2 Contoh Cerita Fantasi Pendek Tentang Hewan yang Penuh Pesan Moral

Ragam Info
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh cerita fantasi pendek tentang hewan penuh pesan moral cocok untuk orang tua ceritakan kepada anak. Karena hewan memiliki sifat dan perilaku yang menarik bagi anak-anak, sehingga pesan moral yang terdapat dalam cerita akan mudah diserap oleh anak.
Cerita fantasi hewan juga dapat menjadi media pembangun karakter bagi anak. Hal ini disebabkan tokoh hewan yang ada dalam cerita dapat digambarkan seolah-olah memiliki karakter atau watak yang sama seperti seorang manusia.
Contoh Cerita Fantasi Pendek Tentang Hewan
Dikutip dalam buku Siswa Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas 7 oleh Heriyanto, S.Pd., M.Pd. (2021:42) cerita fantasi adalah cerita imajinatif (khayalan) yang menceritakan sebuah rangkaian peristiwa yang satu dihubungkan dengan peristiwa lain di mana perilaku tokoh tidak ada dalam kehidupan nyata yang merupakan imajinasi pengarang.
Cerita fantasi hewan termasuk karya sastra berupa narasi yang memiliki nilai moral dan edukasi. Cerita ini berisi tentang cerita hewan yang bisa berbicara, dan bersikap seperti manusia. Berikut contoh cerita fantasi pendek tentang hewan.
Contoh 1 Cila dan Serigala
Pada suatu sore ada tiga ekor kelinci kecil yang bernama Cila, Celi, dan Upi, mereka bermain bersama di tengah hutan. Tiba-tiba Cila melihat sesuatu yang terbungkus plastik tergeletak di atas tanah. “Hai lihatlah!" Cila berteriak sambil menunjuk ke arah bungkusan.
“Wah, ada makanan” teriak Upi. “Yeyy Asyik! kita makan enak” Celi berteriak kegirangan sambil membayangkan makanan yang lezat. Cila mengambil plastik tersebut kemudian membuka bungkusnya dan tercium aroma harum makanan. Seketika itu, muncul niat licik Cila.
Cila ingin menyantap kue itu sendirian karena tergoda kelezatannya. “Hei kawan sepertinya ini bekal Pak Tukang Kayu, mungkin dia baru saja ke sini dan belum terlalu jauh, bagaimana jika aku susulkan saja kue ini, bukankah itu perbuatan mulia?” Cila meyakinkan temannya.
Raut wajah Celi dan Upi menunjukkan sikap kecewa sebab gagal memakan kue itu. Cila bergegas berlari menjauh dari temannya dan memakan kue itu sendiri. Tiba-tiba Cila berteriak. Rupanya Serigala baru saja muncul dibalik semak, dan siap menerkamnya.
Kembali muncul ide liciknya, “Pak Serigala, aku bersama 2 teman lagi di sana, bagaimana jika aku panggil mereka ke sini agar makanmu lebih banyak?” Serigala menjawab “Baiklah, tapi aku ikut di belakangmu” jawab Serigala.
Cila mulai berlari ke arah teman-temannya lalu tiba-tiba terasa ada yang menarik kakinya. Cila menyadari hal itu, sehingga Cila berteriak dan tidak berani membuka mata. “Jangan, jangan makan aku, jangan makan aku Pak Serigala.”
“Sst, ini kami Upi dan Celi, ayo cepat Ci!” Bersama-sama akhirnya mereka lari dan selamat. Upi dan Celi memaafkan perbuatan Cila yang semula berniat untuk serakah, merekapun kembali bersahabat tanpa ada rasa marah.
Contoh 2 Ulat yang Sombong
Di sebuah hutan yang lebat, hiduplah 2 ekor ulat. Yang satu bernama Fintu yang bersifat ramah, rendah hati dan baik. Sedangkan yang satunya bernama Tuvi yang bersifat angkuh dan suka meremehkan binatang lain.
Suatu hari, Fintu bertemu Tuvi saat sedang mencari makanan. “Hai Tuvi, bolehkah aku meminta sedikit makananmu?” pinta Fintu. “Hey, Fintu! Ini makananku dan tetap makananku. Sana cari makanan yang lain!” tolak Tuvi. “Baiklah” Fintu menunduk dan berlalu.
Lain hari, akan ada pesta hutan. Semua binatang diundang. Putha si burung hantu dengan gesitnya membagikan undangan berupa daun itu di malam hari dan menaruhnya di depan pintu rumah para binatang.
Esok harinya, terdengar sorakan dari para binatang. “Asyik! Pasti di sana ada banyak makanan!” sorak Cattya si anak kucing. “Aku juga bisa makan biji-bijian, kan? Oh ya, bagi para ulat kalian tenang saja, aku tidak akan memakan kalian, kok!” pekik Chacky si ayam jago.
Fintu hanya tersenyum. Dengan angkuh Tuvi berkata “Ah, ini hanya pesta kecil! Lihat saja, suatu saat nanti, aku akan membuat pesta yang lebih besar!”.“Tuvi! Kamu tidak boleh begitu!” seru Piku si beruang madu.“Huh! Biarkan saja!” balas Tuvi sambil pergi.
Beberapa hari kemudian, Tuvi dan Fintu sudah menjadi kepompong. Mereka menjalani hidup sebagai kepompong biasa.Beberapa minggu kemudian, mereka sudah keluar dari kepompongnya.
Tak disangka, sayap Tuvi ternyata berwarna hitam! Sedangkan Fintu malah berwarna-warni. Tuvi tahu, ini akibat keangkuhannya dan akhrinya Tuvi sangat menyesal.
Baca juga: 3 Contoh Cerpen Fantasi yang Menarik
Demikian 2 contoh cerita fantasi pendek tentang hewan penuh pesan moral yang dapat dijadikan referensi orang tua dalam mengajarkan nilai sosial kepada anak. Semoga bermanfaat (MRZ)
