Konten dari Pengguna

2 Contoh Cerita Antagonis dan Protagonis Singkat

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh cerita antagonis dan protagonis. Sumber foto: Pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh cerita antagonis dan protagonis. Sumber foto: Pixabay.com

Contoh cerita antagonis dan protagonist dapat dengan mudah dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dikarenakan cerita dari tokoh yang berperan sebagai antagonis dan protagonis merupakan tokoh yang bersifat umum dalam kehidupan manusia.

Banyak pementasan yang membuat naskah drama dengan dua jenis tokoh tersebut. Hal ini dilakukan agar dialog dalam drama terkesan lebih menarik dan orisinil.

Contoh Cerita Antagonis dan Protagonis

Ilustrasi contoh cerita antagonis dan protagonis. Sumber foto: Pixabay.com

Antagonis dan protagonis adalah dua tokoh yang selalu ada dalam sebuah drama.

Dikutip dari buku Mahir Berbahasa Indonesia 2 Sekolah Menengah Atas Kelas XI Program Bahasa, Paulus Tukan, S.Pd (2006: 120), tokoh antagonis adalah tokoh yang menentang, sedangkan protagonis adalah tokoh pendukung cerita.

Cerita antagonis berarti sebuah drama atau kisah yang menceritakan tentang tokoh yang menentang cerita. Sementara, cerita protagonis adalah drama yang menceritakan tentang tokoh yang mendukung cerita.

Contoh cerita antagonis dan protagonis adalah sebagai berikut.

Contoh 1

Skenario: Terdapat tiga orang karakter yang memiliki latar belakang sosial yang berbeda-beda dan hal ini menyebabkan konflik di antara keduanya.

Tema: Arti Kehidupan

Permasalahan: Lili dijauhi oleh Naira sejak dirinya mengalami kehidupan yang lebih sederhana.

Karakter: Lili (Antagonis) Naira (Protagonis), Silvi (Netral)

Latar: Kantin sekolah

Dialog Naskah Drama

Lili: Halo, Nai. Sudah lama, deh saya nggak lihat kamu beli makan di kantin sekolah. Bukannya kamu sering bawa bekal ya sekarang?

Naira: Iya kebetulan hari ini saya lagi pengen makan di sini kantin sekolah.

Lili: Pengen atau pengen nih, Nai? Di depan sekolah sana tuh ada warung.

Naira: Memangnya kenapa, Li?

Lili: Lebih murah dan jelas kamu bisa makan sepuasnya di situ.

Silvi: Lili, ngga baik kamu ngomong begitu ke Naira. Ayo nai kita pergi, nggak usah hiraukan dia.

Setelah mengatakan hal tersebut, Naira dan Silvi meninggalkan Lili.

Contoh 2

Skenario: Terdapat tiga orang karakter yang memiliki latar belakang sosial yang berbeda-beda dan hal ini menyebabkan konflik di antara keduanya.

Tema: Persahabatan

Permasalahan: Salah paham persahabatan

Karakter: Kiki (Antagonis) Fitri (Protagonis) Putri (Netral)

Latar: Saung desa

Dialog Naskah Drama

Kiki: Halo, Fit. Sudah lama, kamu tidak main ke sini, bukannya nggak mau temenan lagi sama aku, karena kamu sudah pindah ke perumahan sana.

Fitri: kamu salah ki, aku pindah bukan karena nggak mau temenan lagi sama kamu.

Kiki: Terus apa kalo gitu, kamu pindah nggak bilang-bilang sama aku.

Fitri: Ini memang mendadak karena rumah itu harus dijual, karena bukan rumah orang tuaku.

Putri: Iya ki, kamu salah paham sama Kiki. Dia tidak bermaksud seperti itu sama kamu.

Kiki: Tetap saja, kamu tidak menganggap aku sebagai temanmu.

Setelah mengatakan hal tersebut, Kiki pergi dan meninggalkan Fitri dan Kiki di saung.

Baca juga: 5 Contoh Cerita Pengalaman Masa Kecil

Contoh cerita antagonis dan protagonis adalah cerita yang umum terjadi. Hal ini watak dari dua tokoh tersebut sudah menjadi gambaran umum watak manusia. (MAE)