Konten dari Pengguna

2 Contoh Cerita tentang Sahabat Sejati Singkat dan Inspiratif

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh cerita tentang sahabat sejati. Sumber: Pixabay / Anemone123
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh cerita tentang sahabat sejati. Sumber: Pixabay / Anemone123

Sahabat adalah seseorang yang selalu ada baik dalam suka maupun duka. Dengan sahabat, tentu banyak peristiwa yang dilalui bersama. Contoh cerita tentang sahabat sejati bisa terjadi baik di masa sekolah, maupun setelah menginjak usia dewasa.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sahabat bisa diartikan sebagai kawan atau teman. Namun, kedekatan dengan sahabat, tentu berbeda dengan teman biasa.

Contoh Cerita tentang Sahabat Sejati

Ilustrasi contoh cerita tentang sahabat sejati. Sumber: Pixabay / simple_tunchi0

Keberadaan sahabat bisa menjadi cahaya dalam kegelapan. Namun, penting untuk memilih siapa yang layak untuk dijadikan sebagai sahabat. Carilah sahabat yang dapat membawa kebaikan.

Di bawah ini adalah contoh cerita tentang sahabat sejati, yang berkisah tentang peristiwa di kehidupan sehari-hari.

1. Cerita 1

Cerita ini mengisahkan tentang seseorang yang sedang berduka, tetapi sang sahabat selalu ada untuk menemani dan menghiburnya.

Alin terpaku mendengar kabar duka dari rumah. Sang kakak mengabarkan, ayahnya baru saja dipanggil oleh Yang Maha Kuasa.

Tak berselang lama, teleponnya berdering. Ada sebuah panggilan video dari Mita, sahabat Alin semasa kecil yang tinggal tak jauh dari rumahnya.

Diangkatnya telepon itu. Dari seberang, Mita berkata sembari meneteskan air mata, "Sabar ya, Lin..."

Alin yang belum bisa mencerna apa yang sedang terjadi, berucap, "Tolong dicek lagi. Tolong bapak dicek lagi. Aku nggak percaya kalau bapak udah nggak ada."

Setelah itu, mereka hanya bisa bertangis-tangisan. Mita tidak bisa mengucap apa-apa lagi. Ia tahu, kabar ini terlalu mengagetkan bagi Alin.

"Udah sana siap-siap, kamu harus cepat pulang." Kata Mita sejurus kemudian.

Alin pun mengemasi barang-barangnya. Ia harus segera pulang, demi melihat bapak untuk terakhir kalinya.

Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih lima jam, Alin pun sampai di rumah.

Tenda sudah dipasang, kursi-kursi sudah disusun dengan rapi. Para pelayat pun sudah memenuhi halaman rumahnya yang asri.

Alin bersiap turun dari mobil. Di tepi jalan, Mita sudah menantinya.

Begitu pintu mobil terbuka, Mita langsung memeluk Alin. Mereka berdua tenggelam dalam tangis.

Mita memang sahabat sejati bagi Alin. Karena keberadaan Mita di sisinya, hari-hari penuh duka pun bisa lebih mudah dilaluinya.

2. Cerita 2

Cerita kedua sering ditemui di dunia perkuliahan. Saat menjadi mahasiswa dan harus tinggal jauh dari orang tua, perhatian dari seorang sahabat adalah sebuah rezeki tak terkira.

"Cari makan, yuk!" Ajak Tito sambil melipat sajadahnya.

Di kost itu, Tito tinggal sekamar dengan Yudha, yang juga teman semasa SMA.

"Aku nggak dulu. Belum lapar." Jawab Yudha.

Sesungguhnya, Yudha bukannya belum lapar, tapi kiriman dari orang tuanya sudah menipis. Orang tuanya memang bukan orang kaya. Jadi, uang bulanannya tidak banyak.

Untuk menghemat pengeluaran sehari-hari, Yudha sering jalan kaki menuju kampus. Padahal, jarak kampusnya lumayan jauh dari kost. Ya maklum, kost yang dia tempati juga harganya sangat murah.

Yudha juga sering hanya makan sehari sekali. Kadang, satu bungkus nasi dibaginya menjadi dua, untuk makan siang dan makan malam. Dia punya warteg langganan yang harganya murah, tetapi porsinya lumayan banyak.

"Wis to. Ikut aja, aku yang traktir." Bujuk Tito.

Tito sangat paham kondisi Yudha. Kadang, supaya Yudha tidak merasa malu, Tito sering minta tolong Yudha untuk memperbaiki motor atau komputernya. Ya, tangan Yudha memang sakti. Apapun bisa diperbaikinya.

Yudha seringkali menolak jika Tito ingin membayar jasanya itu. Tapi, Tito paham. Yudha pasti ingin membalas budi karena Tito sering mentraktirnya makan.

"Dari kemarin kamu udah traktir aku terus." Kata Yudha.

"Lho, kamu kan udah bantu betulin komputerku. Itu komputer kalo dibawa ke tukang servis, mahal bro! Mending duitnya buat traktir kamu, kan? Sat set, ngga pake lama, komputerku langsung nyala. Ajaib emang tanganmu." Jelas Tito panjang lebar.

"Udah. Ayok, jalan!" Tito mendorong Yudha yang berjalan dengan enggan.

"Bro, this is what friends are for." Kata Tito lagi, sambil menepuk pundak Yudha.

"Thank you, bro." Yudha pun merebut kunci motor di tangan Tito.

"Naik!" Perintah Yudha. Mereka berdua pun melaju di atas motor milik Tito.

Baca: 3 Contoh Surat Valentine untuk Sahabat yang Menyentuh Hati

Itulah 2 contoh cerita tentang sahabat sejati yang singkat dan inspiratif. Sahabat sejati, tidak pernah menimbang untung dan rugi. (ARN)