Konten dari Pengguna

2 Contoh Cerpen beserta Unsur Intrinsiknya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh cerpen. Sumber: unsplash.com/ Samantha Weisburg
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh cerpen. Sumber: unsplash.com/ Samantha Weisburg

Contoh cerpen yang baik umumnya mengandung unsur intrinsik yang lengkap. Dengan kelengakapan unsur cerpen, maka akan diperoleh pesan yang sampai kepada pembacanya. Jadi, tak heran jika banyak orang yang kerap mencari contoh cerpen beserta unsur intrinsiknya.

Selain itu, bahasa yang digunakan dalam cerpen akan bisa dengan mudah dipahami oleh pembaca. Lantas, apa saja unsur intrinsik dalam cerpen?

Contoh Cerpen beserta Unsur Intrinsiknya

Ilustrasi contoh cerpen. Sumber: unsplash.com/ engin aykurt

Unsur intrinsik cerpen adalah tema, penokohan, alur, setting, sudut pandang dan amanat. Berikut ini contoh cerpen yang dikutip dari buku Bahasa Indonesia 3, Ahmad Aibli, dkk. (hal.66-67).

Contoh 1

Jalan Lain ke Roma

Jalan hidup Open berganti-ganti. Mula-mula ia menjadi guru. Sesudah itu menjadi mualim (ahli atau guru agama), menjadi pengarang, dan menjadi penjahit. Nama Open ini mempunyai kisah yang menarik.

Pada suatu hari ayahnya bermimpi tentang bangunan gedung-gedung besar di kota New York. Sejak itu ayahnya selalu ingat sebuah kata dalam bahasa Belanda Openhartig. Lalu si ibu mengusulkan agar anak mereka diberi nama Open.

Ketika menjadi guru, ia selalu menceritakan rumah tangganya, tentang istrinya yang pernah mengejar-ngejar dengan membawa golok. Open diejek muridnya dan dijuluki guru golok.

Kata golok akhirnya berkembang menjadi goblok. Open marah karena sebutan guru goblok dan memukul muridnya hingga telinganya berdarah. Open dipecat dari tugasnya sebagai guru.

Open menyadari kesalahannya lalu teringat kepada Nabi Muhammad. Ia ingin berbuat baik sebagai orang saleh. Sambil menjadi mualim, Open mulai mengarang.

Karena ada yang mengatakan bahwa mualim tidak boleh mengarang, ditinggalkanlah pekerjaan itu dan ia mulai menekuni kepengarangannya sambil membaca buku-buku filsafat.

Karangan Open diketahui Jepang sebagai penentangan terhadap Tenno Heika dan dianggap berbahaya. Open ditangkap dan dipenjarakan oleh Jepang. Setelah bebas, Open meneruskan perjalanan hidupnya sebagai penjahit.

(Idrus dalam Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma)

Unsur Intrinsik Cerpen Jalan Lain ke Roma

  • Tema: Kehidupan

  • Penokohan: Open sebagai tokoh utama yang memiliki karakter temperamen dan tidak berpikir panjang

  • Alur: Cerpen memakai alur maju

  • Sudut pandang: Sudut pandang orang ketiga yang penulisnya tidak terlibat dalam cerita

  • Latar: Jepang

  • Amanat: Jangan bertindak berdasarkan emosi, bepikirlah sebelum bertindak

Contoh 2

Menantikan Bidadari

Di sebuah dataran tinggi dekat lembah Dieng, hiduplah seorang pemuda yang bekerja sebagai penggembala kambing, namanya Dewa. Sudah bertahun-tahun lamanya dia menantikan kedatangan bidadari namun belum juga tiba.

Ayahnya berpesan untuk menunggu bidadari itu setiap matahari terbit di lembah Dieng. Sudah 30 tahun lamanya Dewa melaksanakan perintah almarhum bapaknya, namun kini dia mulai gusar, apakah yang dia tunggu selama ini benar-benar ada atau tidak.

Tepat di umurnya yang ke-30, Dewa bertemu nenek pencari kayu bakar. Mereka bercakap-cakap hingga nenek itu memberikan sebuah kata-kata yang membuat Dewa tersadar.

"Untuk apa kamu menunggu Bidadari? Dia tidak akan pernah datang, Bidadari tidak diciptakan untuk menikah dengan manusia bumi. Maka carilah wanita dari bangsa manusia untuk menjadi istrimu," kata nenek itu.

Sejak saat itu, Dewa sadar bahwa petuah Ayahnya tidak bisa dipercaya. Dia menyesal menghabiskan waktu 30 tahun untuk menunggu sesuatu yang tidak pernah ada.

Unsur Intrinsik Cerpen Menantikan Bidadari

  • Tema: Kehidupan

  • Penokohan: Dewa yang berkarakter polos dan penurut pada orang tua

  • Alur: Alur maju

  • Sudut pandang: Sudut pandang orang ketiga

  • Latar: Lembah Dieng

  • Amanat: Petuah orang tua tidak selalu relevan dengan kehidupan masa kini, perlu menyesuaikan dengan kenyataan dan perkembangan zaman

Baca juga: Pengertian dan Contoh Cerpen dalam Bahasa Indonesia

Contoh cerpen di atas sudah memenuhi 6 unsur intrinsik yang ada. Sehingga cerpen mudah dipahami, runtut serta memiliki nilai atau hikmah yang bisa dipetik oleh pembaca. (IMA)