Konten dari Pengguna

2 Contoh Cerita tentang Diri Sendiri Singkat dan Menarik

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Cerita Tentang Diri Sendiri. Sumber: Unsplash/lilartsy
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Cerita Tentang Diri Sendiri. Sumber: Unsplash/lilartsy

Dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, terdapat materi yang mengharuskan siswa untuk menulis cerita tentang diri sendiri. Oleh karenanya, penting untuk memahami contoh cerita tentang diri sendiri.

Cerita tentang diri sendiri dapat memiliki berbagai bentuk, termasuk esai pribadi, memoar, catatan harian, atau cerita pendek. Cerita ini berfungsi sebagai sumber inspirasi atau pembelajaran bagi pembaca yang ingin memahami lebih dalam tentang kehidupan dan pemikiran seseorang.

Contoh Cerita tentang Diri Sendiri

Ilustrasi Contoh Cerita Tentang Diri Sendiri. Sumber: Unsplash/Unseen Studio

Mengutip buku Tips Menulis Bagi Pemula, Nanik Karlina Aprilia (2022:130), cerita tentang diri sendiri atau autobiografi adalah menulis riwayat hidup yang ditulis oleh diri sendiri. Ada beberapa contoh cerita mengenai diri sendiri yang menarik untuk dijadikan referensi.

Cerita tentang diri sendiri mencakup berbagai aspek kehidupan individu, termasuk pengalaman, peristiwa bersejarah, dan perjalanan emosional. Berikut adalah contoh cerita tentang diri sendiri.

Contoh 1

Perkenalkan, aku Dewi Anggini, gadis yang lahir pada tanggal 12 Juni 1998 di Majalengka. Aku merupakan buah dari pasangan Rizal dan Riska. Aku memiliki seorang kakak dan adik. Dewi ialah panggilan akrabku. Keluargaku merupakan keluarga yang sederhana dan berkecukupan.

Ayahku bekerja sebagai pegawai di sebuah perusahaan swasta. Sedangkan ibuku berprofesi sebagai tenaga pendidik di madrasah yang letaknya tidak jauh dari rumah kami.

Sedari kecil kedua orang tuaku selalu mengajarkan sikap jujur, baik kepada sesama, dan rajin beribadah kepadaku. Saat aku berusia 6 tahun, aku masuk ke SDN 3 Pasawahan, Majalengka. Selepas lulus dari SD tersebut aku melanjutkan pendidikan di SMPN 1 Majalengka, tepatnya tahun 2009.

Selanjutnya, ketika aku lulus di tahun 2012, aku memutuskan untuk pindah ke Kota Bandung bersama dengan bibiku. Kami tinggal di sekitar daerah Buah Batu.

Di Bandung, aku melanjutkan sekolah di SMA yang tidak jauh dari tempat tinggal kami. Satu di antara hobiku saat itu adalah membaca dan menulis. Saat memasuki tahun kedua SMA, aku ikut dalam sebuah kejuaraan menulis cerpen antar sekolah se-kota Bandung.

Aku menulis cerpen dengan judul "Kisah di Desa Ujung Timur". Aku tidak berharap lebih saat itu, tetapi ternyata aku berhasil meraih peringkat ketiga di kejuaraan menulis cerpen tersebut. Tentu aku tidak akan pernah melupakan momen-momen itu.

Momen di saat namaku disebut oleh juri kemudian naik ke atas panggung. Apalagi, saat itu aku bersanding, menyalami, dan diberikan penghargaan oleh bapak Ridwan Kamil yang saat itu masih menjabat sebagai Wali Kota Bandung.

Setelah memperoleh pengalaman emas itu, aku makin semangat untuk terus menulis. Aku berharap, suatu nanti aku bisa menjadi penulis cerpen terkenal yang karyanya selalu dinantikan oleh para pembaca dan dapat menginspirasi.

Kini aku masih duduk di kelas XII SMA dengan jurusan Bahasa. Ketika lulus nanti, aku akan melanjutkan pendidikan di satu di antara perguruan tinggi negeri dengan jurusan Sastra Indonesia.

Contoh 2

Aku Wesley Kaleida, panggil saja aku Wes atau Wesley. Aku lahir di Sorong, Papua, pada 12 Januari 1995. Namun, saat ini aku tinggal di kota Jakarta dan menjadi mahasiswa di Universitas Trisakti, Jakarta.

Aku memiliki hobi-hobi yang cinta dengan tumbuhan dan juga berolahraga, terutama olahraga joging. Bagiku tumbuhan dan kesehatan adalah hal yang sangat penting untuk kebugaran tubuh kita.

Ketika aku masih kecil, aku pernah tinggal di bantaran Sungai Ciliwung. Yah, setiap musim penghujan tiba, rumahku menjadi langganan banjir ibu kota. Kemudian, aku bersama keluargaku yang sederhana terpaksa harus mengungsi ke pusat pengungsian di daerah Cikini. Sayangnya, seiring berjalannya waktu, banjir ibu kota seakan tidak memiliki pemecahan yang pasti.

Ketika aku masuk di bangku SMA tahun 2011, aku menyadari bahwa permasalahan banjir ibu kota yang setiap tahun melanda bukanlah menjadi tanggung jawab pemerintah semata.

Masyarakat, perusahaan, atau lembaga-lembaga lain juga harus bersinergi dan berkolaborasi dalam upaya memecahkan masalah tersebut. Caranya cukup sederhana, minimal kita tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai.

Saat itulah aku memutuskan untuk bergabung dengan Komunitas Pencinta Alam dan Peduli Lingkungan yang ada di Jakarta. Komunitas ini memiliki program rutin yaitu menyosialisasikan berbagai cara kreatif yang dapat dilakukan oleh masyarakat agar dapat mengantisipasi terjadinya banjir.

Dalam kampanye itu juga tak lupa kami menyelingi dengan pola hidup sehat dan kegiatan bakti sosial, terutama terhadap korban banjir di Jakarta.

Dari berbagai aktivitas itulah aku dapat memberikan manfaat bagi orang lain, terutama bagi keluargaku. Setidaknya jika kita berbagi kepada orang lain, kita dapat membantu mereka dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Saat ini, Puji Tuhan, aku tinggal bersama ayahku yang sudah bekerja di satu di antara perusahaan nasional yang berada di wilayah Jakarta Utara. Sekarang aku tidak hanya aktif di Komunitas Pencinta Alam dan Peduli Lingkungan saja, tetapi juga komunitas Parkour de Batavia dan komunitas Goowes Jakarta.

Baca juga: 4 Contoh Deskripsi Diri Sendiri Singkat untuk Melamar Pekerjaan

Itu dia beberapa contoh cerita tentang diri sendiri yang singkat dan menarik serta dapat dijadikan referensi. Dengan memahami contoh cerita tentang diri sendiri, maka akan mempermudah dalam membuat cerita tentang diri sendiri. (BAI)