2 Contoh Ceramah Tentang Bersyukur yang Penuh Makna

Ragam Info
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh ceramah tentang bersukur dapat digunakan untuk menebar kebaikan dan nasihat. Dikutip dari buku Bersyukur, Christi (2021:59), bersyukurlah merupakan respon atas kehadiran Tuhan di setiap bagian dalam kehidupan manusia.
Ceramah adalah kegiatan berbicara di depan banyak orang mengenai sesuatu hal. Umumnya, sesuatu hal itu merujuk pada pesan-pesan agama.
Contoh Ceramah tentang Bersyukur
Banyak orang mengira, ceramah dan kultum adalah dua kegiatan serupa. Namun, berbeda dengan kultum, penyampaian ceramah tidak dibatasi waktu, sedangkan kultum sesuai namanya biasanya durasinya singkat atau sekitar tujuh menit.
Di antara topik ceramah keagamaan yang populer, tema bersyukur mempunyai banyak materi yang menarik untuk disampaikan kepada masyarakat luas. Terlebih dalam Al-Quran dan hadis, bersyukur menjadi kegiatan wajib.
Rasa syukur nantinya akan dibalas oleh Allah dengan balasan yang besar. Berikut beberapa contoh ceramah tentang bersyukur sarat akan makna yang bisa dijadikan referensi.
1. Hidup Lebih Berkualitas dengan Bersyukur
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Pertama-tama dan paling utama, marilah kita mengucap syukur akan nikmat Allah yang tiada tara. Berkat kebaikan-Nya, kita dapat berkumpul di acara yang berbahagia ini.
Kemudian tidak lupa selawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam, kepada keluarga, sahabat, sampai kepada kita umatnya di akhir zaman.
Kaum muslimin yang berbahagia,
Pada kesempatan ini izinkan saya untuk memberikan ceramah tentang bersyukur. Sebab pada hakikatnya, dengan bersyukur hidup bisa lebih berkualitas dan meraih kebahagiaan yang hakiki.
Apalagi dalam ayat Al-Qur’an yang berbunyi:
وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ
Artinya:
Artinya: Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” (QS. Ibrahim: 7)
Dalam penggalan ayat tersebut Allah akan memberikan nikmat lebih tatkala kita mampu untuk bersyukur. Sementara yang tidak, Allah menyiapkan balasan yang pedih.
Dengan bersyukur hidup akan merasa lebih tenang karena kita merasa terus cukup, sehingga kita akan lebih mudah bahagia dan mampu menjalani hidup lebih berkualitas.
Sedangkan yang enggan untuk bersyukur hatinya akan kering, dihantui oleh ketidakpuasan dan ingin meraih banyak hal. Meski hidupnya sudah berkecukupan, tetapi orang yang jarang bersyukur hidupnya sempit dan sulit menemukan bahagia.Oleh sebab itu, saya mengajak kita semua yang ada di sini untuk terus bersyukur.
Bukan untuk hal-hal besar, tetapi cobalah untuk mensyukuri hal-hal kecil yang mungkin orang di luar sana tidak seberuntung kita.
Itulah ceramah singkat yang bisa saya sampaikan, semoga ada manfaatnya. Terima kasih. Wabillahi taufiq wal hidayah. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
2. Syukur atas Anugerah Nikmat
Assalamualaikum Wr. Wb.
Kaum muslimin rahimakumullah. Nikmat Allah Swt. yang diberikan kepada kita sangatlah berlimpah. Bahkan, terkadang tanpa kita pinta, Allah tetap menganugerahkan nikmat yang sangat banyak.
Mulai dari nikmat sehat, nikmat pancaindera, nikmat akal, nikmat Islam, dan masih banyak lagi. Maka dari itu, tidak ada yang lebih patut untuk dilakukan selain bersyukur atas limpahan rahman dan rahim-Nya.
Sebagaimana firman Allah dalam Alquran: “Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, Allah benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. An Nahl: 18).
Kaum muslimin yang dirahmati Allah Swt. Secara bahasa syukur adalah pujian kepada yang telah berbuat baik atas apa yang dilakukan kepadanya. Syukur merupakan kebalikan dari kufur.
Sementara menurut istilah, syukur adalah penggunaan seluruh nikmat Allah Swt. oleh seorang hamba. Baik dalam bentuk pendengaran, penglihatan, hati, maupun yang lainnya, sesuai dengan tujuan penciptanya.
Rasulullah Saw. adalah manusia yang pandai bersyukur. Suatu ketika, beliau pernah ditanya Bilal, “Apakah yang menyebabkan baginda menangis, padahal Allah telah mengampuni dosa-dosa baginda, baik yang dahulu maupun yang akan datang?”
Rasul menjawab, “Tidakkah engkau suka aku menjadi seorang hamba yang bersyukur?". Oleh karena itu, memang kita mesti siap dalam setiap kondisi ketika bersyukur.
Umar bin al-Khaththab pernah berujar, “Kalaulah sabar dan syukur itu ibarat dua ekor unta, maka aku tidak peduli unta mana yang aku kendarai.” Itulah kultum singkat tentang bersyukur. Semoga bermanfaat.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Baca juga: 4 Manfaat Menyajikan Ceramah Lengkap dengan Metodenya
Itulah beberapa contoh ceramah tentang bersyukur sarat akan makna yang bisa dijadikan referensi. Semoga referensi tersebut dapat membantu penceramah dalam menumbuhkan rasa syukur kepada setiap insan manusia. (Msr)
