Konten dari Pengguna

2 Contoh Analisis yang Baik dan Benar beserta Cara Membuatnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh analisis. Sumber: unsplash.com/ UX Indonesia
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh analisis. Sumber: unsplash.com/ UX Indonesia

Seperti apa contoh analisis? Dalam proses analisa, ada banyak hal yang bisa dianalisis, maka semua tergantung dari konteks dan ranah penelitian. Misalnya, tujuan analisa untuk menempatkan karyawan pada bagian yang paling cocok, maka memakai analisis pekerjaan, ada juga analisis data penjualan, dan lain sebagainya.

Agar lebih spesifik, maka fokus contoh analisis akan dikerucutkan pada analisis pekerjaan dan analisis data. Keduanya berbeda dalam segi bentuk dan cara membuatnya.

2 Contoh Analisis dan Cara Membuatnya

Ilustrasi contoh analisis. Sumber: unsplash.com/ Carlos Muza

Analisis merupakan waktu untuk mengumpulkan sebuah barang bukti, untuk menemukan sumber pada suatu masalah, yaitu pada akarnya.

Contoh analisis yang baik dan benar tergantung dari jenis analisisnya dan kepentingannya, sebab analisis bisa dilakukan di berbagai bidang. Misalnya, analisis pekerjaan hingga analisis data dari penelitian.

1. Analisis Pekerjaan

Mengutip dari buku Manajemen Sumber Daya Manusia, H. Saihudin, S.Ag., MM (hal. 17), analisis pekerjaan adalah sebuah proses yang digunakan untuk menentukan tugas dari suatu pekerjaan dan kebutuhan tenaga manusia untuk melakukan pekerjaan tersebut.

Cara analisa pekerjaan adalah melalui tahap wawancara untuk menggali bakat dan kemampuan karyawan.

Cara membuat analisis pekerjaan adalah mengenali kemampuan karyawan beserta kualitasnya. Kemudian mencocokkannya dengan kriteria yang dibutuhkan oleh perusahaan.

Contoh Analisis Pekerjaan:

Dito, pemuda berusia 18 tahun, sebelumnya sekolah di SMK jurusan tata boga. Kemampuannya unggul di bidang bakery atau pembuatan roti. Dia belum punya banyak pengalaman kerja. Saat ini dia melamar untuk mengisi bagian sebagai staff kitchen.

Pekerjaan di kitchen memerlukan kemampuan memasak yang baik khususnya untuk masakan Timur Tengah. Keterampilan Dito kurang sesuai jika ditempatkan pada bagian dapur. Dito lebih cocok ditempatkan di bagian pembuatan roti sebagai makanan penutup yang dijual di restoran ini.

Untuk melatih kemampuannya, maka Dito akan diberikan pelatihan selama 1 minggu untuk melihat seberapa siap dia mengemban tugas ini.

Baca juga: Kajian Teori: Pengertian, Cara Membuat, dan Contohnya

2. Analisis Data

Analisis data diperoleh melalui observasi, survei, maupun wawancara. Bisa bersifat kualitatif maupun kuantitatif (menggunakan angka-angka).

Cara membuatnya adalah dengan menuliskan data-data yang diperoleh dari hasil survei. Jika berupa angka, bisa diolah lebih lanjut sesuai dengan maksud dan tujuan analisis. Untuk lebih jelasnya, berikut ini contoh analisis data yang bisa diperhatikan.

Contoh Analisis Data:

Di Perumahan Graha Bandara, terdapat 100 rumah penduduk. Pak RW perlu mendata ada berapa banyak remaja yang tinggal di perumahan tersebut. Tujuannya untuk memberikan penyuluhan mengenai edukasi seksual remaja yang akan diselenggarakan minggu depan.

Pak RW pun melakukan survei dengan meminta seluruh warga mengumpulkan Kartu Keluarga (KK) ke rumahnya. Setelah dikumpulkan ternyata ada 10 anak berusia 3 tahun, 22 anak berusia 12 tahun, 5 berusia 13 tahun, 23 berusia 17 tahun, 20 anak berusia 18 tahun, dan 23 sisanya sudah berusia di atas 20 tahun.

Maka dia mengelompokkan anak remaja berusia 12-18 tahun sebagai targetnya. Setelah ditotal ternyata ada 70 anak yang biisa diikutsertakan dalam acara penyuluhan itu. Sedangkan kelompok berusia 3 tahun dan 20 tahun ke atas disortir karena tidak termasuk ke dalam kelompok remaja.

Contoh analisis di atas merupakan analisa sederhana yang paling sering dibutuhkan dalam kehidupan. (IMA)