2 Contoh Cerita Inspiratif 5 Paragraf yang Singkat dan Menginspirasi

Ragam Info
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh cerita inspiratif 5 paragraf umumnya menggunakan kata-kata ekspresif yang menggambarkan emosi tokoh. Biasanya, cerita terbaru ketika dibaca akan membuat seseorang termotivasi untuk melakukan hal-hal baik.
Adapun tujuan dari teks inspiratif di antaranya meningkatkan dan menggugah motivasi, semangat, dan rasa percaya diri untuk menghadapi sebuah tantangan yang mungkin sedang dihadapi.
Hal tersebut dapat dilakukan dengan memberikan motivasi kepada orang dalam bentuk tulisan yang mengandung amanat baik itu secara tersirat maupun tersurat.
Contoh Teks Inspiratif 5 Paragraf
Cerita inspiratif adalah bahan tertulis yang digunakan sebagai media untuk mendapatkan ilham, ide, atau gagasan, yang dapat menambah semangat dalam mencapai tujuan yang diharapkan. Struktur penulisan teks ini meliputi orientasi, rangkaian peristiwa, komplikasi, resolusi dan koda.
Mengutip dari buku Pasti Bisa Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas IX, Tim Ganesha Operation (halaman 114), contoh cerita inspiratif 5 paragraf bisa dipahami sebagai berikut ini.
1. Ketulusan Tukang Parkir
Waktu itu, kebetulan aku ikut Ayah membayar pajak motor di mobil samsat keliling. Saat datang, antrean sudah panjang. Begitu datang, kamu disambut Kakek Tukang Parkir yang tangannya hanya satu. Aku terharu melihatnya membantu ayah memarkirkan motor dengan susah payah.
Saat sedang menunggu, terdengar suara yang cukup keras, “Den, minta belas kasihan, Den.” Aku menoleh mencari arah sumber suara. Pandanganku berhenti ke sosok ibu berpakaian agar lusuh. Rupanya, dia mengenis kepada orang-orang yang sedang antre. Satu per satu orang dia datangi. Tiba-tiba, pandanganku tertuju pada jari manis Pengemis itu. Di jarinya melingkar sebuah cincin lumayan besar. Kepalaku jadi geleng-geleng melihat tingkah laku Pengemis itu.
Benarkah dirinya kekurangan sehingga mengharuskannya mengemis seperti itu? Tiba-tiba, kulihat si Ibu Pengemis itu mendatangi Kakek Tukang Parkir tadi dan meminta belas kasihan. Kulihat Kakek Tukang Parkir itu mengeluarkan uang sepuluh ribu, lalu memberikannya kepada pengemis. Hatiku sungguh terkejut melihat kebaikan Kakek Tukang parkir itu.
Bagaimana bisa si Ibu Pengemis itu tega meminta uang kepada Kakek Tukang Kayu Parkir yang sudah susah payah bekerja, apalagi kondisi tangannya hanya satu. Herannya lagi, Kakek Tukang Parkir tersebut memberikan uang dengan ringan saja. Tak ada ekspresi keberatan apa pun. Sementara itu, si Ibu langsung pergi tanpa mengucapkan terima kasih.
Hatiku jadi malu melihat kebaikan Kakek Tukang Parkir itu. Diriku yang sehat serta tidak kekurangan ekonomi, kala didatangkan pengemis masih menggerutu untuk memberinya. Di sini, kutemukan pelajaran, yaitu ketulusan si Kakek Tukang Parkir dan perbuatan si Ibnu Pengemis yang menghinakan diri dengan memanfaatkan kemiskinannya dengan meminta-minta.
2. Ketulusan dalam Membantu
Hari itu matahari memancarkan cahaya teriknya, tetapi Ahmad tetap berjalan menyusuri jalan raya. Dia berharap ada yang mau memakai jasa sol sepatunya. Hari itu Ahmad sangat memerlukan uang untuk membayar buku sekolah. Sejak tadi pagi, Ahmad sudah berkeliling untuk menawari jasanya itu. Namun, hingga menjelang sore hari ini tak kunjung ada orang yang mau mengesol sepatu kepada dirinya. Akhirnya, Ahmad duduk di pinggir jalan karena perutnya sudah terasa perih. Dia ingin menyantap makanan yang telah dibawakan oleh ibunya. Setelah dia membuka bekal miliknya, ada satu ekor kucing berwarna hitam menghampiri Ahmad. Badan kucing itu sangat kurus. Ahmad tak kuasa melihat kucing itu merasakan lapar. Akhirnya, dirinya membagi bekalnya dengan kucing jalanan itu.
Ahmad tidak khawatir jika akan merasa kelaparan lagi saat membagi separuh bekal makanannya kepada kucing tersebut. Pasalnya, Ahmad teringat akan pesan ibunya bahwa berbuat baik entah itu kepada manusia maupun hewan dapat mendatangkan berkah dari Allah. Setelah menyantap bekal, Ahmad lantas melanjutkan perjalanannya.
Ketika berjalan menyusuri jalan, Ahmad melihat ada seorang pria yang sedang susah berjalan. "Apakah kaki Bapak baik-baik saja?", tanya Ahmad. "Kaki saya baik-baik saja Nak. Namun sepatu saya ini rusak dan saya lagi tidak membawa motor." ucap bapak berbaju biru tersebut. "Apakah saya boleh memperbaiki sepatu Bapak? Kebetulan saya tukang sol sepatu, insyaallah bisa memperbaiki sepatu Bapak." tambah Ahmad.
Mendengar ucapan Ahmad bapak itu lantas mencopot sepatu miliknya dan memberikan kepada Ahmad untuk dibenahi. Selang 15 menit, sepatu itu sudah jadi dan bisa dipakai kembali. "Berapa harganya Nak?" tanya bapak berkacamata itu. "10 ribu saja Pak." jawab Ahmad. Bapak itu lantas mengeluarkan 2 lembar uang Rp100.000 dan memberikannya kepada Ahmad. "Ini kebanyakan Pak." bantah Ahmad.
"Tidak apa-apa. Ambil saja Nak. Kamu sudah membantu saya hari ini. Jika tidak ada kamu pasti saya akan terlambat menemui seorang investor. Anggap saya ini imbalan atas semua kebaikan yang telah kamu lakukan hari ini." imbuh bapak tersebut. Bapak itu langsung memasang sepatu dan berlarian menuju restoran di seberang jalan. Ahmad tak kuasa menahan tangisnya karena dirinya merasa sangat bahagia bisa bertemu dengan orang baik.
Baca juga: 2 Contoh Teks Cerita Inspiratif beserta Strukturnya
Demikianlah penjelasan mengenai contoh cerita inspiratif 5 paragraf yang dapat memotivasi untuk berbuat baik. Semoga bermanfaat. (NTA)
