2 Contoh Cerita Rakyat dari Kalimantan Singkat beserta Pesan Moralnya

Ragam Info
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengetahui pesan moral dalam contoh cerita rakyat dari Kalimantan adalah hal yang penting untuk diketahui. Pasalnya, pesan moral merupakan amanat dalam sebuah cerita dan mengacu pada tujuan yang ingin disampaikan.
Hampir semua cerita rakyat Indonesia memiliki pesan moral dengan nilai-nilai positif, termasuk cerita rakyat dari Kalimantan. Adapun Kalimantan memiliki sejumlah cerita rakyat yang dilestarikan dari dulu hingga kini.
2 Contoh Cerita Rakyat dari Kalimantan Singkat
Sebelum membahas mengenai pesan moral dari cerita rakyat Kalimantan, ketahui lebih dulu 2 contoh cerita rakyat dari Kalimantan yang dibahas secara singkat berikut ini.
1. Cerita Rakyat Kalimantan Barat - Semangka Emas
Dahulu, di daerah Sambas, terdapat kisah seorang saudagar kaya raya. Saudagar kaya itu memiliki dua orang anak laki-laki.
Si sulung bernama Muzakir, sedangkan si bungsu bernama Dermawan. Si sulung memiliki sifat serakah dan kikir, sedangkan si bungsu memiliki sifat baik hati dan suka menolong.
Suatu hari, saudagar kaya itu jatuh sakit. Kemudian ia menulis surat wasiat mengenai harta warisan. Ia membagi harta warisannya dengan adil agar kedua anaknya tidak perlu iri satu sama lain. Beberapa hari kemudian, saudagar itu meninggal dunia.
Sepeninggal sang Ayah, Muzakir segera membeli sebuah peti besi berukuran besar, dan uang warisannya dimasukkan ke dalam peti tersebut.
Setiap orang miskin yang datang untuk meminta sedekah hanya ditertawakan. Sebaliknya, uang Dermawan habis untuk bersedekah.
Suatu hari, Dermawan menolong burung pipit yang sayapnya patah hingga sembuh. Setelah sembuh, burung itu memberikan biji semangka kepada Darmawan, lalu ia menanamnya.
Setelah buahnya besar, ia memanennya. Tidak disangka, ternyata di dalam buah semangka tersebut berisi emas yang membuat Dermawan semakin kaya. Mendengar berita tersebut, Muzakir ikut menanam buah agar mendapat emas.
Namun di luar dugaan, semangka yang dipanen Muzakir malah berisi semburan lumpur hitam bercampur kotoran yang baunya busuk.
2. Cerita Rakyat Kalimantan Tengah - Legenda Hantuen
Dahulu, terjadi pernikahan antara Tapih, seorang gadis cantik jelita dengan Antang Taung. Keduanya memiliki anak angkat. Anak angkat pertama merupakan pemuda tampan jelmaan hewan angkes (landak), dan anak angkat kedua merupakan gadis cantik jelmaan ikan tomang.
Tanpa disadari, benih-benih cinta muncul di antara kedua anak angkat Tapi dan Antang Taung. Mereka akhirnya menjalin cinta dan dinikahkan oleh kedua orang tua angkatnya.
Namun, kebahagiaan suami istri jelmaan itu tidak berlangsung lama karena salah satu anaknya meninggal dunia.
Menurut adat Dayak, orang yang telah meninggal dunia harus dilakukan dua kali upacara kematian, sebelum arwahnya dapat menuju Lewu Tatau atau surga orang Dayak Ngaju.
Pada upacara pertama, jenazah dikubur. Pada upacara kedua, tulang belulang jenazah tersebut dibakar. Saat upacara kedua, terungkap bahwa tulang yang didapat bukanlah tulang belulang manusia, melainkan tulang belulang hewan dan ikan.
Masyarakat yang melihat peristiwa tersebut ramai membicarakannya. Karena malu, pergilah suami istri jelmaan itu keluar dari desa. Mereka akhirnya tinggal di dalam hutan, melahirkan keturunannya, kemudian beranak pinak hingga menjadi keluarga besar.
Keturunannya ini disebut dengan nama Hantuen. Hantuen dipercaya memiliki ilmu gaib untuk mengubah dirinya menjadi hantu-hantuan. Ketika siang menjadi manusia biasa, namun ketika malam berubah menjadi hantu tanpa tubuh.
Baca juga: 4 Contoh Cerita Rakyat dari Jawa Timur
Pesan Moral 2 Contoh Cerita Rakyat dari Kalimantan
Dikutip dari buku Kumpulan Cerita Rakyat Nusantara, Sumbi Sambangsari (2008:194,199), cerita rakyat Semangka Emas dan Legenda Hantuen memiliki pesan moral yang memiliki nilai positif bagi pembacanya. Berikut pesan moralnya.
1. Pesan Moral Cerita Rakyat Semangka Emas
Jadilah orang yang pandai bersyukur. Jika apa yang didapatkan sudah mencukupi kebutuhan hidup, maka berhentilah. Sebab, jika kita selalu ingin hidup berlebihan dengan sifat serakah, justru akan mencelakai kita.
2. Pesan Moral Cerita Rakyat Legenda Hantuen
Jangan menjalankan apa yang telah dilarang oleh orang tua. Sebab, akan menimbulkan kerugian bagi diri kita sendiri.
Demikian ulasan mengenai 2 contoh cerita rakyat dari Kalimantan beserta pesan moralnya. Semoga pesan moral dari kedua cerita rakyat ini dapat dijadikan pembelajaran dalam menjalani kehidupan sehari-hari. (YAS)
