2 Contoh Cerita Khayalan Diri Sendiri yang Singkat dan Menarik

Ragam Info
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh cerita khayalan diri sendiri termasuk cerita fantasi. Pasalnya pembuatan cerita ini berasal dari imajinasi penulis yang melebihi realita. Menciptakan khayalan dalam diri sendiri ke bentuk cerita dapat mengasah kreativitas.
Umumnya, cerita khayalan diri sendiri dibangun menggunakan alur cerita yang normal, tapi memiliki sifat imajinatif dan khayalan semata.
Contoh Cerita Khayalan Diri Sendiri
Dikutip dari buku Semua Bisa Pintar Ulangan Harian Tematik Kelas 4 SD oleh Moh. Zulkifli, S. Pd., Nur Utari, S.Pd (2022:330), cerita fiksi merupakan cerita yang sengaja dibuat oleh pengarang. Salah satu contoh cerita fiksi ialah cerita khayalan diri sendiri.
Cerita khayalan tentang diri sendiri dapat berkaitan dengan aspek kehidupan individu, pengalaman, atau perjalanan emosional yang sengaja dilebih-lebihkan. Jika dilogikakan cerita ini tak akan pernah terjadi di dunia nyata.
Mengutip dari buku Pasti Bisa Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VII oleh Tim Ganesha Operation (26-27), berikut adalah contoh cerita khayalan diri sendiri dalam bahasa Indonesia yang dapat meningkatkan kreativitas.
Sumur di Halaman
Suatu hari, Ayah Viko menggali sumur yang sudah mulai mengering. Ia menggali sumur sangat dalam sehingga tak ada tanah yang dapat dikali oleh Ayah Viko dan jatuh ke dalam bumi. Namun, lembah rumput terhampar di hadapannya. Tak jauh dari hamparan rumput itu, danau luas terbentang.
Di atas danau itu berdiri sebuah istana yang megah. Di istana itu, hiduplah seorang ratu yang cantik jelita, tetapi jahat dan licik. Tanpa mengetahui keberadaan Ratu, Ayah Viko masuk ke dalam istana tersebut.
Ratu yang jarang sekali mendapat kunjungan, berusaha membujuk Ayah Viko agar mau tinggal selamanya di istana tersebut untuk menemani dirinya. Sejak saat itu, Ayah Viko tidak pernah kembali ke atas sumur.
Begitulah kisah yang diceritakan oleh Viko, teman sebayaku yang tinggal di samping rumahku. Viko mengajak aku untuk menyusuri lubang kalian sumber ayahnya agar dapat membawa kembali ayahnya pulang ke rumah.
Viko memberitahuku bahwa dirinya telah menyiapkan diri untuk berperang dengan Ratu yang telah menahan ayahnya. Aku hanya diam mendengarkan celotehannya.
Viko siap memasuki sumber kalian ayahnya dan mengajakku untuk ikut bersamanya. Aku bergeming. Kemudian, Viko menoleh ke dalam lubang hitam itu. Sesaat, dia menoleh ke arahku dan tersenyum sambil berkata "Aku akan menemui ayahku" Lalu, dia melompat ke dalam lubang hitam itu.
Itu tiga puluh tahun yang lalu sejak percakapan dengan Viko di samping sumber dekat rumahnya. Aku ingat, setelah Viko masuk ke dalam lubang itu, aku pulang ke rumah memberitahu ibuku. Namun, ibu tak percaya dengan ucapanku.
Beberapa hari kemudian, aku bersama keluargaku datang ke rumah Viko. Di depan rumahnya terpasang bendera kuning. Aku mendengar bahwa Viko jatuh ke dalam sumur dan tak pernah kembali. Aku memberitahu kepada semua orang di sana bahwa Viko ditangkap Ratu jahat yang mendiami sumber tersebut. Saat itu, orang tuaku memelukmu dan memberikan kata-kata penghibur untukku.
Sumur tersebut masih ada hingga hari ini. Berdiri diam dengan mulut yang terbuka memperlihatkan kegelapan di dalamnya. Setelah tiga puluh tahun berlalu, aku kembali ke desa ini, membeli rumah dan tanah milik keluarga Viko. Entah apa yang membuatku untuk tinggal di rumah Viko.
Pada malam hari, aku bermimpi melihat sebuah istana. Bukan istana di bawah sumur karena aku tahu tak ada istana di bawah sumur. Namun, di dalam istana itu ada Viko bersama ayahnya. Mereka hidup berbahagia selamanya di sana tersebut.
Buku Ajaib
Suatu hari, Ali berjalan menyusuri jalanan sepi untuk berkunjung ke rumah Aldo. Sesampainya di rumah Aldo, Ali disajikan berbagai hidangan makanan yang enak-enak.
Setelah dirasa kenyang, Ali dan Aldo langsung menonton film.
"Wah seru ya jika kita bisa masuk dunia lain." ucap anak laki-laki yang bertamu tersebut.
"Gak lah. Masa iya masuk dunia lain seru? Aneh kamu Al." sanggah Aldo.
Setelah perdebatan kecil tersebut, Ali dikejutkan dengan suara ketukan pintu dari arah kamar nenek Aldo. Untungnya Ali tak seorang diri, melainkan bersama dengan Aldo.
"Suara apa itu do? Semakin lama semakin keras." tanya Ali ke Aldo dengan sekujur tubuh yang sudah gemetaran.
"Itu suara dari arah kamar nenekku yang sudah meninggal." jawabnya.
"Ayo kita cek do." ajak Ali.
"Boleh juga sih. Aku sudah lelah tiap hari mendengar suara itu." keluh Aldo.
Dengan perasaan takut dan gelisah, dua anak tersebut berjalan perlahan ke arah kamar nenek Aldo. Sesampainya di dalam kamar, baik Aldo maupun Ali mengamati seluruh isi kamar nenek yang sudah ditinggal meninggal itu. Mereka berdua tidak menemukan sesuatu yang menjanggal. Namun, Ali sejak memasuki ruangan itu sudah tertuju pada sebuah rak buku yang tersusun buku-buku lama. Ali mengambil salah satu buku yang mampu menarik perhatiannya.
Dibaluti rasa penasaran yang tinggi membuat Ali membuka perlahan halaman buku satu persatu. Pada buku tersebut terdapat halaman kosong selang beberapa detik buku itu mengeluarkan cahaya.
"Haaaaaaaaaa." teriak Ali.
Sebenarnya Ali tidak yakin apa pemandangan di hadapannya. Ini bisa disebut dunia lain karena keadaan di sini benar-benar jauh lebih indah dari keadaan sebenarnya. Memangnya ada? Pohon emas? Aldo dimana? Entahlah..jika ini mimpi, Ali ingin cepat keluar dari dunia ini.
"Bagaimana cara keluar dari sini?." tanya Ali.
"Kamu bisa kembali ke dunia nyata jika mampu menyusun puzzle tersebut."
Aduhh, suara siapa itu! Ali berjingkrak memutar badan untuk mencari si empunya suara.
Mendengar perintah itu, Ali langsung mengambil dan menyusun potongan puzzle.
"Akhirnya selesai juga. Lalu, bagaimana cara aku keluar dari sini?" tanya Ali.
Tiba-tiba muncul cahaya kilauan yang menyeret Ali. Ia langsung terbangun dan bertanya-tanya ke orang-orang disekelilingnya.
"Ini di kamar nenek Aldo lagi kan?" tanya Ali.
"Iya ini di kamar nenek. Kamu kenapa tetiba tidur waktu baca buku Al." ucap Aldo
"Entahlah aku juga tidak tau." jelas Ali.
Ali merasa bahwa dirinya memasuki dunia lain. Sedangkan Aldo mengatakan, bahwa Ali hanya tertidur di kamar neneknya karena kepalanya habis terbentur rak buku. Mendengar ucapan Aldo tersebut, Ali hanya berdiam dan tak ada niat untuk menceritakan kejadian tersebut kepada Aldo.
Baca juga: 5 Contoh Cerita Pengalaman Masa Kecil
Itulah 2 contoh cerita khayalan diri sendiri yang termasuk cerita fantasi karena bersifat imajinatif. Semoga informasi yang disampaikan dapat menambah wawasan serta pengetahuan pembaca. (NTA)
