2 Contoh Cerita Fantasi Panjang

Ragam Info
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam teks bahasa Indonesia, ada berbagai contoh cerita fantasi panjang yang biasa diceritakan baik di depan kelas maupun sebagai cerita sebelum tidur. Cerita fantasi merupakan salah satu jenis cerita populer yang ada di Indonesia dan dapat dinikmati oleh siapa saja.
Cerita fantasi umumnya memiliki pesan moral yang dapat dipelajari. Alur di dalam cerita fantasi juga berdasarkan kesesuaian dengan kehidupan sehari-hari, sehingga mudah untuk menyampaikan pesan moral kepada anak-anak.
Contoh Cerita Fantasi Panjang
Mengutip buku Teks Cerita Fantasi, Marie Muhammad, dkk (2020:7), cerita fantasi adalah salah satu karya tulis yang memiliki sifat imajinatif dan khayalan. Salah satu contoh cerita fantasi panjang adalah cerita mengenai legenda Danau Toba.
Berbeda dengan cerita-cerita pada umumnya, cerita fantasi memiliki beberapa ciri khusus yang membedakan dengan cerita lain. Salah satunya adalah tokoh cerita sering kali diceritakan memiliki kesaktian atau mengalami keajaiban. Berikut beberapa contoh yang dapat diperhatikan.
Contoh 1: Legenda Danau Toba
Zaman dahulu, hiduplah seorang pemuda tani yatim piatu di utara Daerah tersebut sangatlah kering. Pemuda itu hidup dari bertani dan menjaring ikan.
Suatu hari ia gelisah karena hingga larut malam tak satu pun ikan didapatnya. Hari sudah larut malam, ia pun pulang. Akan tetapi, ketika hendak pulang ia melihat seekor ikan yang indah, warnanya kuning emas. la pun menangkap ikan itu dan segera membawanya pulang.
Sesampainya di rumah, karena sangat lapar, ia hendak memasak ikan itu. Namun, ia pun mengurungkan niatnya lantaran ikan itu sangat indah. Ia memilih untuk memeliharanya, lalu menaruhnya di sebuah wadah yang besar dan memberinya makan.
Keesokan harinya seperti biasa ia pergi ke ladang. Tengah hari ia pun pulang untuk makan siang. Alangkah terkejutnya ia ketika melihat di rumahnya telah tersedia berbagai masakan. la pun teringat pada ikannya karena takut dicuri orang. Dengan bergegas, ia berlari ke belakang dan melihat ikan yang dipancingnya semalam.
Ternyata ikan tersebut masih berada di tempatnya. Ia sempat merasa heran dan berpikir tentang kejadian yang dialaminya siang ini. Namun karena perutnya sudah lapar, akhirnya ia pun menyantap dengan lahap semua masakan tersebut. Kejadian ini pun terjadi berulang-ulang. Akhirnya, pemuda tersebut mempunyai rencana untuk menyelidiki kejadian yang sebenarnya terjadi di rumahnya selama ia pergi.
Suatu hari, ia bersembunyi di antara pepohonan dekat rumahnya. Setelah menunggu, ia mulai melihat asap di dapur rumahnya. Lalu, ia berjalan menuju belakang rumahnya untuk melihat siapa yang melakukan semua itu. Alangkah terkejutnya ia ketika melihat seorang wanita yang sangat cantik dan berambut panjang sedang memasak. Dengan perlahan, ia memasuki rumahnya dan menangkap wanita tersebut.
la berkata, "Hai wanita, siapakah engkau dan dari mana asalmu?" Wanita itu tertunduk diam dan mulai meneteskan air mata, lalu pemuda itu pun melihat ikannya tak lagi berada di dalam wadah .
la pun bertanya pada wanita itu, "Hai wanita, kemanakah ikan yang ada di dalam wadah ini?"
Wanita itu pun semakin menangis tersedu-sedu, tetapi pemuda tersebut terus memaksa dan akhirnya wanita itu pun berkata, "Aku adalah ikan yang kau tangkap kemarin.
Pemuda itu pun terkejut dan berkata, "Hai wanita, maukah engkau menjadi istriku?"
Wanita tersebut pun berkata, "Aku mau menjadi istrimu, tetapi dengan satu syarat. Kelak jika anak kita lahir dan tumbuh, janganlah pernah engkau katakan bahwa dirinya adalah anakni Dekke (anaknya ikan)."
Pemuda itu pun menyetujui persyaratan tersebut dan bersumpah tidak akan mengatakannya. Kemudian mereka pun menikah Pada akhirnya mereka mempunyai anak yang berusia 6 tahun.
Anak mereka sangat nakal dan tak pernah mendengar jika dinasihati. Lalu , suatu hari sang Ibu menyuruh anaknya mengantar nasi ke ladang untuk ayahnya. Namun, di tengah perjalanan ia terasa lapar la pun membuka makanan yang dibungkus untuk ayahnya dan memakannya.
Setelah kenyang, ia pun kembali membungkusnya dan melanjutkan perjalanannya ke ladang. Sesampainya di tempat sang Ayah, ia memberikan bungkusan tersebut kepada sang Ayah. Ketika ayahnya membuka bungkusan nasi, sang Ayah terkejut karena isinya tinggal tulang ikan saja.
Sang Ayah pun bertanya kepada anaknya, "Hai anakku, mengapa isi bungkusan ini hanya tulang ikan belaka?"
Anaknya pun menjawab, "Di perjalanan tadi perutku terasa lapar jadi aku memakannya."
Sang Ayah pun emosi dan dengan kuat ia menampar pipi anaknya sambil berkata, "Botul maho anakni dekke (betullah engkau anaknya ikan)." Sang Anak pun menangis dan berlari pulang.
Sesampainya di rumah, anaknya pun menanyakan kebenaran perkataan ayahnya "Ibu, benarkah aku ini anaknya ikan?"
Mendengar perkataan anaknya, sang Ibu terkejut. Sambil meneteskan air mata, ia berkata di dalam hati, "Suamiku telah melanggar sumpahnya dan sekarang aku harus kembali ke alamku. Seketika sang anak dan ibunya hilang.
Dari bekas telapak kaki mereka, mengalir air yang sangat deras hingga daerah tersebut terbentuk sebuah danau Danau tersebut diberi nama Danau Tuba yang berarti danau tak tahu belas kasih. Akan tetapi, karena orang Batak susah mengatakan “Tuba”, danau tersebut kemudian terbiasa disebut dengan Danau Toba.
Contoh 2: Jack dan Pohon Kacang Ajaib
Di sebuah desa, hiduplah seorang anak laki-laki bernama Jack yang tinggal dengan ibunya. Hidup mereka sangat memprihatinkan, dan hanya memiliki seekor sapi. Sang Ibu kemudian menyuruh anaknya untuk menjual sapi tersebut ke pasar.
“Jack bawalah sapi kita ke pasar. Jual lah sapi ini, Nak, agar keperluan kita dapat terpenuhi”, perintah sang Ibu.
“Ya, baik, Bu”, jawab Jack.
Keesokan harinya, Jack membawa sapinya ke pasar dan bertemu dengan seorang kakek.
“Nak, apakah kau akan menjual sapimu?” tanya si Kakek.
“Oh, iya, Kek”, jawab Jack.
“Maukah kau menukarnya dengan sebutir biji kacang ini?”
Merasa direndahkan, Jack marah sambil berkata, ”Hah? Mana mungkin seekor sapi ditukar dengan sebutir kacang!”
“Jangan menghina, sebutir kacang ini bisa membuatmu kaya”, pungkas si Kakek.
Tergiur dengan kata kaya, Jack benar-benar menukar sapinya dengan sebutir biji kacang milik sang Kakek.
“Baiklah, Kek”, jawab Jack setuju.
Sesampainya di rumah, Jack menceritakan kejadian itu pada ibunya dan mulai menanam biji kacang tersebut. Keesokan harinya, kacang yang ditanamnya pun tumbuh hingga ke langit.
Jack yang tercengang melihatnya, serta penasaran. Dia pun memanjat pohon kacang itu sampai ke atas, dan mendapati adanya sebuah rumah di sana. Jack lalu memasukinya.
“Hai, apakah ada orang di dalam?”, teriak Jack seraya memanggil pemilik rumah.
“Ya, siapa kamu, Nak?”, jawab raksasa wanita yang muncul dari dalam rumah itu.
“Aku kelaparan, Bu. Bolehkah aku meminta makan?”, ungkap Jack dengan wajah memelas.
”Ya, tentu saja”, jawab wanita itu, memperbolehkan.
Akan tetapi, tiba-tiba terdengar langkah kaki yang ternyata adalah suami wanita raksasa itu. Dia seorang raksasa pemakan manusia. Dengan lincah, Jack langsung bersembunyi di sebuah tungku.
“Ha, ha, ha, ha, aku pulang, aku lapar!” teriak raksasa laki-laki itu.
Usai raksasa itu menghabiskan makannya, kemudian dia mengeluarkan pundi-pundi kantong berisi emas, dan dia pun tertidur. Jack dengan sangat cepat keluar dari tungku persembunyiannya, dan mengambil emas-emas itu lalu bergegas pulang.
“Mulai sekarang kita menjadi orang kaya, Bu”, kata Jack kepada Ibunya.
Setiap hari Jack hanya santai di rumah. Tak lama uang dari emas itu pun habis.
Jack kembali memanjat pohon kacang dan bersembunyi di dalam tungku. Usai raksasa itu datang, raksasa itu pun mengeluarkan seekor ayam, sembari berkata, “Ayo Ayam, keluarkan telur emasmu!”
Ternyata, ayam itu juga benar-benar mengeluarkan telur emas. Seperti biasa, raksasa itupun kemudian lelah dan terlelap tidur. Sesegera mungkin Jack mengambil ayam bertelur emas itu dan pulang. Namun, karena kelelahan, ayam itu mati. Pantang menyerah sebelum mendapatkan hasil. Kemudian Jack naik lagi ke atas pohon kacang, dan kali ini sang Raksasa membawa harpa yang bisa memainkan melodi Indah. Raksasa itu pun tertidur. Dengan hati-hati, Jack mengambil harpa itu. Namun, anehnya alat musik itu bisa berteriak!
”Tuanku, ada pencuri!”, teriak si harpa.
Sang raksasa langsung terbangun dan mengejar Jack menuruni pohon kacang. Jack sampai bawah pohon terlebih dahulu dan berteriak kepada Ibunya untuk mengambilkannya kapak.
”Bu…. Tolong, ambilkan kapak!”, teriak Jack
Setelah diberikan kapak oleh ibunya, tanpa berlama-lama Jack lalu menebang pohon kacang itu. Akhirnya, sang Raksasa yang masih berada di tengah pohon pun jatuh ke tanah dan mati.
Melalui kejadian itu, sang Ibu memberikan nasehat kepada Jack.
”Jack, jangan kamu ulangi lagi hal menyeramkan ini. Betapapun miskinnya kita, bekerjalah dengan sungguh-sungguh, Nak. Dengan bersyukur kepada Tuhan, pasti hidup kita akan lebih baik”, nasehat sang Ibu.
“Maafkan saya, Bu. Mulai sekarang, saya akan bekerja dengan rajin dan selalu bersyukur kepada Tuhan,” kata Jack.
Sejak saat itu, setiap hari Jack bekerja dengan rajin ditemani harpa yang memainkan melodi indah pemberi semangat.
Baca juga: 2 Contoh Cerita Fiksi yang Menarik Beragam Tema
Itulah beberapa contoh cerita fantasi panjang yang populer dan menarik untuk dibacakan kembali. Perlu diingat bahwa cerita fantasi merupakan sebuah cerita fiksi yang dapat disesuaikan dengan khayalan penulis, sehingga dalam menuliskan cerita fantasi juga membutuhkan kreativitas yang tinggi dalam penulisannya. (BAI)
