Tujuannya yaitu agar nilai-nilai dan budaya lokal yang terkandung akan menjadi semakin kuat dan tidak pudar.
Lebih lanjut, inilah cerita rakyat Maluku yang penuh pesan moral dikutip dari buku Cerita Rakyat Indonesia Sabang Merauke, Yusup Kristianto, (2010: 199-209).
Contoh 1
Si Kancil dan Si Kulomang
Di sekitar hutan yang asri, para binatang hidup dengan damai dan tenang. Mereka hidup saling berbagi dan saling tolong-menolong. Namun dalam kedamaian itu, ada saja yang berniat menguasai wilayah tersebut.
Ia adalah si kancil. Si kancil sangat membanggakan kecerdikannya. Untuk menguasai hutan itu, kali ini ia menantang semua binatang adu lari. Beberapa hewan telah dikalahkannya.
Hari demi hari berlalu. Suatu ketika si kancil berjalan-jalan dan ia menemukan sebuah tempat yang sangat indah. Tempat itu adalah sebuah pantai.
“Siapa ya yang berkuasa di wilayah ini?” tanya si Kancil dalam hati.
Tak berapa lama muncullah seekor siput yang lebih dikenal dengan nama si kulomang. Ia adalah binatang yang pandai dan sabar. Si kulomang adalah pemilik wilayah pantai itu. Setelah berbincang- bincang sekian lama, akhirnya si kancil mengungkapkan niat jahat itu.
“Kulomang, aku menantangmu untuk berlomba denganku,” Kata si Kancil.
“Hah, menantangku berlomba?” Jawab si Kulomang.
“Iya, aku menantangmu lomba lari. Taruhannya adalah wilayah kekuasaan. Aku memiliki wilayah yang sangat luas. Jika aku kalah, aku akan memberikannya kepadamu. Namun, jika engkau yang kalah. Engkau harus memberikan wilayahmu kepadaku, berani?” Tantang si Kancil.
Beberapa waktu kemudian si kulomang memberi keputusan.
“Baiklah, aku terima tantanganmu. Esok pagi kita mulai dari sini dan berakhir sampai seberang sungai yang ketujuh.”
Akhirnya, si kancil sangat yakin bahwa ia akan dapat mengalahkan si kulomang yang lambat itu.
Si kulomang kemudian menyusun siasat untuk mengalahkan si Kancil. Ia membawa semua temannya untuk membantunya. Sebelum hari pertandingan, si kulomang sudah menempatkan teman- temannya di pos-pos atau batas jarak tiap berapa puluh meter itu. Mereka diberi pesan untuk menjawab si kancil setiap kali ia berhenti di pos itu.
Esok hari pun tiba, semua binatang mendengar tentang pertandingan itu. Mereka semua ingin menyaksikan perlombaan. Si kancil membawa semua teman dan keluarganya untuk memberinya semangat.
Si kulomang pun telah siap di garis start bersama si kancil. “Satu... dua... ti... ga!” Teriak salah seekor binatang yang menjadi juri pertandingan.
Si kancil menolakkan kakinya dengan kuat. Si kulomang pun berlari. Namun, bukankah memang seperti tak ada bedanya ketika ia berlari dengan berjalan. Si kancil pun masih berlari kencang mendahului si kulomang.
Beberapa waktu kemudian, si Kancil sampai di pos pertama. Lalu, ia mencoba beristirahat sejenak.
“Sampai berapa meter ia berlari? Hahahaha... hahahaha.” Tawa si Kancil sangat meremehkan.
Tiba-tiba terdengar suara.
“Hihihi.... kenapa berpikir begitu?” Suara seekor siput membalasnya.
Si kancil langsung berlari tunggang langgang melanjutkan usahanya. Ia tidak menyangka si siput ada di belakangnya. Ia berlari sekencang-kencangnya, sampai ia tidak berhenti di pos kedua. Ketiga, dan keempat. Akhirnya, si Kancil berlari semakin pelan, pelan dan...
Brruuukkk....
Si Kancil tersungkur dan akhirnya mati. Keluarga si Kancil sangat kecewa. Mereka bersedih dan akhirnya pulang dengan sangat malu. Sementara itu, para binatang yang hadir di sana bersorak-sorak turut merayakan kemenangan si kulomang beserta teman-temannya.
Hewan yang sombong pasti dijauhi teman-temannya. Demikian juga orang yang sombong pasti tak punya teman.
Contoh 2
Tanjung Menangis
Pada zaman dahulu kala, tersebutlah sebuah kerajaan yang sangat besar di Halmahera. Saat itu seluruh rakyat sedang bersedih. Sang Raja baru saja meninggal. Ia adalah raja yang baik dan bijaksana.
Sang Raja mempunyai tiga orang anak, dua laki-laki dan satu perempuan. Putra sulung bernama Baginda Arif dan yang kedua bernama Baginda Binaut. Sedangkan putrinya bernama Putri Baginda Nuri.
Baginda Ratu kemudian memberi perintah kepada seluruh petinggi kerajaan untuk menentukan raja yang baru. Menurut peraturan, anak pertamalah yang layak menggantikan sang Raja. Maka dari itu, mereka kemudian menyiapkan sebuah upacara untuk melantik Baginda Arif menjadi raja baru.
Baginda Binaut mendengar percakapan mereka. Sesungguhnya ia ingin menjadi raja. Akhirnya ia menyusun sebuah rencana. Ia akan menggagalkan pelantikan kakaknya, ia bersekongkol dengan para petinggi kerajaan. Binaut memberikan banyak uang suap dan mereka sepakat untuk mengirim Baginda Ratu, Baginda Arif, dan Putri Baginda Nuri ke penjara.
Baginda Binaut menjadi raja baru di kerajaan itu. Namun, ia tidak seperti ayahnya. Ia memerintah dengan sangat kejam. Salah seorang prajurit memutuskan untuk meninggalkan kerajaan.
Namanya adalah Bijak, ia kemudian membuat pasukan sendiri. Suatu malam, Bijak dan para pasukannya menyerang penjara. Mereka berhasil mengalahkan para penjaga penjara.
Setelah membebaskan sang Ratu dan putra putrinya, mereka berencana menyerang kerajaan. Tetapi, Baginda Ratu tidak mengizinkannya, ia tidak ingin melihat orang-orangnya saling bertarung. Baginda Ratu pun kemudian berdoa kepada Tuhan.
“Tuhan, berikan petunjukmu untuk menyelesaikan masalah ini,” doa sang Ratu.
Tak berapa lama, sebuah gunung meletus.
Duuarrr! Duuuuaaarrr!!! Duuarr!!!
Lava panas yang keluar dari gunung meletus itu terus mengalir dan semakin deras. Lava itu mengalir ke Istana kerajaan. Baginda Binaut juga berlari untuk menyelamatkan diri. Ajaibnya, ke mana pun Baginda Binaut pergi, lava itu selalu mengikutinya.
Tidak ada seorang pun yang mau menolongnya. Akhirnya Baginda Binaut kelelahan. Ia berlari ke laut dan berenang dan tidak dapat kembali ke daratan sebab daratan sudah penuh dengan lava.
Baginda Binaut pun mulai tenggelam. Perlahan tubuhnya masuk ke dalam sebuah gua. Setelah kejadian itu, orang-orang sering mendengar suara orang menangis dari dalam gua itu. Masyarakat pun menyebutnya Tanjung Menangis.
Cerita rakyat Maluku menyimpan pesan-pesan kebaikan yang dapat diteladani dalam kehidupan sehari-hari. Semoga adanya cerita ini dapat memberi pesan moral yang berharga dan mampu meningkatkan antusias pembaca untuk lebih mengenal budaya Indonesia. (Riyana)
Baca Juga: 4 Amanat Cerita Sangkuriang sebagai Cerita Rakyat
