Konten dari Pengguna

2 Contoh Ceramah untuk Mengisi Buku Ramadan

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ceramah untuk Mengisi Buku Ramadan. Sumber: unsplash.com/ Raka Dwi Wicaksana
zoom-in-whitePerbesar
Ceramah untuk Mengisi Buku Ramadan. Sumber: unsplash.com/ Raka Dwi Wicaksana

Para siswa sering mendapatkan tugas untuk merangkum ceramah saat bulan puasa. Adapun ceramah untuk mengisi buku Ramadan setiap harinya memiliki tema yang berbeda.

Siswa bisa mengambil inti dari ceramah dengan menuliskan sesuai materi yang didengarkannya. Kemudian, meminta tanda tangan penceramah setelah acara selesai.

Ceramah untuk Mengisi Buku Ramadan

Ceramah untuk Mengisi Buku Ramadan. Sumber: unsplash.com/ David Monje

Dikutip dari buku Manajemen Masjid karya Moh. E. Ayub (1996:95), ketika bulan Ramadan, akan selalu diadakan ceramah agama di sela-sela salat Tarawih. Biasanya diundang mubalig untuk mengisi ceramah tersebut.

Adapun contoh ceramah untuk mengisi buku Ramadan beserta format penulisannya yang bisa dijadikan inspirasi para siswa untuk mengerjakan tugas dari sekolah dapat dilihat di bawah ini.

Contoh 1

Judul ceramah: Puasa yang Sia-sia

Penceramah: Ustaz Zainur Rozikin, M.Ag

Isi ceramah:

Banyak dari umat muslim yang puasa tetapi puasanya dianggap sia-sia. Tidak mendapatkan pahala dan hanya menahan lapar serta haus saja.

Mereka adalah orang-orang yang bermaksiat saat puasa, misalnya melakukan ghibah, menjelek-jelekkan orang lain dan tidak bisa menahan diri untuk melakukan kemaksiatan lain yang mengurangi pahala puasa.

Hal itu sangat disayangkan, karena pelakunya memang berpuasa, tetapi tidak mendapatkan apa-apa, sia-sia. Untuk itu, selama berpuasa wajib menjaga diri dari kemaksiatan agar puasa yang dijalankan mendapat ridho dari Allah.

Tanda tangan penceramah:

Contoh 2

Judul ceramah: Shalat Tarawih Mode Kilat

Penceramah: Ustaz Abdul Ghofur

Isi ceramah:

Zaman sekarang, ibadah salat tarawih banyak yang dilakukan dengan cepat atau modr kilat. Bahkan yang tengah viral, ada tarawih 23 rakaat hanya memerlukan waktu 7 menit. Tentu ini tidak masuk akal, karena bacaan salat normalnya satu rakaat memerlukan waktu 3 menit.

Banyak bacaan yang sudah pasti terlewatkan ketika mengikuti salat tarawih mode kilat ini. Tidak ada tuma'ninah dan gerakan yang tenang. Ini seperti korupsi bacaan salat yang tentunya kurang baik.

Oleh karena itu, alangkah lebih baik jika salat tarawih dilakukan dengan tenang tanpa grusa-grusu.

Tanda tangan penceramah:

Baca juga: 2 Kultum Ramadan Singkat tentang Sedekah

Dua contoh ceramah untuk mengisi buku Ramadan di atas bisa jadi inspirasi bagi siswa untuk menyelesaikan tugas sekolahnya dalam merangkum ceramah. (IMA)